Bukalapak dan Misinya Bantu Pelaku UMKM di Indonesia

Bukalapak dan Misinya Bantu Pelaku UMKM di Indonesia

Tengah mempersiapkan rencana membantu bisnis UMKM di luar Jakarta
CEO Bukalapak Achmad Zaky / DailySocial
CEO Bukalapak Achmad Zaky / DailySocial

Selama ini Bukalapak dianggap cukup konsisten menghadirkan fitur hingga produk yang bersifat lokal dengan pendekatan “Asli Indonesia” kepada pelanggannya. Mereka berupaya untuk menjadi sebuah wadah untuk pelaku bisnis UMKM melancarkan kegiatan usahanya dengan mengadopsi teknologi.

Fitur “Nego” dan dukungan kepada UMKM

Dalam sesi diskusi di acara Tech In Asia Jakarta 2017, Zaky menegaskan kembali misinya untuk membantu kalangan UMKM meningkatkan bisnis, dengan terus menghadirkan fitur yang membantu penjual sekaligus pembeli.

Fitur terbaru yang baru-baru ini diluncurkan adalah, fitur Nego. Merupakan kegiatan yang biasa dilakukan saat transaksi jual-beli oleh masyarakat Indonesia selama ini, fitur ini diprediksi Zaky dan tim Bukalapak bakal menjadi favorit.

“Saya masih melihat pelaku UMKM di berbagai daerah luar Jakarta, kesulitan untuk memasarkan barangnya secara online. Dengan alasan itulah Bukalapak akan selalu mendukung dan membantu kalangan UMKM untuk meningkatkan bisnis, melalui program dan fitur dari Bukalapak,” kata Zaky.

Sebelumnya Bukalapak juga telah meluncurkan “Nego Cincai”. Bukalapak juga memiliki layanan BukaReksa dan BukaEmas, yang secara khusus membantu para pelaku UMKM memiliki modal usaha sekaligus tabungan.

“Saya selalu mengingatkan kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan modal usaha sebaik mungkin, sekaligus memiliki simpanan dari usaha tersebut untuk masa depan,” kata Zaky.

Ditambahkan Zaky, masih banyak layanan e-commerce dan marketplace yang belum sepenuhnya memberikan dukungan secara menyeluruh kepada pelaku UMKM di daerah. Potensi tersebut yang kemudian ingin menjadi fokus Zaky dan Bukalapak.

“Kita ingin fokus kepada sesuatu yang belum difokuskan oleh pemain lainnya yaitu memecahkan masalah ini dan membantu UMKM di daerah mendapatkan keuntungan lebih,” kata Zaky.

Subsidi dan kompetisi dengan pemain asing

Dengan mengedepankan data-driven dan customer centric, Bukalapak mengklaim telah berhasil menghasilkan revenue sekitar $10 juta per tahun. Tanpa memberikan subsidi, diskon atau kegiatan “burn rate” lainnya, Zaky menyebutkan Bukalapak terus menghasilkan pendapatan sekaligus menambah jumlah pelanggan.

“Saya selama ini tidak percaya dengan adanya subsidi, diskon atau promo lainnya untuk pelanggan. Saya percaya dengan fitur hingga produk yang dimiliki secara organik pembeli akan membeli semua produk di Bukapalak,” kata Zaky.

Melihat fenomena yang terjadi di layanan e-commerce dan marketplace lainnya di tanah air, Zaky melihat hal tersebut kurang ampuh untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Namun demikian Zaky melihat penawaran dari pesaing-nya justru dimanfaatkan dengan baik oleh penjual Bukalapak.

“Saya membebaskan penjual Bukalapak untuk memanfaatkan subsidi yang diberikan kepada layanan e-commerce dan marketplace lainnya, dengan demikian mereka bisa mendapatkan barang yang bisa di jual di Bukalapak,” kata Zaky.

Disinggung tentang kehadiran layanan e-commerce asing dari Tiongkok hingga Amerika Serikat, menurut Zaky hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang besar. Ia menganggap keunikan pasar Indonesia sepenuhnya hanya bisa dimengerti pemain lokal.

“Saat ini Indonesia masih dalam early stage, sehingga masih sedikit jumlah pasar yang ada. Untuk itu hanya orang Indonesia yang memahami secara pasti, siapa target pasar dan strategi yang bisa dilancarkan,” kata Zaky.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…