1. Startup

Aplikasi Prism Diintegrasikan dengan LINE@, Mudahkan Pemilik Merchant Atur Transaksi Melalui Chat

Saat ini masih dalam tahap pengujian merchant terbatas; berikan opsi payment gateway yang lebih luas

Platform chat-to-buyPrism baru-baru ini mengumumkan sebuah integrasi aplikasi yang memudahkan pengguna LINE@ (dalam hal ini merchant) untuk memproses transaksi menggunakan kolom chatting. Menggunakan aplikasi Prism yang dapat diunduh oleh pemilik merchant di perangkatnya, pengguna akan dipermudah untuk mengelola komunikasi sekaligus transaksi pembelian melalui dashboard tunggal.

Saat ditemui di kantornya di Yogyakarta, Chief of Operations Prism Fachry Bafadal menyampaikan:

"Jadi dari berbagai macam channel yang ada (untuk penjualan online), kita ingin mencoba menghadirkan sebuah single-dashboard di mana mereka bisa melakukan komunikasi hingga melakukan check-out (memproses transaksi)."

Sebelumnya Prism dihadirkan untuk melengkapi website e-commerce melalui sebuah chat-widget. Dengan integrasi LINE@ ini, artinya layanan Prism tidak lagi mengharuskan merchant untuk memiliki website. Ketika mereka memiliki "lapak" di LINE@ transaksi kepada pelanggan dapat dikelola melalui aplikasi.

"...dari merchant yang kita punya tadinya kita require mereka untuk memiliki website, dengan membukan opportunity di mobile ini, merchant tidak lagi perlu punya website. Mereka cukup punya LINE@ Account dan sudah aktif berjualan di LINE sebelumnya, dan Prism menyajikan powerful tools yang membantu mereka untuk mempercepat transaksi melalui perangkatnya," ujar Fachry.

Tidak hanya transaksi saja, namun dalam aplikasi Prism juga dibubuhkan sebuah analytics tools yang membantu pengguna memahami laju transaksi dan conversion rate pada merchant yang dikelola. Untuk saat ini aplikasi Prism sudah tersedia di Google Play dan App Store, hanya saja belum dibuka untuk publik, baru diujicobakan melalui private invitation.

Sembari mendemokan integrasi aplikasi Prism dan LINE@ kepada DailySocial, VP of Engineering Prism Fauzan Erich Emmerling menjelaskan cara kerja integrasi tersebut:

"Nantinya pemilik merchant akan memiliki akun Prism untuk login ke dalam aplikasi. Ketika ada penawaran melalui LINE@, maka akan terhubung (mendapatkan notifikasi) ke dalam aplikasi Prism untuk berkomunikasi dan memprosesnya transaksi ... Saat ini baru LINE, tapi kita expect untuk mengembangkan di channel yang lain."

Salah satu keuntungan yang ingin ditawarkan oleh Prism adalah aplikasi ini terhubung langsung dengan payment gateway. Sehingga semua transaksi benar-benar bisa langsung dikelola melalui chat, dan pemilik merchant dapat memberikan opsi pembayaran yang lebih lengkap, mulai bank transfer hingga virtual account.

Layanan Prism sendiri disajikan dalam bentuk SaaS (Software as a Services), merchant dapat berlangganan untuk memanfaatkan berbagai kelebihan yang terdapat pada aplikasi.

“Melihat traksi pengguna dari versi Prism sebelumnya, sangat bagus, mereka melihat bahwa behaviour konsumen di Indonesia lebih suka dilayani melalui conversation dibanding hanya melalui shopping cart,” imbuh Fachry.

Sebagai informasi tambahan, Prism adalah startup yang bernaung di bawah PT Koneksi Integrasi, bagian dari grup perusahaan Midtrans. Berdirinya Prism diinisiasi oleh bergabungnya startup Coral dan OneBit.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again