1. Startup

Kongko Digital Siap Perkaya Produk Yogrt Melalui Kolaborasi Dengan Pengembang Lokal

Siap berekspansi ke Asia Tenggara dan mengkreasikan mini games untuk raih pengguna lebih luas

Nama Kongko Digital mungkin belum begitu santer terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Meskipun begitu, salah satu produk mereka yakni Yogrt telah mencapai ratusan ribu unduhan versi Google Play Store dan mendapatkan cukup banyak perhatian di kalangan pemuda-pemudi Tanah Air. Yogrt ialah dating app dengan konsep gamifikasi yang menarik. Guna melebarkan pangsa pasarnya, Kongko Digital dikabarkan siap berkolaborasi dengan pengembang lokal.

Kongko Digital sendiri merupakan perusahaan IT yang berbasis di Singapura dan didirikan pada bulan Mei 2014 silam. Kongko Digital dibekali passion dan pengalaman yang luas seputar industri digital di Indonesia, mengingat CEO Kongko Digital Jason Lim merupakan mantan Presiden Director PT Acer Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun.

Indonesia dianggap sebagai market yang besar untuk berbagai produk, termasuk aplikasi sosial seperti Yogrt. Dengan komposisi populasi yang sangat muda, tech savvy, dan lebih dari 50%-nya berusia di bawah 30 tahun, menjadikan interaksi sosial merupakan bagian penting di tengah masyarakat. Berangkat dari alasan tersebut, Kongko Digital menyasar pasar Indonesia dan mengoperasikan kantornya di sini.

Berdasarkan wawancara dengan PR Kongko Digital Astrid Warsito, pihaknya kini memiliki rencana memperlebar sayap ke Asia Tenggara dengan aplikasi Yogrt sebagai fokusnya. Yogrt telah memiliki lebih dari sepuluh mini games, salah satu yang populer adalah Match 7 yang dibangun berdasarkan simplified psychological profiling yang memungkinkan dua orang dapat mengenal satu sama lain lebih baik. Saat ini Yogrt tengah bersiap untuk meluncurkan profiling game terbaru yang sudah pasti lebih menarik dan sesuai “cita rasa” pengguna app di Indonesia. Tidak cukup sampai di situ, Astrid memaparkan bahwa pihaknya ingin memperbanyak konten/permainan lokal melalui kolaborasi dengan para pengembang Indonesia yang berbakat.

Perihal metode penggaetan user, Yogrt sejauh ini menggunakan banyak channel dan pendekatan 360 untuk menggapai target market mereka, termasuk aktivitas online dan offline, seperti universityroadshow, retention program, media relations, community events.

“Masyarakat Indonesia memiliki sikap kolektivis dan secara aktif menggunakan media sosial, namun mereka memiliki pola untuk selalu memperluas teman offline mereka ke dalam jaringan media sosial. Sangat jarang melihat mereka bertemu dengan teman online baru kemudian mengajak mereka untuk bertemu secara offline. Selain itu, harga internet yang lebih terjangkau dan didukung dengan pertumbuhan smartphone yang meningkat pesat, diharapkan akan mempercepat adopsi aplikasi social Yogrt di Indonesia,” ujar Astrid perihal perilaku pengguna Yogrt.