1. Startup

Biznet Networks Bangun Dua Data Center

Sebagai salah satu perusahaan penyedia telekomunikasi dan multimedia berbasis kabel fiber optik terbesar di Indonesia, Biznet Networks tengah kembangkan unit usahanya dengan terjun ke bisnis layanan data center yang diproyeksikan tahun ini mulai beroperasi. Tak tanggung-tanggung, Biznet dikabarkan akan bangun dua data center yang terletak di dua lokasi terpisah.

Dibawah naungan PT. Supra Primatama Nusantara yang merupakan pemegang hak resmi merek dagang Biznet Networks, layanan data center yang akan dihadirkan nanti akan mengusung nama Biznet Technovillage dengan ditujukan sebagai infrastruktur sekaligus fasilitas pusat penyimpanan data yang saling terintegrasi.

Keputusan membangun fasilitas dari Biznet diklaim merupakan salah satu upayanya dalam menyediakan layanan one stop solution bagi pelanggan yang membutuhkan layanan fasilitas penyimpanan data. "Kami ingin menjadi one stop solution data center. Jadi tidak hanya data center, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, seperti perkantoran dan pusat bisnis," ujar Adi salah satu representatif Biznet dalam keterangan resmi yang dikutip dari Viva News.

Dalam hal ini, Biznet dikabarkan tengah membangun fasilitas data center yang terletak di dua lokasi terpisah. Dikonfirmasi, letak data center yang pertama berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan dengan nama MegaPOP Jakarta dan ber-spesifikasi Tier 2, sementara itu data center kedua yang bernama Biznet Technovillage dan ber-spesifikasi Tier 3 berlokasi di kawasan Cimanggis, Jawa Barat dengan mengantongi kualifikasi Green Building.

"Biznet Technovillage memiliki luas bangunan sebesar 16,000 meter persegi yang berada di atas lahan seluas dua hektar, berlokasi di Cimanggis, Jawa Barat. Selain itu, di dalam Biznet Technovillage terdapat perkantoran dan pusat bisnis," tambah Adi.

Diklaim, data center Biznet Technovillage sengaja dirancang untuk memfasilitasi segala kebutuhan penyimpanan data, terutama bagi institusi perbankan, sektor finansial non-bank, industri perminyakan, pemerintahan, perusahaan content provider, hingga perusahaan e-commerce sekalipun.

Dengan mengantongi kualifikasi Green Building tadi, Biznet Technovillage didaulat menjadi gedung yang sangat hemat energi dan mampu bertahan tanpa aliran suplai listrik dari PLN selama dua minggu. "Dibandingkan data center lain, Biznet Technovillage satu-satunya yang sudah menggunakan Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) sebagai suplai tenaga ketika listrik PLN menggalami gangguan atau mati. Jadi, data center mampu bertahan selama dua minggu tanpa adanya suplai listrik dari PLN," ungkap Adi

Dilaporkan dari hasil penelitian Frost & Sullivan, kebutuhan akan fasilitas data center di Indonesia akhir-akhir ini dinilai semakin meningkat pesat seiring dengan bertambahnya kebutuhan pebisnis dan juga perkembangan teknologi. Tercatat, pada tahun 2013 sendiri kebutuhan pasar dalam peng-alokasian pengeluaran dana untuk sektor teknologi informasi bisa mencapai angka yang fantastis hingga sekitar USD 159 milyar.

Melihat potensi tersebut, tak ayal jika langkah Biznet Networks dalam ekspansi bisnisnya ke sektor pelayanan fasilitas data center merupakan langkah yang tepat dalam upayanya menjadi salah satu perusahaan IT terbesar di Indonesia, apalagi pemain di industri ini terhitung masih sangat sedikit, terhitung salah satu yang populer ialah CBN, kemudian disusul dengan Cyber Complete Secure Facilities dan juga Equinix.

 

[foto ilustrasi oleh: Shutterstock]