Sekarang kita memasuki era mobile. Banyak layanan dan aplikasi dirancang dan dipersiapkan untuk menyasar pengguna aplikasi mobile. Banyak hal yang bisa dipersiapkan untuk merancang pertumbuhan pengguna mobile, seperti yang disampaikan Kamo Asatryan, Co-founder dan VP of Growth Lolapps dalam sebuah wawancara yang dimuat oleh FirstRound.

Dalam wawacara tersebut, Asatryan tidak hanya menginfokan bagaimana membantu aplikasi mobile mengoptimalkan seluruh saluran pengguna mereka, tetapi juga pelajaran yang ia dapat dari kesalahan dalam pekerjaannya. Berikut beberapa hal untuk mendorong pertumbuhan pengguna aplikasi mobile.

Jangan terlalu “mengedukasi” pengguna

Banyak sekali aplikasi mobile memberikan gambaran terlalu banyak tentang produk mereka di awal pengguna instalasi. Kelihatan baik, tapi Asatryan tidak menyarankan untuk seperti itu. Menurut Asatryan, para pengguna yang memasang aplikasi sudah berusaha menemukannya di App Store (atau toko aplikasi lainnya) kemudian memasang dan membukanya.

“Mereka tidak melakukan semua itu hanya untuk mempelajari lebih lanjut tentang produk Anda. Ketika Anda melihat tes pengguna, tidak ada yang berhenti untuk membaca teks ini. Dan sangat sedikit yang melakukan segera melupakan apa yang mereka baca ketika mereka harus mengambil tindakan seperti mengisi formulir pendaftaran,” terangnya.

Sebaliknya, Asatryan menyarankan mengganti hal tersebut dengan tool tips berlapis-lapis di atas elemen UI. Cara tersebut menurutnya lebih efektif untuk memberitahu pengguna apa yang harus di lakukan di dalam aplikasi.

“Setiap kali kami mengganti welcome screen tradisional dengan in-line tutorial dengan tool tips, kami melihat 30% sampai 50% peningkatan dalam konversi dari instalasi ke aktivasi pengguna. Ini adalah cara paling sederhana. Perubahan dengan dampak tinggi yang bisa Anda lakukan sekarang,” ujar Asatryan.

Hindari friksi yang bisa mengurangi conversion rate

Friksi yang dimaksud adalah kesalahan yang terjadi yang menyebabkan turunnya kepuasan pengguna. Misalnya tombol yang rentan tertekan tanpa disengaja dan lain sebagainya. Menurut Asatryan banyak pengembang aplikasi yang sering kehilangan peluang di sini. Contoh lain misalnya penerapan password tidak harus kombinasi huruf dan angka, sebab pada smartphone pengguna harus beralih dari keyboard qwerty ke angka dengan beberapa langkah.

“Anda harus memperhatikan beban kognitif. Berapa banyak teks pada layar? Apakah pengguna benar-benar perlu tahu semua bahwa untuk menemukan jalan mereka ke layar berikutnya? Pertimbangkan semua elemen yang dibutuhkan orang untuk berpikir secara sadar dan hapus sebanyak yang Anda bisa,” kata Asatryan.

Cari peluang untuk penguatan yang positif

Apapun tindakan pengguna di dalam aplikasi mobile ada usaha yang patut diharigai. Untuk itu sebisa mungkin berikan yang sederhana dan menari untuk mereka. Dalam kasus ini, Asatryan mencontohkan tentang penggunaan validasi in-line, animasi transisi pada layar, dan memberikan progress indicator ketika pengguna harus mengisikan sesuatu. Contoh terakhir yang disebutkan terbukti mampu meningkatkan 40% conversion rate.

Cari dan fokus pada referral channel terbaik Anda

Referral mungkin bisa menjadi cara terbaik Anda untuk pertumbuhan di awal. Untuk melakukannya bisa dimulai dengan memastikan setiap pengguna baru kemudian merekomendasikan produk Anda ke teman-temannya dengan invitation baik melalui email atau sms.

Kemudian prioritaskan channel mana (SMS, email, dan lain sebagainya) yang menghasilkan invitation tertinggi. Selanjutnya tinggal fokus pada channel tersebut untuk mendapatkan pengguna dengan program referral dan invitation ini.

“Kami telah menemukan bahwa dalam banyak kasus, channel terbaik untuk fokus pada untuk aplikasi mobile, dalam urutan prioritas, adalah SMS, email, dan Facebook. Semua ini dapat berubah tergantung pada produk Anda, tetapi SMS akan selalu berada di urutan atas dan harus mendapatkan banyak perhatian Anda,” ujar Asatryan.

Membuat referral sebagai hal yang sama-sama menguntungkan

Salah satu untuk meningkatkan kualitas channel dan mengoptimalkan referral adalah menyediakan keuntungan bagi kedua belah pihak, dalam hal ini pemberi dan penerima invitation, seperti menerapkan sistem reward untuk keduanya atua keuntungan lain yang menguntungkan keduanya.

Ini merupakan suatu hal yang sulit. Menurut Asatryan, ada salah satu cara yang bisa digunakan, yakni dengan mulai berpikir tentang apa yang pengguna lakukan di luar atau di sekitar aplikasi Anda. Pertanyaannya apakah ada interaksi sosial di sektiar produk Anda yang tidak ditangkap oleh fungsi atau aplikasi Anda? Mungkin cara ini bisa diawali dengan menyediakan sesuatu yang membuat non-pengguna tertarik.

Jangan mengandalkan standar share media sosial

Kesalahan paling umum yang Asatryan sering temui adalah tombol berbagi atau share di media sosial memperoleh perhatian yang berlebihan. Padahal ini belum tentu memberikan pengaruh pada user experience.

“Mereka dapat menghasilkan sedikit wawasan ke pengguna apa yang ingin Anda lakukan secara organik, tetapi biasanya mereka hanya membuang-buang ruang. Jika Anda ingin menambahkan fitur ini, pikirkan ini baik-bail sebagai bagian dari aliran inti produk Anda,” ungkap Asatryan.

Pendekatan konseptual seperti ini memang banyak digunakan oleh pengembang, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu yang baru yang lebih bermanfaat di ruang kecil desain Anda.