Oleh
3 months ago

Detail Artikel Riset Jobplanet Ungkap Industri dan Bidang Profesi di Indonesia yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja Perempuan, serta Ramah Terhadap Perempuan

Riset Jobplanet Ungkap Industri dan Bidang Profesi di Indonesia yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja Perempuan, serta Ramah Terhadap Perempuan

Keberadaan perempuan di dunia kerja saat ini tak bisa dipandang sebelah mata. Banyak perusahaan telah membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengisi posisi-posisi penting. Bahkan, ada pula perusahaan-perusahaan yang mempercayakan tampuk kepemimpinannya di tangan perempuan.

 

Meski demikian, memang tak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan perempuan masih menduduki posisi menengah ke bawah dalam perusahaan. Belum banyak pula perempuan yang bisa dikatakan cukup sukses meniti karier hingga ke posisi puncak. Padahal perempuan memiliki potensi untuk memimpin.

 

Karakter perempuan yang sabar, berempati, pandai berkomunikasi dan menjalin jaringan, serta multitasking atau mampu mengerjakan beberapa hal sekaligus menjadi nilai lebih bagi mereka untuk sukses menjadi pemimpin ataupun sukses dalam berkarier.

 

Untuk memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April, yang juga menjadikan bulan April sebagai bulan spesial bagi kaum perempuan, Jobplanet (Jobplanet.com), platform komunitas online yang menampilkan berbagai informasi seputar perusahaan dan dunia kerja, melakukan riset dan menganalisis industri dan profesi apa saja yang paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan serta industri apa saja yang paling ramah terhadap perempuan.

 

Riset Jobplanet dilakukan berdasarkan survei yang dilakukan melalui Jobplanet.com sejak Januari 2016 hingga Maret 2017 terhadap 55.000 responden perempuan berusia 21–45 tahun yang juga menjadi pengguna Jobplanet. Mereka bekerja sebagai karyawan dari beragam profesi dan industri, dan tersebar di seluruh Indonesia.

 

Industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan

Berdasarkan survei dan riset Jobplanet, lima industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan adalah industri manufaktur (25,47%), perbankan dan keuangan (17,80%), pelayanan (13,27%), ritel dan distribusi (12,19%), serta teknologi informasi atau TI (10,68%).

 

Perusahaan yang termasuk dalam industri manufaktur antara lain bergerak di bidang tekstil dan garmen, furnitur, kosmetika, kerajinan, perlengkapan rumah tangga, dan elektronika. Perusahaan yang termasuk dalam industri perbankan dan keuangan antara lain bergerak di bidang perbankan, investasi, pinjaman modal, dan asuransi.

 

Perusahaan yang termasuk dalam industri pelayanan di antaranya bergerak di bidang jasa, perhotelan dan pariwisata, perawatan kesehatan dan kecantikan, serta hiburan dan rekreasi.

 

Perusahaan yang masuk dalam industri ritel dan distribusi antara lain yang bergerak di bidang perdagangan dan logistik. Sementara yang termasuk dalam industri TI antara lain, perusahaan yang bergerak di bidang Internet, keamanan jaringan, pengembangan software dan aplikasi, serta telekomunikasi.

 

 

Sepuluh bidang profesi yang paling banyak digeluti oleh perempuan

 

Dalam risetnya, Jobplanet juga menganalisis bidang-bidang profesi apa saja yang paling banyak digeluti oleh pekerja perempuan.

 

“Jobplanet menemukan sepuluh bidang profesi yang paling banyak digeluti oleh pekerja perempuan. Tiga bidang profesi teratas adalah bidang administrasi, marketing atau pemasaran, dan teknologi informasi,” ungkap Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia.

 

Berikut ini sepuluh bidang profesi di Indonesia yang paling banyak menyerap tenaga kerja perempuan:

 

Administrasi (11,93%)

Profesi-profesi di bidang administrasi antara lain, sekretaris, staf admin, dan office manager.

Marketing atau pemasaran (10,33%)

Profesi di bidang marketing antara lain berhubungan dengan pemasaran produk, strategi pemasaran, riset pasar, dan marketing communication.

Teknologi Informasi atau TI (9,88%)

Profesi TI yang banyak digeluti perempuan, antara lain software engineer, desainer grafis, database administrator, dan sistem informasi.

Keuangan dan akuntansi (7,78%)

Profesi di bidang keuangan dan akuntansi yang banyak menyerap karyawan perempuan antara lain, akuntan, analis keuangan, dan auditor.

Engineering atau teknik (7,44%)

Profesi di bidang engineering yang selama ini dipandang sebagai bidang yang didominasi oleh laki-laki ternyata mulai terbuka dan menarik minat perempuan. Di antaranya adalah profesi sebagai mechanical engineering, process engineering, dan electrical engineering.

