Akuisisi Bask, Brainly Siapkan Platform Tanya Jawab Berbasis Video

Akuisisi Bask, Brainly Siapkan Platform Tanya Jawab Berbasis Video

Teknologi Bask akan mulai diintegrasikan di platform Brainly untuk mudahkan pengguna tanya jawab berbentuk video
Brainly akusisi Bask, siapkan platform tanya jawab video / DailySocial
Brainly akusisi Bask, siapkan platform tanya jawab video / DailySocial

Mengawali tahun 2018 Brainly mengumumkan mengakusisi salah satu startup tanya-jawab berbasis video, Bask. Akuisisi ini akan menjadi salah satu langkah Brainly mentrasnformasikan layanan mereka dengan memungkinkan penggunanya melakukan tanya jawab menggunakan video.

Sejauh ini proses tanya-jawab yang ada di Brainly hanya sebatas teks dan gambar. Untuk beberapa persoalan teks dan gambar tidak begitu efisien untuk menyampaikan penjelasan sehingga konten video juga dianggap lebih efektif dalam membantu siswa atau pengguna Brainly dalam belajar.

Disampaikan CEO Brainly Michal Borkowski konten video sebagai suplemen untuk belajar telah membantu siswa untuk memperkuat ilmu dan keterampilan. Konten video dinilai bisa membantu siswa memahami secara aktif dan menciptakan lingkungan kolaboratif dan personal

“Kami senang mengintegrasikan kemampuan video dari Bask ke dalam platform Brainly, membuat Brainly menjadi lebih menyenangkan sebagai platform yang diharapkan oleh para siswa untuk mendapat pertolongan. Seiring kami mempercepat misi kami untuk mengilhami siswa untuk terus belajar, maka kami harus terus berinovasi agar siswa dapat terhubung, belajar, dan mengeksplorasi dengan lebih baik,” ujar Michal menanggapi akuisisi yang dilakukan Brainly.

Secara terpisah Market Manager Brainly Dimas Mukhlas menjelaskan, alasan Brainly mengakuisisi Bask karena melihat potensi yang telah ditunjukan. Bask dinilai cukup sukses untuk mengakomodasi model tanya-jawab berbasis video dalam ukuran file yang kecil dan ringkas.

Rencana Brainly di Indonesia tahun 2018

Kehadiran konten video bisa diprediksi akan mengubah cara berinteraksi pengguna Brainly. Namun Dimas menjelaskan setidaknya dalam beberapa bulan ke depan belum ada dampak langsung untuk pengguna Brainly di Indonesia.

“Belum ada dampak langsung yang bisa dirasakan [pengguna di Indonesia] setidaknya pada semester pertama 2018 ini. Proses tanya jawab di video, selain memiliki manfaat besar, juga memiliki resiko yang tidak kecil. Khususnya alasan keamanan dan moderasi konten,” terang Dimas.

Lebih jauh Dimas menerangkan bahwa untuk saat ini pihaknya tengah fokus berinvestasi pada teknologi yang bisa memudahkan pengguna Brainly untuk menyiapkan kemampuan untuk belajar secara mandiri. Nantinya akan ada banyak fitur yang ditambahkan untuk membuat siswa menjadi lebih siap dalam menghadapi ujian.

“Target Brainly di tahun 2018 ini adalah menambah jumlah user yang bersedia untuk lebih terlibat dalam proses tanya jawab di Brainly. Saat ini mayoritas user Brainly adalah penikmat konten namun kurang aktif dalam menanyakan pertanyaan dan membantu siswa yang lain. Kita ingin di tahun 2018 ini agar user kita lebih engage dengan produk di Brainly,” ujar Dimas.

Sejauh ini Brainly mengklaim sudah mendapatkan 100 juta pengguna unik bulanan dari total 35 negara, 24 juta diantaranya di dapat dari Indonesia. Brainly telah berhasil mendapatkan pendanaan sebesar $14 juta dari Kulczyk Investments yang artinya secara keseluruhan Brainly sudah berhasil mendapatkan suntikan dana senilai $38,5 juta sejak pertama didirikan pada tahun 2009 silam.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…