1. Startup

Facebook Cari Head of Indonesia yang Baru

Anand Tilak segera emban peranan baru di Facebook, Facebook Indonesia tetap fokus edukasi pengiklan di tahun 2015

Pimpinan Facebook Indonesia Anand Tilak dalam acara media briefing dengan jurnalis memastikan bahwa ia akan segera menyelesaikan tugasnya sebagai Head of Indonesia dan akan mengemban posisi lain di Facebook. Selain itu Anand juga mengatakan bahwa fokus Facebook Indonesia tahun ini tetap mengedukasi pengiklan tentang bagaimana memanfaatkan Facebook sebagai media yang efektif.

Menjawab pertanyaan DailySocial, Anand menyebutkan dalam kariernya dia selalu cukup lama bertahan di suatu perusahaan, oleh karena itu dia tetap bekerja di Facebook, tetapi akan mengisi posisi lain, meski tidak menyebutkan apa dan di mana posisi baru tersebut. Anand sendiri menjabat posisi Head of Indonesia sejak Facebook Indonesia didirikan.

Dalam lowongan yang dipublikasi pertengahan Maret lalu, Facebook mencari seseorang yang memiliki pengalaman setidaknya 12 tahun di bidang pemasaran, penjualan media, dan/atau periklanan dan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris dengan baik, mengisyaratkan mereka mencari orang lokal untuk menjadi nahkota berikutnya.

Dalam kesempatan ini Anand menegaskan fokus Facebook di Indonesia untuk membantu pengiklan membantu brand dan agency memanfaatkan Facebook sebagai platform media yang efektif dengan memberikan beberapa showcase kisah sukses berdasarkan pengukuran ad recall dan keinginan konsumen untuk membeli.

Anand mengatakan, "Selama setahun terakhir ini, kami telah menjalin kerja sama erat dengan sejumlah brand serta mitra di Indonesia untuk membantu mereka dalam mencapai hasil bisnis sesungguhnya serta pengukuran lebih baik melalui penuturan cerita yang kreatif untuk menjangkau konsumen Indonesia."

Per Maret 2015 disebutkan Facebook telah memiliki 72 juta pengguna aktif di Indonesia dan Anand memuji konsumen Indonesia sebagai pencipta tren, yang memiliki keaktifan paling tinggi untuk menggunakan smartphone, menggunakan Internet, dan melakukan interaksi di media sosial, ketimbang negara-negara lain yang lebih maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.