1. Startup

Bukalapak dan ITB Resmikan "Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center"

Memanfaatkan 1% big data milik Bukalapak

Sesuai dengan komitmennya menjadi lebih dari sekedar layanan e-commerce, Bukalapak bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan Bukalapak-ITB Artificial Intelligence & Cloud Computing Innovation Center. 

Fasilitas untuk mempelajari lebih jauh penggunaan cloud computing dan artificial intelligence (AI) ini diharapkan bisa memancing ide segar dari kalangan mahasiswa menggunakan data yang dimiliki Bukalapak. Bukalapak mengklaim menjadi startup lokal pertama yang mendirikan lab riset di Indonesia.

“Sesuai dengan mimpi saya dulu ketika membangun Bukalapak yaitu ingin menciptakan teknologi untuk Indonesia. Dengan fasilitas ini ke depannya saya harap bisa lahir talenta digital baru,” kata CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA yang menyambut baik hadirnya Research Lab Bukalapak dan ITB di kawasan kampus ITB. Research Lab ini diharapkan bisa membantu mahasiswa belajar lebih dalam secara langsung dari pakarnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhamad Nasir. Dalam sambutannya disebutkan sudah waktunya universitas untuk melakukan kolaborasi dengan praktisi dan memberikan edukasi yang menyeluruh kepada mahasiswa. Teknologi dan hal-hal terkait di dalamnya sudah menjadi materi yang bisa disematkan dalam kurikulum.

“Dimulai dari industri seperti Bukalapak diharapkan nantinya bisa didukung penuh oleh pemerintah upaya yang dilakukan oleh Bukalapak dengan membangun Research Lab bersama ITB untuk kepentingan talenta digital baru di Indonesia.” 

Manfaatkan Big Data Bukalapak

Satu persen data Bukalapak disiapkan untuk lab ini dan diklaim tidak mengganggu privasi data pengguna dan bisnis Bukalapak. Pemilihan datanya sendiri lebih fokus ke informasi umum, seperti deskripsi produk dan sejenisnya.

Hal ini, menurut Bukalapak, bisa memudahkan mahasiswa dan kalangan Researcher yang tertarik mempelajari lebih jauh perilaku pengguna Bukalapak tanpa harus melakukan crawling atau searching jutaan produk di situs Bukalapak.

Data Research nantinya akan dirilis ke publik dan diharapkan bisa menstimulasi kalangan akademisi dan peneliti yang ingin belajar berdasarkan riset Bukalapak. 

Kolaborasi Bukalapak dan ITB rencananya akan dikembangkan untuk riset dan inovasi sektor lainnya.

“Bukan hanya edukasi dan riset, saya juga berharap akan lahir talenta digital baru dari ITB yang bisa bergabung dengan tim Bukalapak untuk kemudian bersama mengembangkan AI dan cloud computing,” kata Zaky.

Fokus riset

Sinergi antara AI dan cloud computing menjadi alasan Bukalapak dan ITB fokus ke dua teknologi tersebut. Di Bukalapak sendiri saat ini terdapat puluhan tim yang mengelola cloud computing dan server perusahaan. Pengalaman ini bisa membantu mahasiswa mengoperasikan teknologi ini.

Sementara teknologi AI yang akan dikembangkan dan dipelajari lebih jauh adalah computer vision. Di ITB sendiri pelajaran terkait AI adalah robotics, NLP, machine learning, data mining, dan voice recognition. 

“Saat ini secara keseluruhan kita memiliki sekitar 1000 engineer yang terdiri dari software engineer, product, dan lainnya. Dengan sumber yang ada Bukalapak siap membantu mahasiswa untuk belajar lebih dalam,” kata Zaky.

Application Information Will Show Up Here