Categories

Interview

Alasan Rockliffe Indonesia Rebranding Aplikasi StealthMessenger Menjadi StealthChat

Identitas baru ialah demi menjaga konsistensi dari brand yang dikembangkan serta peningkatkan brand awareness produk

Adjie Priambada - 3 September 2015

Ada yang baru dari salah satu aplikasi chatting yang dikembangkan oleh PT Rockliffe Indonesia, yakni StealthMessenger. Aplikasi berbasis Android dan iOS tersebut kini telah berganti nama menjadi StealthChat. Selain itu, seiring dengan pergantian namanya, StealthChat juga mendapatkan pembaruan di sisi fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasinya.

Salim Djundam dari PT Rockliffe Indonesia mengungkapkan bahwa alasan untuk rebranding produk StealthMessenger menjadi StealthChat adalah demi menjaga konsistensi brand dan juga untuk meningkatkan awareness konsumen. Selain mengembangkan produk aplikasi chatting untuk konsumen, Rockliffe juga mengembangkan aplikasi chatting yang fokus pada keamanan bagi perusahaan bernama AstraChat. Salim mengatakan,

“Demi mendukung konsistensi brand, maka kami memutuskan untuk melakukan rebranding pada StealthMessenger dan menggunakan ‘chat’ sebagai brand identity terbaru dari Stealth yang kami nilai lebih familiar dan mudah dipahami di samping penggunaan ‘messenger’. Langkah ini kami ambil demi menjaga konsistensi merek dari produk Rockliffe yang sudah ada di pasar tetapi dengan kategori yang berbeda. Kami juga ingin meningkatkan brand awareness terhadap produk Stealth.”

Sesuai namanya, StealthChat berupaya agar aktivitas berkirim pesan tidak mudah dilihat tanpa izin penggunanya. Aplikasi chatting dari Rockliffe ini menawarkan kenyamanan berkirim pesan didukung oleh teknologi keamanan yang tinggi, misalnya fungsi password sebelum mengakses pesan dan data yang terenkripsi dengan teknologi AES/EAX dan menggunakan fungsi derivatif passwordPBKDF. Beberapa fitur lainnya pun mungkin akan mengingatkan penggunanya dengan aplikasi Telegram.

Target pasar dan upaya akuisisi pengguna StealthChat

Dengan kemampuan keamanan yang ditawarkan, bisa dibilang kaum profesional merupakan salah satu target pasar dari StealthChat yang paling potensial. Hal ini dikarenakan kebutuhan privasi mereka yang terbilang lebih tinggi jika dibandingkan pengguna lainnya. Tapi menurut Salim, sejatinya target pasar dari StealthChat adalah semua lapisan masyarakat umum yang membutuhkan pelindungan privasi dalam berkomunikasi.

“Tentunya kami mengharapkan hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan lahirnya segmen baru di Indonesia misalnya ‘Privacy Seeker’ dari berbagai golongan,” ujarnya.

Demi menjangkau pengguna lebih banyak, StealthChat menempuh jalur edukasi melalui berbagai saluran media yang ada. Mulai dari media elektronik, media sosial, portal media online, hingga blog. Selain itu StealthChat akan melakukan penajajakan kerja sama dengan berbagai mitra strategis dan ke depannya akan terlibat aktif dalam acara-acara IT, serta coba menjajaki pemanfaatan iklan digital.

Namun bagaimanapun juga, StealthChat bermain di pasar Indonesia di mana masih ada sebagian besar masyarakat yang tidak begitu peduli terhadap privasi di dunia digital secara umum. Apalagi StealthChat hanya sekedar aplikasi chatting. Tapi, Salim tetap optimis dengan keadaan ini dan percaya bahwa ke depannya StealthChat dapat dikenal luas dan menjadi standar industri untuk aplikasi pesan aman. Salim menjelaskan,

“Kami percaya bahwa kesadaran akan keamanan dan perlindungan privacy dalam berkomunikasi akan semakin kuat seiring berjalannya waktu dan nantinya setiap smartphone akan membutuhkan aplikasi pesan chatting yang aman.

“Beberapa orang di Indonesia mungkin tidak terlalu peduli atau tidak ingin pusing menghabiskan waktu mereka berkutat dengan perihal keamanan privasi pada aplikasi chat. Alasan utamanya karena aplikasi yang diklaim sebagai aplikasi yang aman biasanya tidak mudah untuk digunakan. […] Kami optimis dengan strategi pemasaran dan edukasi pelanggan yang tepat nantinya StealthChat dapat dikenal luas dan menjadi standar industri untuk messaging aman,” tambahnya.

Monetisasi bisnis dan rencana ke depan StealthChat

Menurut Salim StealthChat direncanakan untuk mengadopsi model bisnis freemium terkait monetisasinya, di mana akan ada biaya tambahan untuk fitur-fitur yang tersedia. Nantinya, 10 persen dari pendapatan yang diperoleh akan dialokasikan untuk bantuan pendidikan di daerah terpencil di Indonesia. Harapannya, dana tersebut dapat membantu anak-anak muda Indonesia untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang sama, khususnya ilmu komputer, hingga jenjang tertinggi.

Untuk tahun 2015 ini Salim mengatakan bahwa StealthChat akan lebih aktif dalam menjalankan aktivitas markom seperti Digital Advertising, Public Relation, Event, Business to Business (B2B) dengan bundling product, hingga Community Activities.

“Secara positioning kami menginginkan StealthChat dikenal luas di kancah global sebagai aplikasi pangilan dan chat aman terenkripsi karya anak Indonesia  dan dapat menjadi sebuah solusi atas permasalahan yang dihadapi selama ini mengenai keamanan dalam berkomunikasi. Selain itu, kami juga ingin membangkitkan kembali nasionalisme yang bangga menggunakan produk hasil karya sendiri,” ujar Salim.

Salim juga mengungkapkan bahwa dengan adanya pergantian nama produk, aplikasi StealthChat juga mendapatkan pembaruan dari sisi fitur yang tersedia. Baru-baru ini StealthChat juga telah dilengkapi oleh fitur panggilan VoIP (voice over IP) yang terenkripsi, sehingga percakapan akan sulit untuk disadap oleh orang yang tidak berkepentingan. Dalam waktu dekat StealthChat akan direncanakan untuk dilengkapi dengan fitur Group Chat.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter