1. Startup

Gubernur DKI Jakarta Ingin Integrasikan Go-Jek dengan Transjakarta dan Smart City Jakarta

Demi mewujudkan konsep Smart City kota Jakarta yang lebih baik lagi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana untuk bekerja sama dengan Go-jek. Basuki sendiri sebelumnya pernah menyatakan dukungannya terhadap kehadiran Go-jek itu sendiri. Dalam pertemuannya dengan CEO Go-Jek kemarin (17/2) di Balai Kota, Basuki menyatakan ingin mengintegrasikan layanan Go-Jek dengan sistem Transjakarta dan sistem Smart City Jakarta.

Sebenarnya layanan Go-Jek sudah hadir sejak empat tahun lalu, tetapi semenjak serius menggarap pemesanan melalui perangkat mobile layanan ini semakin mendapat perhatian, baik itu dari masyarakat maupun pemerintah. Dikutip dari Kompas, Basuki sendiri menilai bahwa aplikasi Go-Jek yang diunduh ke perangkat mobile dapat membantu warga mendapatkan pelayanan transportasi dengan cepat dan tepat waktu.

Basuki mengatakan, "Mangkanya kami mesti kombinasi supaya perjalanan dari rumah ke halte Transjakarta dan dari halte ke kantor bisa terhubung, kan masih ada jalur yang tidak terhubung. Kami ingin pengguna Transjakarta yang pakai smartphone, bisa tahu busnya berhenti di mana dan langsung pesan ojek."

"Kami juga ingin Go-Jek terintegrasi dengan Smart City. Nantinya kerja sama ini menguntungkan kedua pihak karena kami bantu promosi mereka, sementara warga Jakarta dan turis memiliki banyak pilihan sarana transportasi," tambah Basuki.

Lebih lanjut Basuki juga menjelaskan bahwa usaha Go-Jek ini dapat meningkatkan penghasilan tukang ojek karena selain mengantarkan penumpang, ojek yang berada di bawah payung Go-Jek juga dapat memberikan layanan kurir, jasa antar barang, dan juga jasa membeli makanan dan barang lainnya. CEO Go-Jek Nadiem Makarim menambahkan bahwa saat ini perjalanan usahanya tebilang sangat pesat. Dalam waktu 1 bulan setelah diluncurkan, aplikasi Go-Jek sudah berhasil mencapai 50 ribu unduhan. Selain itu tukang ojek yang bernaung di Go-Jek juga saat ini sudah mencapai 2.000 orang di Jabodetabek.

Dikutip dari Liputan6, mengenai perekruktan tukang ojek, Nadiem menjelaskan, "Untuk tukang ojek juga kami melakukan cek domisili, background check, kami menelpon istrinya benar atau nggak dia tinggal, kita ada interview perilaku, dan pada saat dia jadi driver Gojek itu terus ada monitoring."

Mengenai pola kerja sama dengan bus Transjakarta, Ahok menjelaskan bahwa polanya sudah ada namun akan dibicarakan kembali terutama untuk MoU. Dia ingin semua bus nantinya dapat terintegrasi dengan smartphone warga, sehingga warga bisa tahu di mana bus yang diinginkan berada seperti yang sudah diterapkan oleh Go-Jek.

"Sudah ada polanya sih tinggal bikin aja MoU gimana. Kita kan pengen yang naik bus juga pakai smartphone, nanti tahu persis busnya sampai mana, dia bisa pesen ojek. Nah ini kita paksakan, kalau bus-busnya nggak mau ikut kami, kamu nanti mati sendiri. Kita tawarin Anda rupiah per kilometer kok, masih untung," tandas Ahok.