1. Startup

XL Gandeng Pengembang Lokal untuk Kembangkan Aplikasi IoT

Melalui kompetisi yang digelar bersama dengan Dicoding menggunakan platform Agnosthing

Penetrasi inovasi Internet of Thing (IoT) di Indonesia mulai tumbuh. Setelah banyak inisiatif IoT bermunculan di tanah air, salah satu operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL)  juga mencoba mengembangkan produk IoT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Untuk menghadirkan produk yang inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar XL pun merangkul para pengembang lokal melalui kompetisi yang digelar berkat kerja sama XL dengan Dicoding.

Chied Digital Service Officer XL Joseph Lumban Gaol dalam rilisnya mengungkapkan bahwa ia melihat dengan menggandeng para pengembang lokal adalah pilihan terbaik untuk terus mengembangkan layanan IoT. Menurutnya Indonesia memiliki banyak bakat yang bisa menciptakan solusi-solusi digital. Karena itulah XL hadir untuk berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Saat ini menurut Joseph, XL telah memiliki platform IoT yang diberi nama Agnosthing. Sebuah platform pengembangan layanan telekomunikasi yang mencakup layanan pengelolaan perangkat, pengelolaan aplikasi baik itu aplikasi mobile maupun aplikasi web, pengelolaan konektifitas Data Package atau SMS. Selain itu platform ini juga bisa dikembangkan sebagai solusi Solution as a Service (SaaS).

Untuk mengembangkan inisiatif IoT XL bekerja sama dengan Dicoding menggelar kompetisi “Agnosthings IoT Developer Challenge” dengan target untuk menghasilkan lebih dari 100 aplikasi untuk Agnisthings dalam berbagai variasi solusi, terutama yang bisa diterapkan pada layanan Smart City, Smart Home dan Creative City.

Co-Founder Dicoding Narenda Wicaksono  menggungkapkan, “Kami mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan XL Axiata untuk mendorong para developers dan makers di tanah air mengembangkan solusi-solusi IoT yang dapat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.”

Tahun ini kompetisi akan dilaksanakan dua kali. Acara pertama sudah berlangsung di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya beberapa waktu lalu. Pada gelaran pertama kompetisi diikuti tak kurang dari 250 pengembang. Selain kompetisi dalam kesempatan tersebut juga berlangsung coaching clinic tentang platform Agnosthings.

Berbagai solusi yang tercipta dalam kompetisi tersebut, untuk tema Smart Home antara lain berupa remote control untuk lampu, perangkat elektronik, kompor gas, tendon air, dan alat-alat rumah yang membutuhkan kecermatan dalam pemakaiannya. Lalu ada juga solusi inovatif berupa perangkat otomatis untuk lampu dan AC, yang ketika pemilik rumah sudah dekat lampu dan AC bisa menyala sendiri. Solusi menarik lainnya berupa aplikasi untuk menjaga bayi. Aplikasi ini memiliki fitur yang bisa memonitor kondisi bayi, termasuk juga mengatur suhu ruangan yang nyaman untuk si bayi, dan juga bisa mendeteksi suara bayi yang menangis.

Selanjutnya bersama dengan BEKRAF dan Dicoding, XL akan menyelenggarakan event ke dua di akhir tahun 2016 ini.  Pada kompetisi tersebut, XL memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat solusi aplikasi digital berbasis mobile atau web dengan dua tema, yaitu Smart Home dan Smart Power. Mereka pun harus membuat konstruksi solusi yang diciptakan, mulai dari problem statement yang mendasari penciptaan solusi, desain inovasi, model solusi yang akan dibangun pada Agnosthings, hingga rencana fase pengembangan.