PT Metraplasa (Blanja), layanan e-commerce patungan dari Telkom Indonesia dan eBay, melakukan soft launching untuk situs kanal belanja eBay untuk konsumen Indonesia, ebay.blanja.com. Produk yang disediakan diklaim pihak Blanja mencapai 500 juta produk dari seluruh dunia dengan tujuh kategori utama, mulai dari otomotif, fesyen, digital, hingga mainan.

Seluruh proses pengiriman dilakukan dari Amerika Serikat dengan jaminan lama pengiriman antara 10 hari hingga 25 hari. Penyelesaian transaksinya dilakukan dengan cara bank transfer atau kartu kredit.

“Ini masih tahap pertama. Ke depannya kami akan kembangkan beberapa fitur penyempurnaan. Kami perlu edukasi konsumen, sebab kanal ini memberikan experience belanja di eBay dengan cita rasa lokal. Sebelumnya, untuk belanja di eBay butuh PayPal atau kartu kredit,” terang CEO Blanja Aulia E Marinto kepada DailySocial.

Hadirnya kanal eBay di Indonesia, lanjut Aulia, diharapkan bisa jadi salah satu pilihan para pelancong, sebagai sasaran konsumen utama. Mereka sebelumnya bepergian keluar negeri hanya untuk belanja, kini bisa memilih barang langsung yang mereka inginkan dari rumah

“Mereka [pelancong] bisa browsing barang dulu yang mereka sasar dari sini, bisa banding-bandingkan harganya, lalu saat ketemu barangnya bisa belanja dari eBay. Tentu akan lebih murah, dibandingkan mereka harus datang langsung ke sana.”

Komitmen serius eBay di Indonesia

Untuk menangkap peluang bisnis e-commerce di Indonesia, komitmen eBay terlihat cukup serius ingin menjadikan Blanja sebagai kendaraan utamanya di Indonesia, menghadapi kompetitor lokal seperti Tokopedia atau OLX. Sekaligus menghadapi kompetitor dari skala global yang sudah perlahan membidik Indonesia, di antaranya Amazon.

Salah satu upayanya, terlihat dari partisipasi awal suntikan dana dari eBay ke Blanja sejak 2012, membuka kantor perwakilannya di Indonesia pada awal tahun ini, hingga kembali menyuntikkan dana segar ke Blanja sebesar $10 juta di pertengahan 2016. Saat ini porsi kepemilikan eBay di saham Blanja sebesar 40% dan sisanya (60%) dimiliki Telkom

Di kesempatan terpisah, sebelumnya Aulia mengungkapkan Blanja membidik nilai transaksi (Gross Merchandise Value/GMV) sebesar Rp1 triliun di 2020. Strategi yang dilakukan adalah merampungkan proses pembangunan fundamental di internal perusahaan, mulai dari penyempurnaan aplikasi Blanja, menambah user experience, dan talenta yang berkualitas.

“Sejak awal kita berdiri, fokusnya adalah membuat fundamental yang kokoh selama dua hingga tiga tahun. Kami menargetkan seluruh proses tersebut akan selesai pada akhir tahun ini. Sebab, tahun depan saya baru mau sangat ngebut mencetak nilai transaksi Rp1 triliun di 2020,” ujarnya.

Realisasi lain yang telah dilakukan Blanja adalah menjadikan Blanja sebagai etalase online produk UMKM binaan BUMN. Integrasi ini didasari oleh semangat yang sama yaitu ingin memperluas jangkauan produk UMKM ke seluruh Indonesia.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.