1. Startup

Dijual: QiosQu.com

QiosQu.com, salah satu pemain e-commerce lokal yang menyediakan tempat bagi mereka yang ingin membuat toko online, dengan istilah kios, kini sedang dalam proses untuk dijual. Berdasarkan tweet Felix Widjaya kemarin siang, QiosQu kini terbuka bagi mereka yang tertarik untuk membeli startup yang sampai sekarang masih dalam versi alpha ini.

QiosQu merupakan salah satu produk dari Stucel, studio desain web yang mengembangkan MoodMill, sebuah layanan micro-blogging, yang juga sudah dijual kepada KingSide Media sekitar pertengahan tahun 2008 yang lalu.

Untuk MoodMill, jika melihat dari penjelasan mereka di blog resminya, MoodMill dijual dikarenakan, pada waktu itu mulai bermunculan para pemain besar di layanan micro-blogging dan MoodMill tertinggal jauh perkembangannya dari para pemain besar ini, dan Stucel juga mengatakan bahwa mereka lemah dari sisi kekuatan dan keuangan, dengan akuisisi atas MoodMill, mereka berharap layanan itu akan semakin berkembang.

Situasinya kini sudah pasti berbeda, karena Stucel sendiri sudah berkembang dari 2 tahun yang lalu, tetapi apakah penjualan Quisqu juga dikarenakan alasan yang sama yang dihadapi Stuclel atas MoodMill? Ataukah mungkin dikarenakan tingkat persaingan layanan e-commerce yang semakin tinggi dan rendahnya partisipasi mereka yang ingin menggunakan jasa layanan seperti yang disediakan QiosQu?

Kalau melihat kondisi pasar, sepertinya geliat e-commerce masih terus bertumbuh, berbagai layanan terus bermunculan, DailySocial juga mendengar ada setidaknya satu lagi layanan sejenis, yang menyediakan fasilitas pembuatan toko online yang sedang mempersiapkan polesan akhir atas layanan mereka sebelum meluncurkan situsnya secara resmi, belum lagi layanan lain seperti misalnya Tokopedia, yang beberapa bulan lalu memasuki ulang tahunnya yang pertama mengumumkan pertumbuhan yang cukup signifikan atas layanan mereka, yang memberikan arti bahwa pangsa pasar masih terbuka luas.

Dari beberapa obrolan serta diskusi yang pernah saya dengar, beberapa pelaku layanan penyedia toko online juga optimis bahwa bisnis ini adalah bisnis jangka panjang yang juga mengikuti berbagai perkembangan internet serta adaptasi konsumen atasnya, seperti pola belanja online yang terus tumbuh serta perkembangan alat pembayaran online yang juga masih berkembang.

Meski tingkat persaingan cukup ketat, peluang serta pangsa pasar masih cukup luas, pertumbuhan pengguna internet kita juga masih sedikit jika dibandingkan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia, apalagi penetrasi internet juga masih bertumbuh.

DailySocial juga mencoba untuk menghubungi mas Felix untuk mendapatkan kabar langsung tentang rencana penjualan ini, jadi jika ada perkembangan terbaru akan kami tulis langsung. Sementara itu, apakah dari pembaca DailySocial ada yang tertarik untuk membeli QiosQu? Bagaimana pendapat Anda tentang rencana penjualan QiosQu ini? Pendapat Anda kami tunggu pada kolom komentar.