Machine learning atau mesin pembelajaran merupakan salah satu ide cemerlang yang bakal membuat piranti lunak makin berdaya guna dan pintar. Walhasil, aplikasi-aplikasi tersebut secara otomatis memberikan lebih banyak opsi dan kemudahan kepada para pengguna. Facebook, Google, Microsoft dan sejumlah perusahaan teknologi papan atas dunia sudah mulai serius dan fokus mengembangkan teknologi ini. Dan Adobe rupanya tak ingin duduk di kursi belakang sebagai penonton.

Baru-baru ini Adobe merilis video demonstrasi cara kerja sebuah aplikasi mobile yang mempunyai kemampuan memperbaiki jepretan foto selfie menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning. Aplikasi tersebut menggunakan platform AI bernama Adobe Sensei yang pertama kali diumumkan pada bulan November 2016 lalu. Platform yang sama digunakan di tool Creative Cloud dan layanan Marketing and Document Cloud.

Dalam video berdurasi 1 menit-an tersebut Adobe menunjukkan potensi kapabilitas yang dipunyai Sensei sebagai aplikasi edit foto pintar di perangkat smartphone. Video tersebut mempertontonkan bagaimana aplikasi yang belum punya nama itu memperbaiki foto selfie yang diabadikan melalui kamera.Video demo menayangkan bagaimana pengguna dapat menambahkan background blur dengan tingkatan yang diinginkan, menyesuaikan sudut pandang dengan menggeserkan kepala di dalam foto dan bahkan memperbaiki distorsi lensa sehingga membuat foto terlihat lebih akurat.

Bukan hanya itu, pemeran dalam video tersebut juga memperlihatkan bagaimana ia mengaplikasikan Style yang dapat ditemukan di dalam platform dengan hanya sekali sentuh. Hebatnya lagi, pengguna bahkan dapat mereplikasi sebuah foto dan menerapkannya ke foto selfie dirinya. Fitur ini disebut dengan Style Transfer. Foto sampel bahkan dapat dicari di platform yang berbeda, misalnya Google Image. Pengguna cukup menyentuh foto yang ia sukai, kemudian aplikasi Adobe akan menyalin dan menerapkannya ke foto selfie pengguna. Mengesankan, bukan?

Hampir sebagian besar fitur yang ada di video teaser ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Adobe. Tetapi, kala itu diterapkan dengan menggunakan perangkat komputer desktop. Ini adalah kali pertama Adobe mendemonstrasikan kemampuan tersebut di sebuah perangkat smartphone.

Kendati terlihat matang dan siap pakai, namun belum jelas kapan dan apakah Adobe berencana merilis aplikasi inovatifnya tersebut ke publik dalam waktu dekat.

Sumber berita Techcrunch, Gizmodo dan gambar header Adobe.