1. Startup

Startup Assistive E-Commerce Kudo Kembali Peroleh Pendanaan

Putaran pendanaan dipimpin EMTEK, disebutkan nilainya mencapai 8 digit dollar Amerika Serikat atau lebih dari 130 miliar Rupiah

Kudo, layanan e-commerce yang membantu masyarakat (khususnya yang belum melek teknologi) berbelanja online, mengumumkan perolehan pendanaan sebesar 8 digit dollar Amerika (kisarannya sangat luas, antara 130 miliar hingga 1,3 triliun Rupiah) dari grup investor yang dipimpin EMTEK. Investor terdahulu, yaitu East Ventures, 500 Startups, Singapore Press Holdings, IMJ Investment Partners, dan Skystar Capital, juga turut berpartisipasi. Pendanaan ini disebutkan untuk membantu memperluas pengadaan agen yang lebih masif di seluruh Indonesia. Selain itu Kudo juga memperkenalkan Sukan Makmuri sebagai CTO perusahaan. Sukan sebelumnya kita kenal pernah berkiprah bersama Kaskus.

Diungkapkan dalam rilisnya, Kudo mengklaim saat ini memiliki lebih dari 150 ribu agen yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan telah membantu lebih dari satu juta orang Indonesia yang sebelumnya belum pernah berbelanja online, karena keterbatasan perangkat dan alat pembayaran.

Kudo sendiri didirikan oleh Albert Lucius dan Agung Nugroho di awal tahun 2015. Perusahaan memperoleh pendanaan Seri A di bulan Mei 2015.

Dulu awalnya Kudo menggunakan perangkat khusus yang bisa diakses konsumen secara langsung. Kini mereka memastikan agen, dengan kelengkapan smartphone Android dan aplikasi Kudo, adalah sarana paling tepat untuk menyebarkan "virus" belanja online ke seluruh pelosok Indonesia. Kudo telah bermitra dengan berbagai pihak untuk melayani pembayaran berbagai kebutuhan bulanan (pulsa telepon, listrik prabayar), pembelian tiket pesawat, dan pembelian barang-barang melalui marketplace.

Co-Founder dan COO Kudo Agung Nugroho menyebutkan, "Kami ingin memberdayakan lebih dari 1 juta pengusaha digital [sebagai agen] dan memudahkan jutaan orang Indonesia untuk berbelanja online pertama kalinya di tahun 2018. Kami percaya pada kemampuan eksekusi kami di Indonesia. Kemitraan strategis kami dengan perbankan [yang banyak menyasar konsumen] di daerah pedesaan, BTPN, dan sejumlah mitra distributor dan ritel kunci akan membantu kami meraih tujuan ini dengan lebih cepat."

Sementara disinggung soal penunjukan Sukan, yang sebelumnya sempat lama berkiprah di Amerika Serikat, Kudo berharap bisa mendorong lebih banyak diaspora teknologi yang "pulang kampung" dan berkontribusi untuk membangun ekonomi digital Indonesia, yang khusus untuk sektor e-commerce saja ditargetkan mencapai nilai $130 miliar di tahun 2020.

Bagi EMTEK, investasi di Kudo melengkapi lingkaran investasi yang dilakukannya setelah sebelumnya berinvestasi di marketplace umum Bukalapak dan layanan e-commerce barang mewah Bobobobo.