Cara Tepat Melancarkan Bisnis yang Sasar Segmen B2B

Cara Tepat Melancarkan Bisnis yang Sasar Segmen B2B

Mulai dari mengenal secara detail jenis pelanggan, mengetahui kebutuhan mereka, hingga menerapkan framework yang tepat
COO Ralali Alexander Lukman / DailySocial
COO Ralali Alexander Lukman / DailySocial

Dibanding platform B2C, khusus e-commerce, platform B2B cenderung tidak terlalu populer di kalangan masyarakat. Padahal jika sudah memahaminya, banyak pihak bisa mendapat keuntungan karena fokus ke segmen B2B.

Di sesi #SelasaStartup kali ini, COO Ralali Alexander Lukman menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan consumer behavior hingga framework yang ideal saat melancarkan bisnis yang menyasar segmen korporasi ini.

“Sebagai startup yang secara khusus menyasar segmen B2B, kami ingin memastikan bahwa platform dan teknologi yang kami hadirkan bisa memudahkan bisnis yang baru saja dimulai dan memenuhi kebutuhan bisnis,” kata Alexander.

Know your customer dan fleksibilitas untuk pelanggan

Salah satu kunci penting untuk melancarkan bisnis segmen B2B adalah mengetahui dengan tepat siapa pelanggan Anda, apa kebutuhan mereka, dan informasi penting lainnya. Dengan demikian Anda sebagai platform bisa memberikan layanan secara tepat dan tentunya dibutuhkan pelanggan.

Ketika kebutuhan dan tipe pelanggan sudah diketahui, hal lain yang juga wajib diperhatikan adalah bagaimana penawaran dan produk yang Anda tawarkan bisa menjadi sebuah transaksi. Alexander menyebutkan prosesnya dengan lead generation.

“Untuk pembeli segmen B2C atau C2C biasanya terpancing dengan penawaran hingga promosi secara cepat atau sifatnya biasa disebut dengan impulsive. Berbeda dengan B2B yang biasanya hanya ingin membeli barang saat membutuhkan dan biasanya dalam jumlah yang besar,” kata Alexander.

Selain itu pelanggan bisnis B2B biasanya lebih mengedepankan kepercayaan dan kualitas dari produk yang ditawarkan marketplace B2B seperti Ralali. Jika sudah dirugikan, kecil kemungkinan pelanggan tersebut kembali lagi memanfaatkan platform.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara pembelian, pengiriman, hingga pilihan pembayaran. Meskipun tidak terlalu berbeda dengan B2C dan C2C, namun B2B biasanya lebih fleksibel dan menawarkan berbagai pilihan ke pelanggan, mulai dari skala medium hingga besar.

“Salah satunya adalah pilihan pembiayaan pembayaran. Dalam hal ini Ralali menawarkan pilihan tersebut kepada bisnis terutama mereka yang membutuhkan barang dalam jumlah yang besar,” kata Alexander.

Kerangka layanan bisnis B2B

Di akhir sesi presentasi, Alexander juga menyampaikan framework atau kerangka layanan yang sebaiknya diterapkan platform saat menyediakan layanan ke segmen B2B, termasuk Solution, Access, Value, hingga Education. Jika semua framework tersebut bisa dihadirkan oleh platform, besar kemungkinan pelanggan menjadi setia dan terus kembali membeli produk yang ditawarkan.

“Kita menyebutnya “SAVE”. Kerangka ini membantu kami sebagai startup yang menyasar segmen B2B untuk mengembangkan bisnis sekaligus memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan,” tutup Alexander.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Tips
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…