1. Startup

Perusahaan Teknologi Periklanan Criteo Fokuskan Berinvestasi di Pasar Indonesia Tahun Ini

Criteo memanfaatkan Big Data Analytics untuk menyediakan solusi iklan digital yang "targeted", bakal rekrut lebih banyak talenta lokal

Perkembangan e-commerce yang semakin pesat pun menjadi salah satu daya tarik sendiri, termasuk Criteo yang merupakan salah satu pemain terdepan global dalam performance display ads. Meskipun beroperasi di Singapura untuk pasar Asia Tenggara, Criteo akan mencoba berinvestasi di Sumber Daya Manusia (SDM) tahun ini dengan mencari talenta lokal Indonesia, karena kini Indonesia telah menjadi salah satu pasar terpenting Criteo di Asia Tenggara.

Fokus di pasar Indonesia

Managing Director Criteo for Southeast Asia Yuko Saito mengatakan, "Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami. Beberapa bulan yang lalu sebenarnya tidak seperti ini. Tapi kini, Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesar kami dari sembilan negara yang kami cover (di Asia Tenggara)."

Yuko menambahkan:

"Oleh karena itu kami banyak habiskan waktu dan fokus untuk Indonesia dan juga kami mulai mempekerjakan staf lokal di sini untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. [...] Jadi tahun ini pasar Indonesia adalah fokus utama kami dan kami akan berinvestasi untuk memperkerjakan orang lebih banyak lagi untuk pasar ini."

Yuko melihat Indonesia sebagai pasar yang penting bukan tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui, saat ini sedang terjadi pergeseran behavior di tengah-tengah masyarakat Indonesia, dari offline ke online, dengan semakin bertambahnya pengguna Internet di Indonesia. Sesungguhnya Criteo sudah menaruh perhatian terhadap Indonesia sejak Desember 2013 lalu, saat Criteo membuka kantor di Singapura sebagai pusat operasinya untuk Asia Tenggara dengan fokus kunci di mobile advertising.

Potensi besar untuk industri e-commerce  ($3.56 billion di 2015) dan penetrasi perangkat mobile yang terus meningkat adalah alasan lain Criteo dalam melirik Indonesia sebagai pasar pentingnya. Juga dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam dengan perangkatnya. Meskipun demikian, Yuko juga mengakui potensi besar tersebut bukan tanpa hambatan.

Tantangan layanan periklanan mobile

Menurut Yuko setidaknya ada dua tantangan, dari sisi teknis, dalam dunia mobile untuk menyediakan solusi performance display ads yang tertarget. Pertama yaitu dunia mobile yang berbeda-beda. Dari sisi platform saja sudah ada Android dan iOS (juga Windows). Sedangkan dari sisi aplikasinya ada mobile browser untuk mengakses Internet dan ada aplikasi yang dibuat para pengembang.

Tantangan lainnya adalah tak ada standar bagi aplikasi dalam menampilkan iklan, seperti bagaimana mengakomodasi teknologi flash dan tautan URL dengan cookies.

Menurut Yuko, tantangan dari sisi teknis ini sudah dapat teratasi dengan hadirnya HTML 5 dan juga Deep Linking. Jadi tantangan yang tersisa adalah bagaimana memberikan iklan kepada konsumen secara tepat sasaran.

Solusi Criteo

Terkait hal tersebut, Yuko menjelaskan bahwa Criteo melalukannya secara bertahap, sejak tahun 2008 dimulai dari desktop hingga April 2014 ketika Criteo meluncurkan solusi full mobile web-nya, termasuk untuk platform iOS.

Criteo juga membangun teknologi Big Data Analytics-nya sendiri yang dapat memprediksi perilaku konsumen saat menjelajah Internet sehingga dapat menghasilkan consumer insight yang memungkinkan Criteo menyajikan iklan dengan tepat sasaran, baik itu produknya, orangnya, dan juga waktunya.

Saat ini, Criteo juga sudah memiliki 20 partner lokal di Indonesia dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu rekan kerjanya di Indonesia adalah Traveloka. Yuko menyebutkan bahwa di sektor travel digital banner advertising menjadi favorit untuk diklik hingga berhasil melakukan transaksi.

"Tren ini sebenarnya terlihat hampir di setiap pasar (termasuk Indonesia). Kategori pertama yang orang cenderung mengkonversi (hingga transaksi akhir) lebih banyak berada di travel. Hal ini terjadi karena travel tidak menawarkan produk nyata (yang dapat dilihat dan disentuh). Anda hanya melakuan transaksi dan selesai. Tak ada masalah logistik, hanya pembayaran. Jadi orang lebih nyaman," ujarnya.