Amproker Bawa Konsep Lelang ke Sistem Mobile Marketplace

Amproker Bawa Konsep Lelang ke Sistem Mobile Marketplace

Dipublikasi sejak Desember 2017, telah rangkul lebih dari 5000 pengguna dan 1000 merchant
Amproker usung konsep penawaran merchant oleh pembeli / Amproker
Amproker usung konsep penawaran merchant oleh pembeli / Amproker

Model layanan e-commerce terus diminati oleh pasar Indonesia. Bagi beberapa inovator, ini menjadi kesempatan emas untuk berkreasi menciptakan model layanan baru. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Amproker. Startup ini mengembangkan sebuah aplikasi mobile yang memfasilitasi konsumen untuk menemukan barang yang ingin dia beli. Konsepnya konsumen mengunggah informasi barang yang sedang dicari, lalu merchant dapat memberikan penawarannya masing-masing.

Dengan aplikasi mobile yang dapat diunduh gratis, pengguna Amproker bisa memesan produk dengan kriteria yang spesifik atau dengan mengunggah foto produk yang telah ditemukannya di tempat lain untuk mendapatkan penawaran yang lebih baik. Unik, karena startup ini coba melihat habit masyarakat Indonesia pada umumnya, ketika berbelanja ingin dilayani sebagai “raja”.

Membawa konsep lelang ke ranah ritel

Konsep Amproker layaknya proses tender atau lelang proyek, umumnya dilakukan di sektor pemerintahan. Para vendor atau penjual memberikan penawaran untuk kebutuhan belanja. Amproker mempertajam dan menerapkan konsep ini ke kalangan konsumen ritel. Proses tender dinilai akan membawa efek disruptive yang signifikan ketika diterapkan di segmentasi ritel, yang mempunyai lebih banyak partisipan dan volume transaksi.

“Idenya timbul dari pengalaman tidak efisien dan mengecewakan yang pernah kami alami sebagai konsumen. Amproker sejalan dengan psikologi generasi millenial yang mengharapkan semuanya tersedia on-demand.  Shopping dengan Amproker jauh lebih efisien dan lebih bergaya.  Cukup posting apa yang ingin kita beli dan tidak perlu lagi repot mencari penjual, membandingkan harga, atau rumit bernegosiasi,” ujar Eron Young selaku Co-Founder Amporker.

Versi Andoroid untuk Amproker sudah tersedia sejak Desember 2017 lalu, sedangkan untuk versi iOS sudah dirilis sejak awal Januari ini. Dari data statistik yang disampaikan, saat ini aplikasi (versi beta) Amproker sudah diunduh lebih dari 5000 pengguna. Sementara saat ini sudah ada lebih dari 1000 merchant yang terdaftar dengan berbagai jenis produk. Rata-rata berdomisili di Jabodetabek.

“Awalnya Amproker dimulai secara bootstrap.  Beberapa bulan kemudian, Amproker mendapatkan angel investment dari direksi sebuah management consultant firm (belum bisa disebutkan detailnya). Di bulan Desember 2017, Amproker terpilih sebagai peserta Top 15 program Visio Incubator,” lanjut Eron.

Percaya diri dengan konsep unik yang dimiliki

Persaingan bisnis e-commerce di Indonesia sudah sangat alot saat ini, pihak Amproker pun sadar betul akan hal ini. Namun menurut Eron dengan mekanisme yang unik, Amproker memosisikan diri sebagai “pembela” para pembeli. Di saat marketplace lain berlomba-lomba untuk memperbanyak penjual, Amproker fokus untuk mempersatukan pembeli. Sementara marketplace lain bersaing dengan memberikan subsidi  dan diskon, Amproker cukup mengandalkan persaingan sehat antara para penjual dan kekuatan pasar untuk memberikan harga yang terbaik bagi pembeli.

Penjual pun dinilai bisa mendapatkan keuntungan karena mendapatkan sales leads atau pelanggan baru dengan cepat tanpa perlu mengeluarkan budget iklan yang besar untuk menarik calon pembeli.  Peningkatan volume penjualan dan penghematan biaya marketing ini akan menjadi penambahan laba penjual.

“Konsep awal Amproker ialah sebagai penghubung antara konsumen dan merchant.  Namun umpan balik dari pengguna-pengguna pertama mengindikasikan proses pembayaran yang dikelola oleh Amproker akan meningkatkan secara dramatis volume dan nilai transaksi. Oleh karena itu, Amproker akan segera menambahkan fitur-fitur pengelolaan proses pembayaran dan logistik,” ujar Eron.

Co-Founder Amproker
Co-Founder Amproker

Amproker didirikian oleh dua orang co-founder, yakni Eron Young dan Johny Jugianto.  Setelah lulus kuliah dari Indiana University Bloomington di tahun 2000, Eron bekerja di Harman International, sebuah perusahaan Fortune 500 yang memproduksi speaker merek Harman/Kardon, Infinity dan JBL.

Sedangkan Johny adalah seorang profesional di bidang IT lulusan Universitas Bina Nusantara.  Kemampuannya untuk menciptakan solusi IT yang efektif telah terbukti sepanjang kariernya.  Sebelum membentuk Amproker, Johny mempunyai jabatan sebagai seorang IT Enterprise & Framework Solutions Manager di salah satu bank di Indonesia.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…