1. Startup

Apakah Tizen akan Menjadi Masa Depan Perangkat Samsung?

Melihat masa depan Tizen dari perspektif penggunaan perangkat komputasi modern di masa yang akan datang

Kala berbincang seputar perangkat Samsung (terutama smart-devices) umumnya orang masih akan akrab dengan sistem operasi Android. Karena Samsung sendiri menjadi salah satu vendor yang membawa nama Android berkibar di kancah perangkat mobile. Namun dewasa ini Samsung tampak serius dengan sistem operasi Tizen. Di Developer Contest yang didukung oleh Samsung Indonesia, bertajuk Indonesia Next Apps, banyak dibahas seputar masa depan Tizen yang kini sudah menginjak di versi 3.0.

Lalu pertanyaannya, mungkinkah Tizen terangkat hingga ke tingkat popularitas Android saat ini? Tentu jawabannya sangat mungkin, terlebih jika melihat arsitektur Tizen dan roadmap pengembangannya, sistem operasi ini ingin mengakomodir berbagai perangkat komputasi, tak hanya sebatas pada smartphone ataupun wearable, melainkan juga mencakup sistem IoT (Internet of Things) dan kelompok smart-things lainnya.

Versi terkini Tizen 3.0, yang sudah bisa dicoba dalam versi beta menawarkan kelebihan yang tak kalah dengan sistem operasi Android. Kapabilitasnya sebagai sistem operasi 64-bit membuatnya mampu bekerja dengan berbagai perangkat ARM 64-bit dan x86 terbaru. Tizen juga dibekali dengan kemampuan untuk mampu berjalan di perangkat dengan resolusi 4K, platform grafis kelas atas yang ada di saat ini.

Melihat masa depan perangkat komputasi di dunia

Debut IoT sudah semakin terlihat, penerapannya pun sudah mulai nyata terlihat. Prototipe smart-home ataupun smart-office sudah banyak diperlihatkan. IoT erat kaitannya dengan perangkat yang saling terhubung, tentang bagaimana ponsel pengguna dapat terhubung dengan televisi di rumah, atau perangkat rumah tangga lainnya yang kini mulai menjadi pintar.

Tizen sendiri dengan landasan Kernel Linux mulai mengarah untuk mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Visinya tak lain ingin menjadi landasan sistem operasi di berbagai perangkat yang akan saling terhubung. Salah satu contoh yang kini sudah dilansir struktur arsitekturnya adalah Tizen untuk sistem otomotif. Memiliki struktur yang sama, yakni dengan Kernel dan Core yang serupa dengan pemanfaatan Tizen untuk penerapan lain, memungkinkan sebuah sistem aplikasi dapat disinergikan di atasnya. Termasuk memudahkan aplikasi untuk saling terhubung di masing-masing perangkat.

Kembali ke perbandingannya dengan platform Android untuk perangkat Samsung. Sebagai awalan, Samsung sendiri juga telah meluncurkan perangkatsmartphone berseri Z yang secara penuh dijalankan dengan sistem operasi Tizen. Dari sisi perangkat wearable juga telah dirilis Gear Fit2 dan Gear IconX. Termasuk seri SmartTV SUHD TV KS9800. Kini Samsung juga tengah menumbuhkan ekosistem aplikasi hingga kancah lokal untuk meramaikan marketplace di platform Tizen, salah satunya melalui Indonesia Next Apps 3.0.

Penetrasi perangkat berbasis Tizen memang belum banyak digenjot, akan tetapi pembentukan ekosistem pengembang dan pola distribusinya sudah sangat terlihat. Bersamaan dengan pembaruan Tizen yang kian memberikan performa yang lebih baik. Jadi sudah semakin terlihat, bahwa masa depan perangkat Samsung dan Tizen seperti menjadi sebuah entitas yang tidak dapat saling dipisahkan ke depannya.

--

Artikel ini adalah kolaborasi antara DailySocial dengan program Indonesia Next Apps 3.0. Kompetisi inovasi aplikasi pengembang lokal yang diselenggarakan oleh Samsung dan didukung oleh DailySocial. Ikuti DailySocial untuk informasi selanjutnya terkait Indonesia Next Apps 3.0 dan kunjungi laman resminya di https://ina.dailysocial.id.