Pada tanggal 21-22 April lalu, hackathon Retas Bangsa resmi diselenggarakan. Acara ini berhasil menarik antusias para pengembang muda Indonesia yang ingin turut serta membantu kemajuan negeri melalui pemanfaatan teknologi. Buktinya, belum genap 48 jam sejak acara ini diumumkan, 80 kursi tersedia telah habis dipesan.

Digagas oleh Teman Rakyat dan DailySocial, ajang hackathonyang berlokasi di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, 20 tim yang terdaftar ditantang untuk merancang aplikasi yang bisa memberikan solusi bagi pemerintahan dalam waktu 24 jam demi memperebutkan total hadiah senilai Rp 30 juta.

Melalui ajang hackathon ini, harapan yang diusung dari produk teknologi yang dihasilkan bisa memberi wujud nyata terhadap sikap transparansi pemerintah. Seperti yang disampaikan oleh Rahmat Harlyadi, Vice President of Marketing DailySocial yang dimuat dalam siaran pers, ia mengatakan ajang Retas Bangsa adalah ajang yang bisa membuktikan pemanfaatan teknologi terkini untuk kemajuan bangsa.

“Retas Bangsa adalah ajang cipta aplikasi bagi anak muda yang ingin berkreasi untuk bangsanya sendiri melalui pemanfaatan teknologi. Sehingga proses pemerintahan dan kemasyarakatan dapat berjalan secara efektif, efisien dan transparan” ujarnya.

Dengan menggunakan open data dari API Pemilu, para pengembang membuat aplikasi dari platform Android, iOS, Windows Phone, dan web sesuai tema “kreasi aplikasi untuk negeri”. Uniknya, perhelatan hackathon kali ini cukup berbeda dengan biasanya. Dengan bermodalkan layar lebar, panitia mengadakan sesi nonton bareng Piala Dunia sehingga mereka dapat menyaksikan pertandingan sepak bola di tengah-tengah coding session.

Hackathon yang diadakan selama satu hari penuh ini diakhiri dengan tahap penjurian pada hari Minggu pukul 13.00. Sesi ini cukup ketat, pasalnya 20 tim yang mengikuti hackathon diwajibkan untuk melakukan pitching selama lima menit di hadapan keempat juri yang datang dari perwakilan DailySocial dan Teman Rakyat.

Setelah proses pitching berakhir, tim juri menyaring 10 finalis terbaik yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan berdasarkan tema untuk bisa maju ke babak selanjutnya, dengan diakhiri tahap pitching terakhir selama tiga menit di depan juri dan peserta lain.

Alhasil, tiga aplikasi terbaik yang dianggap juri sangat menarik demi kemajuan negeri telah terpilih untuk berhak menjadi pemenang dalam ajang kali ini. Ketiga aplikasi tersebut ialah;

Juara 1: SIPUTRI – Nusantara Beta Studio

Juara 2:  TEPPA – Metro Team

Juara 3: Siaga Banjir – Kawung Labs

Ketiga aplikasi tadi memiliki fungsi menarik masing-masing. Sebagai juara pertama, aplikasi SIPUTRI yang dibesut Nusantara Beta Studio mengandalkan platform e-Government yang berbasis web dan mobile untuk membantu masyarakat mengurus perizinan dengan cara menyematkan barcode untuk mencegah pemalsuan berkas. Sementara itu, Metro Team yang berada di posisi kedua merancang TEPPA, aplikasi ini mampu memantau anggaran daerah di seluruh Indonesia. Berada di posisi ketiga, aplikasi Siaga Banjir yang dikembangkan oleh Kawung Labs memiliki fungsi untuk memberikan laporan tentang intesitas curah hujan dan tinggi debit air dari setiap pintu air di ibukota.

Hackathon Retas Bangsa kembali membuktikan bahwa Indonesia memiliki SDM yang sangat berkompeten di industri ini. Tingginya semangat mereka menciptakan solusi untuk negeri seharusnya didukung dan diapresiasi pemerintah dengan lebih baik lagi. Namun saat ini, masih banyak penggiat teknologi yang masih terbentur regulasi untuk menunjukkan kreativitas mereka. Semoga pemerintahan selanjutnya dapat menggarap serius sektor ini.

[foto: Dok. DailySocial]

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.