Menyambut mudik lebaran tahun 2017, Kemenkominfo merilis sebuah aplikasi mobile bernama “Ayo Mudik”. Aplikasi ini didesain untuk mengolaborasikan berbagai informasi untuk memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam bermudik, termasuk informasi jalur mudik, fasilitas yang ada di sepanjang jalur mudik serta informasi titik kemacetan yang berpotensi memperpanjang durasi perjalanan mudik.

Dalam pengembangan aplikasi ini, Kemenkominfo bekerja sama dengan startup Kudo. Kendati secara khusus bukan sebagai startup spesialis pengembang aplikasi mobile, Co-Founder & CEO Kudo Albert Lucius kepada DailySocial mengatakan pihaknya begitu serius dalam mengembangkan aplikasi ini.

Albert menceritakan terkait waktu pengembangan yang cukup singkat. Kurang lebih hanya memakan waktu 3 minggu dari proses pemberitahuan oleh pihak Kominfo hingga proses coding, testing, dan integrasi data.

“Memang relatif singkat, tapi karena tujuannya untuk membantu masyarakat umum, banyak tim teknis kami yang berpartisipasi untuk lembur dengan sukarela agar menyelesaikan aplikasinya tepat waktu,” ujar Albert.

“Kita ingin ada aplikasi daya dukung mudik yang terpadu. Pengembangan memang harus dikembangkan secara  cepat dan juga dapat cepat digunakan oleh masyarakat, sehingga sangat membutuhkan daya dukung programmer andal yang siap mengembangkan, memelihara dan melakukan antisipasi kinerja layanan aplikasi ini,” sambut Menkominfo Rudiantara dalam rilis yang kami peroleh.

Albert Lucius (ketiga dari kiri) saat peluncuran aplikasi Ayo Mudik / Kemenkominfo
Albert Lucius (ketiga dari kiri) saat peluncuran aplikasi Ayo Mudik / Kemenkominfo

Memberikan informasi lebih komprehensif untuk mudik lebaran

Secara sekilas apa yang ditawarkan oleh aplikasi Ayo Mudik sudah tersedia di layanan lain seperti Google Maps. Menanggapi soal ini, Albert menceritakan bahwa perbedaan dengan aplikasi yang sudah ada, Ayo Mudik memiliki data yang resmi dan tersentralisasi.

Data yang dihimpun di aplikasi Ayo Mudik bersumber dari instansi terkait. Misalnya dari posko kesehatan, badan meteorologi dan sebagainya. Diinformasikan juga perusahaan telekomunikasi berpartisipasi memberikan data.

“Dengan aplikasi ini, pengguna bisa melihat jalur mudik nasional, saat ini baru mencakup pulau Jawa, tapi akan segera diupayakan juga data untuk pulau lain secepatnya. Datanya juga bisa di-input melalui instansi terkait, dan aparat yang bertugas jadi diharapkan akurat dan real time,” ujar Albert.

“Konten dan informasi didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk dapat menyajikan konten dan informasi yang terpadu, yaitu Kemenhum, Kemenkominfo, Kemenkes, Kementerian ESDM, BMKG, Pertamina, Jasa Marga, Kepolisian, perusahaan telekomunikasi, perusahaan penyedia jasa dan produk internet dan masih banyak lainnya,” ungkap Rudiantara.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat yang mudik mendapati perjalanan lancar melalui POI (Point of Interest) yang bermanfaat selama perjalanan.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.