Customer service atau pelayanan pelanggan (6,54%)

Profesi di bidang customer service antara lain adalah staf di bagian informasi dan penanganan keluhan pelangan.

Sales atau penjualan (5,03%)

Profesi di bidang sales antara lain, staf sales ritel, sales produk, dan account executive.

Konsultasi (2,36%)

Profesi di bidang konsultasi yang banyak digeluti pekerja perempuan antara lain konsultan humas atau public relations, psikolog, psikiater, konsultan pajak dan keuangan, serta konsultan bisnis.

Human resources atau SDM (1,34%)

Para perempuan yang menggeluti profesi di bidang SDM antara lain bekerja sebagai staf atau manajer HRD perusahaan. HR sendiri memiliki banyak konsentrasi, misalnya dalam hal perekrutan, tunjangan dan kompensasi, serta program pengembangan karyawan.

Pendidikan dan pelatihan (1,25%)

Peran perempuan di dunia pendidikan juga tak bisa diabaikan. Beberapa profesi di bidang pendidikan yang menyerap pekerja perempuan antara lain sebagai dosen, guru sekolah dasar (SD) hingga guru sekolah menengah atas (SMA), serta guru les privat.

 

 

Industri yang paling ramah dan memberi kesempatan bagi karyawan perempuan untuk mengembangkan karier

Upaya mengoptimalkan peran perempuan di dunia kerja mulai dilakukan oleh banyak perusahaan dengan menyediakan lingkungan kerja yang ramah terhadap perempuan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan karier.

 

Dalam risetnya kali ini, Jobplanet juga menganalisis industri apa saja yang ramah terhadap perempuan serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan karier dan potensinya. Analisis dilakukan berdasarkan tingkat kepuasan para karyawan perempuan di berbagai industri terhadap beberapa aspek pekerjaan yang mereka nilai melalui Jobplanet.com, yakni budaya perusahaan, jenjang karier, dan faktor work-life balance.

 

Perlu diketahui, tingkat kepuasan karyawan dalam platform Jobplanet dinilai dari skala 1,0 hingga 5,0; di mana nilai 1,0 mewakili penilaian “sangat tidak puas”, nilai 3,0 mewakili “cukup puas”, dan nilai 5,0 mewakili “sangat puas”.

 

Hal yang cukup menarik adalah, institusi dan asosiasi juga termasuk sebagai kelompok industri yang ramah terhadap perempuan, meskipun tidak banyak menyerap tenaga kerja atau karyawan perempuan. Lembaga atau badan usaha yang termasuk dalam kelompok industri ini adalah lembaga pemerintahan, lembaga sosial dan swadaya masyarakat, dan lembaga hukum.

Budaya perusahaan

Berdasarkan risetnya, Jobplanet menemukan bahwa rata-rata tingkat kepuasan terhadap aspek budaya perusahaan yang paling tinggi dirasakan oleh para karyawan perempuan yang bekerja di industri-industri berikut:

  1. TI (3,48)
  2. Perbankan dan Keuangan (3,48)
  3. Institusi dan asosiasi (3,47)
  4. Manufaktur (3,47)
  5. Pendidikan dan pelatihan (3,31)

Jenjang karier

Berikut ini adalah industri-industri dengan rata-rata tingkat kepuasan tertinggi terhadap aspek jenjang karier, berdasarkan penilaian para karyawan perempuan yang bekerja di dalamnya:

  1. Institusi dan asosiasi (3,39)
  2. Perbankan dan keuangan (3,34)
  3. Manufaktur (3,29)
  4. TI (3,10)
  5. Pelayanan (3,08)

Work-life balance

Berikut ini adalah industri-industri dengan rata-rata tingkat kepuasan tertinggi terhadap aspek work-life balance, berdasarkan penilaian para karyawan perempuan yang bekerja di dalamnya:

  1. TI (3,31)
  2. Perbankan dan keuangan (3,26)
  3. Institusi dan asosiasi (3,24)
  4. Pelayanan (3,12)
  5. Pendidikan dan pelatihan (3,12)

 

“Jika dilihat dari ketiga aspek yang dinilai, yakni budaya perusahaan, jenjang karier, serta work-life balance, ada tiga industri yang selalu muncul dan unggul pada setiap aspek, yakni industri TI, perbankan dan keuangan, serta institusi dan asosiasi,” papar Kemas.

 

“Hal itu menunjukkan bahwa ketiga industri tersebut bisa dikatakan sebagai industri yang paling ramah terhadap perempuan, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan karier dan potensinya,” pungkasnya.

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat