1. Startup

Sejumlah Game Lokal Untuk Feature Phone Nokia Mendapat Jutaan Download

Perangkat ponsel fitur (feature phone) masih bertaji. Di saat gempuran perangkat smartphone yang kian dahsyat, di penghujung akhir tahun 2013 kemarin rupanya perangkat yang dibanderol dengan harga terjangkau ini masih menghasilkan uang yang cukup berlimpah. Hal ini dapat dibuktikan lewat laporan sejumlah aplikasi game lokal yang menghasilkan angka jutaan unduhan pada platform ponsel fitur besutan Nokia. Seperti apa kisah lengkapnya?

Belum lama ini, game lokal yang bertajuk SkyBurner sempat dilaporkan oleh Kompas Tekno beberapa waktu lalu yang dinyatakan telah berhasil meraup pendapatan hingga mencapai lebih dari Rp 1 miliar untuk tim pengembangnya, Studio Independent. Istimewanya, game SkyBurner ini dikembangkan khusus untuk ponsel Nokia yang menjalankan sistem operasi S40 yang notabene merupakan perangkat ponsel fitur.

Masih seperti yang dilansir oleh pemberitaan Kompas Tekno, pihak SkyBurner sendiri sempat mengungkapkan pendapatan besar yang diraihnya tersebut berasal dari konten digital (in-app purchase) yang diusungnya. Konten yang ditawarkan sendiri berupa “koin digital” yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 15.000. Balance ini sendiri nantinya dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk pembelian item maupun konten lainnya dalam game.

Hal tersebut jelas masih sangat menjanjikan masa depan yang “cerah” bagi geliat ponsel fitur dan pengembang aplikasi game-nya di tanah air. Narenda Wicaksono selaku Developer Manager Nokia South East Asia, sempat memberi komentar bahwa antara aplikasi game dan perangkat ponsel fitur saat ini masih memiliki sinergi yang cukup baik dan mampu mendatangkan uang yang cukup banyak bagi pengembang lokal. “Banyak pengembang Indonesia yang berhasil meraih uang dalam jumlah besar, asalkan mereka fokus dan mengetahui target pasarnya,” ujar Narenda sesuai dengan pemberitaan Kompas.

Apa yang dikatakan oleh Narenda memang benar adanya, dalam menutup tahun 2013 yang telah berlalu kemarin  ia pun sempat mengungkapkan kepada kami beberapa waktu lalu akan laporan jumlah unduhan game yang diraih berdasarkan per pengembang yang masuk ke dalam toko aplikasi Nokia Store. Dalam “bocorannya” tersebut, ia membagi menjadi per tiga kategori jumlah unduhan yang diraih yakni, unduhan sebesar 1 juta download, 2 juta, dan terakhir 3 juta download, masing-masing kategori memiliki tiga nama pengembang lokal. Untuk angka 1 juta download, terpampang nama-nama seperti Agate Studio, DyCode, dan juga CondetSoft.

Nama-nama pengembang seperti ChocoArts, Inspirare Dev, dan TechnoChez berhasil masuk ke dalam kategori 2 juta unduhan yang berhasil diraih dalam platform Nokia Store. Mengakhiri laporan yang dikirimkan kepada kami lewat email, dalam kategori 3 juta unduhan diisi juga oleh tiga nama pengembang yang cukup tenar di Indonesia yakni Own Games, Kabita Studio, dan terakhir Wonge.

Menariknya, dalam laporan yang kami peroleh tersebut baik platform aplikasi game feature phone yang disediakan oleh Nokia ternyata bersaing cukup ketat dengan “saudaranya” sendiri yakni platform Windows Phone yang juga sama-sama memiliki jumlah unduhan yang kurang lebih sama besar. Hal ini tentu semakin memantapkan suatu kesimpulan singkat bahwa perangkat ponsel fitur hingga kini masih belum dapat dipandang sebelah mata, mengingat platform Windows Phone sendiri merupakan sistem operasi perangkat ponsel pintar yang juga menjadi fokus pengembangan dari Nokia.

 

[ilustrasi foto dari: Shutterstock]