1. Startup

Portal Pencarian Kerja Heikaku Fokus Layani UKM

Sudah rangkul 2 ribu UKM dengan lebih dari 8 ribu iklan lowongan kerja

Di Indonesia sudah banyak pilihan portal pencarian pekerjaan. Heikaku kemudian hadir secara spesifik menargetkan pasar UKM. Memberikan pilihan bagi para UKM yang ingin mengiklankan lowongan pekerjaan, di sisi lain, bagi masyarakat bisa lebih mudah mencari lowongan pekerjaan.

"Seperti kita ketahui beberapa job portal hanya menerima perusahaan yang bersertifikat untuk job post, sedangkan UKM kecil tidak diperbolehkan, dan kalau pun boleh biaya iklannya sangat mahal. Padahal nyatanya lebih dari 90% penyerapan pekerjaan dari UKM. Heikaku ingin menjadi pusat iklan lapangan pekerjaan untuk Indonesia terutama lowongan kerja dari UKM," terang CMO Heikaku Satrya Sjukri.

Mulai beroperasi sejak Juli 2019, Heikaku sudah diminati 2 ribu UKM dengan lebih dari 8 ribu iklan lowongan kerja di dalamnya. Sementara untuk peminatnya ada di angka 69 ribu pelamar.

"Loker yang paling banyak di buka adalah untuk tingkat SMA/SMK seperti admin, sales, drafter, telemarketing, marketing, SPG dan lainnya. Sekitar 87% pelamar di Heikaku adalah lulusan SMA/SMK. Dengan 50:50 untuk pria dan wanita. Namun kami melihat banyak peningkatan drastis di bidang IT," sambung Satrya.

Heikaku yang juga digawangi oleh Steven Chu (CEO), Detin Melati (CCO), Komala Surya (CTO) ini pernah mendapat suntikan dana dari angle investor yang enggan disebutkan detailnya. Kendati demikian, saat ini mereka masih membuka diri untuk investasi lanjutan untuk membuat mereka berkembang lebih cepat.

Sekarang platform lowongan pekerjaan hadir dengan berbagai macam bentuk. Sebut saja Ekrut, Nusatalent, Job2Go, Workmate, Kormo, Glints, Kalibrr, Job Street, dan semacamnya. Semuanya hadir dengan keunikannya masing-masing, baik dari segi teknologi maupun fitur. Heikaku sendiri cukup optimis dengan keunikan yang mereka pilih.

UKM dan AI

Cerita mengenai implementasi AI di Indonesia sudah banyak terdengar. Banyak bisnis yang "memerkan" teknologi yang mereka miliki ditenagai oleh AI sehingga bisa membuat lebih efisien dan efektif. Heikaku pun demikian, mereka tengah mengembangkan smart scoring yang memanfaatkan teknologi artificial intellegence sehingga bisa menghitung tingkat kesesuaian pelamar dengan lowongan yang ingin dilamar.

"Ini membantu mempercepat proses perekrutan. Kami mengerti keinginan para milenial dalam mencari kerja, mereka dapat mencari fasilitas atau benefit kantor dengan fasilitas-fasilitas seperti kolam renang, dapur, penitipan anak atau dapat bekerja dari rumah. Ini membuat keunikan sendiri dari Heikaku," ujar Satrya bercerita.

Untuk menjaga kualitas dan keaslian lowongan yang mereka pasang, Heikaku secara khusus menyediakan tim screening yang akan menghubungi, memverifikasi, dan memastikan lowongan yang muncul sesuai dan bertanggung jawab. Heikaku juga menyediakan fitur proteksi untuk kandidat melalui tombol pelaporan.

Sementara itu untuk model bisnis, Heikaku menerapkan model berlangganan. Jadi setiap UKM yang ingin memasang iklan lowongan pekerjaan mereka dikenakan biaya langganan per bulan atau per tahun. Pihak Heikaku juga tengah merencanakan untuk menghadirkan mekanisme cicilan untuk lebih memudahkan UKM dalam menjangkau layanan mereka. Targetnya, di tahun 2020 mereka ingin memiliki 30 ribu UKM terdaftar di situs mereka.

"Mengingat bencana yang sekarang kami rasakan Bersama dari COVID-19, UKM sangat terpukul dan banyak PHK terjadi. Heikaku ingin membantu dan menginformasikan kepada UKM agar tetap tenang karena mereka dapat melanjutkan bisnisnya dengan mencari karyawan di Heikaku. Heikaku dibuat untuk UKM, mereka dapat membuka lowongan kerja dengan gratis. Sehingga dapat membantu para korban PHK dan pencari kerja agar cepat dapat mendapatkan kerja dan melanjutkan kehidupannya lagi," tutup Satrya.

Application Information Will Show Up Here