Layanan teknologi finansial di Indonesia memasuki tahap baru, utamanya setelah OJK mengeluarkan peraturan yang mengatur mengenai layanan teknologi finansial mengenai peminjaman atau lending. Banyak layanan yang akhirnya terdaftar di OJK. Kondisi positif ini juga yang akhirnya memunculkan banyak layanan peminjaman sejenis, seperti AwanTunai. Sebuah layanan platform keuangan digital yang beroperasi setelah OJK mengeluarkan aturan pinjaman oleh layanan teknologi finansial.

AwanTunai merupakan sebuah platform yang memungkinkan individu mengajukan pinjaman secara digital dan memungkinkan perusahaan untuk memberikan pinjaman bagi karyawannya atau penjual untuk memberikan fasilitas kredit bagi pelanggan mereka.

Pengalaman tim AwanTunai yang sejak tahun 2015 mengembangkan dan berkecimpung dalam industri fintech Amerika membuat mereka percaya diri dengan layanan yang dikembangkan. Brand Manager AwanTunai Mutia Imro Atussoleha optimis layanan yang mereka berikan lebih baik dibanding dengan penawaran pinjaman non formal lainnya.

Dari penuturan Mutia, AwanTunai pun menyadari bahwa AwanTunai bukan satu-satunya pemain di sektor peminjaman digital. Banyak layanan yang sudah dulu ada dan beroperasi. Namun, menurut Mutia, pihak AwanTunai memandang mereka tidak sebagai saingan. AwanTunai percaya solusi yang mereka berikan akan mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat Indonesia.

“AwanTunai bersama dengan layanan teknologi finansial lainnya akan memberikan solusi yang sangat dibutuhkan bagi semua orang Indonesia dengan bekerja sama dengan sektor perbankan tradisional. Kami tidak melihat diri kita bersaing dengan bank, tapi berkolaborasi untuk melayani sebagian masyarakat yang kesulitan dilayani oleh pihak perbankan,” tutur Mutia.

Sistem yang dirancang AwanTunai memungkinkan masyarakat atau siapa pun yang mengajukan pinjaman mendapat kemudahan. Semua proses peminjaman diproses secara digital. Hal ini disebutkan mampu memberikan efektivitas dari segi waktu dan biaya.  Sementara ini aplikasi AwanTunai masih belum tersedia karena masih dalam pengembangan, meskipun demikian AwanTunai sudah membuka pendaftaran untuk peminjam atau perusahaan yang ingin bekerja sama.

“Visi kami adalah membuat layanan finansial yang terjangkau dan mampu mengubah kehidupan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bayangkan apa yang bisa didapat oleh seorang Ibu yang tinggal di rumah. Dia dapat menawarkan barang dagangannya sendiri di platform marketplace seperti Tokopedia secara nasional. Bayangkan apa yang didapatkan seorang pengangguran jika mampu membeli sepeda motor dan mulai menawarkan layanan on demand seperti Go-Jek,” tutup Mutia.