1. Startup

Apa Media Sosial yang Paling Bermanfaat untuk Usaha Kecil?

Situs The Wall Street Journal baru-baru ini melakukan sebuah penelitian mengenai penggunaan media sosial oleh usaha kecil. Bekerjasama dengan Visage International, The Wall Street Journal melakukan survey terhadap 835 pemilik bisnis di Amerika Serikat pada awal Januari lalu. Pemilik bisnis yang disurvey adalah mereka yang memiliki bisnis dengan pendapatan tahunan berkisar antara $1 juta hingga $20 juta.

Hasilnya, jejaring sosial LinkedIn ternyata dianggap sebagai media sosial yang paling berpotensi memberikan manfaat sekaligus juga media sosial yang paling banyak digunakan para pemilik usaha kecil ini untuk bisnisnya. Seorang pemilik bisnis bernama Ken Lopez, misalnya, mengatakan, "kami mengirimkan sekitar 10 tweet per hari dan melakukan post di akun LinkedIn dalam jumlah yang sama, tapi hasilnya jauh berbeda". Lopez menyatakan bahwa LinkedIn membawa lebih banyak pengunjung ke situs usaha konsultansi yang dimilikinya dibandingkan dengan Twitter.

Seperti yang bisa dilihat dari infografis di atas, jejaring sosial yang paling banyak digunakan selanjutnya oleh usaha kecil di Amerika Serikat adalah Facebook meskipun YouTube dianggap lebih memiliki potensi untuk memberi manfaat kepada usaha kecil. Secara mengejutkan, Twitter justru hanya dinilai memiliki potensi manfaat oleh 3% responden, termasuk salah satu angka yang terkecil dibandingkan dengan media sosial lainnya.

Bagaimana dengan pemanfaatan media sosial oleh usaha kecil di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mencoba merujuk pada laporan yang dirilis oleh IndSight pada bulan Desember lalu. Meskipun tidak secara langsung mengulas tentang usaha kecil, ada beberapa temuan yang bisa membantu untuk menjawab pertanyaan tadi.

IndSight melaporkan tanggapan yang didapat oleh akun-akun dari 370 akun Facebook dan 640 akun Twitter milik para pelaku industri. Tanggapan ini dinilai dari jumlah fans atau follower yang diperoleh dari masing-masing akun tersebut.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar berikut, Facebook membawa perhatian untuk akun-akun dari industri sepeda motor, gadget dan peralatan elektronik, band dan grup penyanyi, produk kecantikan dan perawatan tubuh, serta telekomunikasi.

Sementara Twitter membawa perhatian untuk akun-akun artis wanita, artis pria, stasiun televisi, ahli keuangan, dan jurnalis.

Dari analisis yang dipaparkan oleh IndSight ini, saya simpulkan bahwa usaha kecil masih belum cukup banyak merasakan manfaat dari penggunaan media sosial. Berdasarkan pengamatan pribadi, justru saya melihat banyak pengguna yang merasa terganggu ketika ada yang mempromosikan produk usaha kecilnya di media sosial. Mengingat besarnya jumlah pengguna media sosial dari Indonesia, tentu sangat disayangkan jika media-media sosial ini tidak bisa membawa manfaat besar bagi usaha kecil yang sesungguhnya menjadi tulang punggung perekonomian nasional.