1. Startup

Berdayakan Komunitas Ibu, Orami Resmikan Platform Social Commerce "IbuSibuk"

IbuSibuk telah menjaring lebih dari 50 ribu anggota, 200 brand, dan memfasiltiasi 1500 kampanye influencers

Platform digital parenting Orami meresmikan kehadiran platform social commerce "IbuSibuk" dalam rangka pemberdayaan komunitas di kalangan ibu. Langkah tersebut, menjadi alternatif bagi para ibu untuk meraup penghasilan tambahan, juga pelatihan eksklusif berkaitan dengan pengembangan diri dan menjadi influencer profesional.

Dalam keterangan resmi, Head of Business Development Orami (bagian dari SIRCLO Group) Raymond Wirya Santosa menuturkan, membesarkan komunitas momfluencers menjadi salah satu fokus utama IbuSibuk setelah perusahaan mengamati tren menarik yang ada di komunitas ibu Orami. Semua anggota komunitas ini sangat aktif di media sosial, sehingga menjadikan mereka sosok yang sangat influential.

“Kami melihat potensi bahwa media sosial yang digunakan para ibu ini bisa menjadi hal yang produktif. Hipotesis ini terbukti dengan pertumbuhan pesat komunitas IbuSibuk dan disambut juga dengan ratusan brand yang telah menggunakan jasa IbuSibuk untuk membantu pertumbuhan bisnisnya. Adanya simbiosis mutualisme ini yang kami harap dapat membuat IbuSibuk untuk terus memberikan manfaat bagi para ibu maupun brand dari berbagai skala,” kata Raymond, Rabu (25/5).

IbuSibuk merupakan program pemberdayaan ekonomi ibu yang menghubungkan mereka dengan berbagai brand untuk berkolaborasi di berbagai macam program social commerce, baik sebagai nano-influencers, maupun reseller. Anggota tidak hanya diberi akses ke berbagai kampanye dari brand, tetapi juga mendapatkan pelatihan eksklusif yang berkaitan dengan pengembangan diri dan pelatihan untuk menjadi influencer profesional.

Platform tersebut juga memfasilitasi anggota untuk mengembangkan diri dan membangun koneksi dengan komunitas sesama ibu. Beberapa kelas eksklusif hingga sesi webinar telah secara rutin diselenggarakan dengan membahas berbagai topik terkini seputar parenting, manajemen waktu, personal branding, serta berbagai topik yang mendukung Ibu untuk menjadi influencer yang semakin andal.

Sejatinya platform yang sudah dirilis kurang lebih selama satu tahun ini mengklaim telah memiliki lebih dari 50 ribu anggota di seluruh Indonesia. Sebanyak 60% dari anggota ini datang dari wilayah Jabodetabek dan sisanya tersebar di 75 kota di tanah air. Selain itu, mayoritas anggota IbuSibuk adalah ibu rumah tangga yang kini punya penghasilan tambahan. Dengan prospek yang masih cerah, ditargetkan anggota IbuSibuk dapat mencapai 100 ribu pada akhir tahun ini.

Untuk selanjutnya, IbuSibuk akan dilengkapi dengan fitur terbaru, yakni "IbuSibuk Reseller", memungkinkan anggota tidak hanya berpartisipasi di berbagai kampanye brand, namun juga memperoleh penghasilan tambahan dari rumah dengan menjadi reseller.

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 200 brand yang bekerja sama dengan IbuSibuk, baik dari segmen multi-nasional maupun UMKM. Lalu, ada lebih dari 1.500 kampanye influencers yang telah berjalan di platform dalam kurun waktu enam bulan. “Hal ini membuktikan bahwa strategi pemasaran dengan menggunakan nano-influencers sangat menarik bagi pemilik usaha sebagai salah satu cara meningkatkan awareness terhadap produk mereka.”

Potensi momfluencers

Generasi Ibu Indonesia saat ini juga terkenal sangat sosial dan aktif terhubung dengan komunitas. Mereka tidak hanya menjalin koneksi dengan sesama Ibu tetapi juga mampu saling memberikan opini dan rekomendasi terkait berbagai produk kebutuhan rumah tangga dan pengasuhan.

More Coverage:

Hal tersebut sejalan dengan temuan yang dikutip dari Weber Shandwick. Disebutkan bahwa sebanyak 55% Ibu masa kini mengaku sering dimintai pendapat tentang keputusan pembelian orang lain. Mereka juga secara aktif rutin membagikan rekomendasi produk ataupun layanan ke orang-orang di sekitar mereka.

Alhasil, tak heran bila konsep social commerce ini tepat untuk segmen ibu, terutama ibu rumah tangga. Sebab, social commerce mampu menjembatani para ibu untuk menggunakan platform e-commerce tidak hanya untuk belanja, tapi juga meraup penghasilan tambahan dengan menjadi agen pemasaran.

Alternatif pemasaran ini, tentunya menjadi angin segar bagi brand dari berbagai skala. Dengan menyuguhkan pengalaman sosial yang berbeda dari sebelumnya, social commerce memungkinkan brand untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Accenture juga mencatatkan bagaimana sarana berbelanja ini turut membuka peluang bagi brand untuk mengembangkan pengalaman dan terhubung dengan pelanggan secara baru, berkat keterlibatan influencer dan kreator ke dalam prosesnya.

Application Information Will Show Up Here