Setelah dua tahun berdiri, Blanja, portal marketplace besutan Telkom dan eBay, mulai menunjukkan giginya di tengah persaingan layanan e-commerce Tanah Air dengan cara rebranding. Target yang ingin dicapai lewat strategi ini adalah meningkatkan nilai transaksi meningkat jadi US$150 juta atau setara dengan Rp2 triliun pada tahun ini.

Bila dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya, Blanja mengklaim berhasil mencetak nilai transaksi sebesar US$100 juta atau setara Rp1 triliun.

Sejumlah rebranding yang dilakukan Blanja mulai dari perubahan logo yang bernuansa warna merah, tampilan situs dengan menampilkan fitur baru. Mulai dari produk eBay, brand store, promo partner, pengisian pulsa, dan lainnya.

[Baca juga: DScussion #74: eBay dan Kemitraan dengan UKM Binaan BUMN Jadi Tulang Punggung Blanja]

CEO Blanja Aulia E Marinto mengatakan lewat strategi rebranding diharapkan awareness masyarakat terhadap merek Blanja dapat meningkat hingga berbagai pelosok. Perusahaan telah menganggarkan sejumlah dana dari anggaran belanja tahunan sekitar 60%-80% untuk beriklan di televisi.

“Kami harapkan dari rebranding ini bisnis Blanja akan meningkat karena market makin kompetitif. Dua tahun lalu itu belum maksimal karena kami masih fokus bangun fondasi yang kokoh. Kami juga akan bidik posisi masuk ke tiga atau lima besar pemain e-commerce dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya, Rabu (29/3).

Alasan Blanja melakukan rebranding, sambung Aulia, karena banyak momentum strategis dalam tubuh Blanja. Di antaranya penetapan Blanja sebagai layanan e-commerce BUMN oleh Kementerian Negara BUMN melalui Program Rumah Kreatif BUMN (RKB). Berangkat dari situ, Blanja menjadi marketplace bagi produk 118 BUMN beserta produk UKM binaannya.

Momentum ini menjadi sinergi strategis untuk membawa produk asli Indonesia menembus pasar nasional sekaligus internasional. Selain itu, Blanja telah menyediakan 500 juta produk eBay dalam listingnya. Kedua hal ini diklaim menjadikan Blanja situs e-commerce marketplace dengan produk terbanyak di Indonesia.

“Blanja merupakan investasi bisnis masa depan Telkom yang selaras dengan rencana jangka panjang kami untuk bertransformasi menjadi digital-telco,” ujar Direktur Keuangan Telkom Indonesia Harry M Zan.

Berdasarkan hasil kinerja Blanja selama dua tahun berdiri, Aulia mengklaim Blanja telah menghimpun sebanyak 2 ribu transaksi harian, dengan jumlah pengunjung lebih dari 9 juta orang per tahun lalu.

Fokus bangun lima fondasi

Aulia melanjutkan dua tahun adalah masa Blanja mempersiapkan dan memperkuat fondasi, mempelajari, dan memahami keunikan pasar Indonesia serta menemukan formula yang tepat untuk akhirnya dapat menghadirkan Blanja Tanpa Batas.

Kelima fondasi tersebut bila dirinci, pertama terletak di sisi pengadaan talenta. Kini jumlah karyawan di Blanja mencapai 160 orang dengan komposisi 80% di antaranya berusia kurang dari 30 tahun. Kedua, melengkapi bisnis operasional dari sisi penjual, pembeli, transaksi, logistik, settlement, dan sistem pembayaran. Blanja juga melengkapi pelayanan konsumen yang dapat dijangkau dari berbagai medium.

Ketiga, melengkapi platform dan infrastrukturnya. Kini situs Blanja dapat menampung 10 juta pengunjung dengan 7 juta transaksi dan lainnya.

Keempat, pengadaan listing lebih dari 500 juta produk asli Indonesia dan brand pilihan eBay. Terakhir, dari sisi pemasaran, yang menyentuh offline dan offline, serta memperkuat kemitraan dengan Telkomsel, bank dan Himbara, serta brand lainnya.

“Kemitraan strategis dari Telkom, eBay, dan Kementerian BUMN menjadi journey baru Blanja setelah dua tahun fokus membangun lima fondasi bisnis yang kokoh,” pungkas Aulia.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.