1. Lifestyle

Peneliti Ciptakan 3D Printer Kaca, Sanggup Membuat Struktur yang Amat Kompleks

Sebagai produk yang ideal untuk divisi riset dan pengembangan, 3D printer juga banyak diteliti oleh para ahli guna mengembangkan potensinya. Kali ini sebuah tim asal MIT (Massachusetts Institute of Technology) membuat gebrakan baru dengan memperkenalkan metode 3D printing kaca.

Metode yang dijuluki G3DP ini memungkinkan penciptaan struktur kaca yang kompleks, dengan proses pencetakan yang tidak jauh berbeda dari cara kerja 3D printer tradisional.

Proses ini melibatkan dua bilik yang berbeda pada printer; satu berperan sebagai 'kompor' yang mampu mencapai suhu di atas 1.000 derajat Celsius, dan satu lainnya bertugas untuk menjaga konsistensi lelehan kaca tersebut supaya tidak terlalu lembek, tapi masih bisa dibentuk dengan mudah.

Selanjutnya, lelehan kaca pun siap dikucurkan. Pelat dasarnya dipanasi dengan suhu sekitar 480 derajat Celsius agar lelehan kaca yang sudah dibentuk bisa mendingin secara perlahan. Dengan demikian, struktur kaca pun bisa terjaga tanpa ada retakan di bagian-bagian tertentu.

Info menarik: Ilmuwan Berhasil Buat Perangkat ‘Teleportasi’ Berbasis 3D Printer

Namun sisi teknisnya itu tidak terlalu penting. Yang paling penting adalah manfaat dari 3D printing kaca ini. Menurut salah satu anggota tim peneliti, mereka menilai buah pemikiran mereka ini bisa dimanfaatkan di bidang arsitektur.

Proses mencetak 3D menggunakan kaca ini memang memakan waktu yang lama, tapi sebagai gantinya, struktur yang hendak diciptakan bisa sangat-sangat kompleks.

Sejauh ini memang belum ada rencana untuk mengomersialkan 3D printer kaca ini. Kendati demikian, metodenya sudah ditemukan, dan hasilnya pun sudah bisa dilihat secara langsung. Sekarang kita tinggal menunggu riset lebih lanjut terkait potensi pengaplikasiannya.

Sumber: Mashable dan CNET.