Bagi sebagian orang, Uber mungkin sudah menjadi moda transportasi utama. Namun bagi sebagian lainnya, Uber hanyalah pelengkap dari rutinitas perjalanan mereka setiap harinya yang juga melibatkan kereta komuter maupun sarana transportasi umum lainnya.

Uber rupanya paham akan kebiasaan semacam ini, dan mereka tidak mau egois dalam menghadapi rutinitas konsumennya. Baru-baru ini, Uber meluncurkan update dimana aplikasinya dapat menampilkan informasi transit secara real-time.

Fitur baru ini merupakan hasil kerja sama antara Uber dengan perusahaan asal Kanada yang bernama, well, Transit. Berkat integrasi Transit dalam Uber, pengguna dapat melihat jadwal keberangkatan secara live setiap kali lokasi tujuannya berada di dekat atau tepat di suatu titik perhentian transit.

Berkat integrasi ini, pengguna tak lagi harus berpindah dari aplikasi Uber ke Transit, dan sebaliknya, hanya untuk mengecek jadwal keberangkatan kereta komuter selagi dalam perjalanan menggunakan Uber. Fitur baru ini tentunya bakal sangat berarti bagi mereka yang sehari-harinya harus naik Uber ke stasiun, lalu naik kereta komuter, dan terakhir naik Uber lagi untuk sampai ke tempat kerjanya.

Sayangnya, karena sangat bergantung dengan informasi transit setempat, fitur baru ini baru bisa dinikmati oleh pengguna Uber di 50 kota di Amerika Serikat saja. Ke depannya jumlahnya dipastikan akan bertambah, namun pastinya mengikuti coverage Transit sendiri – sejauh ini sudah ada di 135 kota di dunia.

Sumber: VentureBeat dan Uber.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.