1. Startup

Kerjabilitas Jembatani Kebutuhan Karir Penyandang Disabilitas

Kerjabilitas adalah salah satu startup yang lolos dalam putaran pertama Google Launchpad Accelerator

Kerjabilitas merupakan sebuah platform (mobile dan web) pencari kerja yang dikhususkan bagi masyarakat berkebutuhan khusus (difabel). Sedikit berbeda dengan platform perncari kerja pada umumnya, Kerjabilitas mendesain layanan yang ada menyesukaikan dengan calon penggunanya. Misalnya dengan menambahkan kompatibilitas screen reader untuk penyandang tuna netra dan memasangkan simbol-simbol tertentu untuk mudah dipahami oleh penyandang tuna rungu. Selain itu lowongan pekerjaan yang ditawarkan juga langsung menyasar kepada perusahaan penyedia kerja inklusi.

Kepada DailySocial Rubby Emir selaku Direktur Saujana, lembaga penggagas Kerjabilitas, menjelaskan proyek ini berawal tahun lalu, tepatnya di bulan September. Rubby dan teman-teman melihat sebuah kesenjangan di masyarakat, orang dengan kebutuhan khusus cenderung dianak tirikan oleh lapangan kerja, ketenagakerjaan di Indonesia belum ramah disabilitas. Dari masalah tersebut muncul sebuah ide untuk menjembatani kebutuhan lapangan kerja penyandang disabilias dengan lapangan pekerjaan yang mau menerima.

Pendekatan mobile dipilih karena memiliki aksesibilitas tinggi untuk kaum difabel

Kendati tersedia juga dalam platform web, namun pengembang Kerjabilitas mengatakan bahwa pihaknya akan banyak memfokuskan inovasi produk di platform mobile. Terdapat dua alasan, pertama bagi kaum difabel perangkat mobile lebih mudah diakses dari pada komputer. Kedua, perangkat mobile memungkinkan layanan Kerjabilitas untuk bisa lebih mudah melakukan ekspansi ke seluruh wilayah Indonesia. Kendati saat ini baru difokuskan di kota-kota besar di Jawa, ke depan visi Kerjabilitas ingin merangkul seluruh pengguna di Indonesia.

Untuk menggunakan layanan ini, pengguna perlu mendaftarkan diri dan mengisi profil resume mereka. Tidak seperti layanan pencari kerja pada umumnya, pengguna akan lebih banyak diminta mengisi data diri terkait dengan kemampuan dan keahlian khusus yang mereka miliki. Tim Kerjabilitas merasa jika format resume disamakan dengan yang digunakan masyarakat pada umumnya akan terlihat kosong.

Dengan mendaftarkan diri di layanan Kerjabilitas, antar pengguna juga dapat saling berinteraksi dengan platform sosial yang menjadi bagian dari layanan. Dari pengamatan tim Kerjabilitas, rekan-rekan difabel cenderung aktif di media online. Kebanyakan dari mereka sering berkomunikasi melalui media sosial ala Facebook.

Mendorong perusahaan terhadap pentingnya memberikan porsi untuk pekerjaan inklusi

Tim Kerjabilitas bekerja tidak hanya mengembangkan sebuah platform teknologi. Banyak kegiatan lapangan yang turut dilakukan untuk memaksimalkan pencapaian Kerjabilitas. Salah satunya dengan banyak melakukan konsolidasi dengan perusahaan-perusahaan untuk mau menerima tenaga kerja berkebutuhan khusus.

Tim Kerjabilitas banyak memberikan pemahaman langsung kepada perusahaan bahwa terdapat banyak aspek yang bisa diberikan kesempatannya kepada kaum difabel. Contohnya pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan kemampuan komunikasi atau mobilitas tinggi. Karena secara pendidikan, tak sedikit orang dengan kebutuhan khusus mengenyam pendidikan tinggi.

Sepuluh bulan bekerja, Kerjabilitas saat ini sudah menjangkau lebih dari 700 pengguna, dan menghubungkannya ke lebih dari 100 penyedia lapangan kerja.

Permintaan pekerjaan tinggi, namun kesempatan masih kurang

Tantangan utama yang saat ini masih terus mencoba dipecahkan ialah mencari sebanyak mungkin kesempatan kerja untuk jumlah pencari kerja yang banyak. Di luar Jawa kesempatan yang ada bahkan jauh lebih minim. Kendati sudah ada peraturan standar PBB tentang Persamaan Kesempatan bagi Para Penyandang Cacat (2013), yang mengisyaratkan perusahaan setidaknya memberikan 1% untuk kaum difabel, nyatanya realisasi masih jarang ditemui.

Dari aspek pencari kerja tantangan terbesar bukan pada memotivasi atau mendorong mereka untuk percaya diri di lingkungan pekerjaan, namun lebih kepada cara-cara untuk menjangkau mereka. Kerjabilitas sudah mencoba beberapa cara, salah satunya menggunakan fasilitas online berbayar, misalnya di Facebook, dari total populasi yang ditemui biasanya hanya valid beberapa persen saja. Belum bisa menjangkau keseluruhan secara langsung. Untuk mensiasatinya, strategi yang saat ini digencarkan ialah dengan mendatangi langsung berbagai kegiatan sosial atau yang diselenggarakan khusus untuk kaum difabel.

Menjadi sebuah gerakan sosial, namun harus tetap mencari cara untuk mempertahankan operasional layanan

Saat ini Kerjabilitas sudah mendapatkan beberpa grant dari beberapa pihak, seperti dari Microsoft, Google dan beberapa rekanan lain. Namun tim menyadari bahwa tidak selamanya Kerjabilitas akan terus bertahan dengan sokongan dari pihak lain. Proses bisnis pun sudah disiapkan, karena Kerjabilitas juga memiliki visi ke depan untuk terus berkembang dan bertahan.

Ketika sudah mencapai jumlah pengguna yang banyak, proses bisnis akan dijalankan. Salah satunya dengan menyediakan iklan premium. Selain itu juga akan dibuat konten premium dan layanan pembinaan karir. Bagi perusahaan juga menyediakan jasa konsultasi dan pendampingan untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah untuk orang berkebutuhan khusus.

Saat ini tim Kerjabilitas baru terdiri dari 7 orang. Terbagi atas 3 pengembang, 2 tim administrasi dan sisanya fokus pada konten. Dua di antara anggota tim tersebut juga penyandang disabilitas.

Kerjabilitas memiliki visi besar ke depan, untuk membawa layanan yang ada menjadi sebuah gerakan nasional yang mampu menjangkau seluruh Tanah Air. Berbagai upaya terus dilakukan. Dan dalam beberapa waktu ke depan, tim Kerjabilitas juga akan mengikuti proses inkubasi oleh Google Launchpad Accelerator di Mountain View untuk mematangkan produk. Pihaknya juga berusaha terus menjalin kemitraan dengan rekanan yang memungkinkan membawa Kerjabilitas berkembang.