CCO Amartha Hadi Wenas Umumkan Empat Inisiatif Baru Pengembangan Bisnis

CCO Amartha Hadi Wenas Umumkan Empat Inisiatif Baru Pengembangan Bisnis

Segera mengantongi pendanaan baru akhir tahun ini
Hadi Wenas bergabung sebagai CCO Amartha sejak Mei 2019
Hadi Wenas bergabung sebagai CCO Amartha sejak Mei 2019

Startup P2P Lending Amartha mengumumkan segera mendapat pendanaan baru. Terakhir, Amartha telah mengantongi pendanaan seri A senilai $2 juta atau sekitar Rp26 miliar dari Mandiri Capital Indonesia (MCI) di 2017.

“Saat ini, kami belum bisa sebutkan serinya apa. Tapi, kami akan umumkan dalam waktu dekat,” ungkap Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas saat ditemui di acara Editor Luncheon Amartha, Rabu (23/10).

Pria yang karib disapa Wenas ini menyebutkan pendanaan baru ini akan dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis di 2020, termasuk rencana ekspansi Amartha ke beberapa wilayah di Indonesia.

Saat ini, Amartha telah menyalurkan pinjaman kepada 311 ribu pemilik usaha mikro dan kecil di Pulau Jawa. Total penyaluran dana hingga saat ini tercatat sebesar Rp1,47 triliun dengan NPL sekitar 0,83 persen.

Sejak 30 September, ujar Wenas, Amartha sudah mulai menyalurkan pinjaman ke Sulawesi Selatan. Kemudian, ekspansi ini dilanjutkan secara bertahap ke Sumatera pada November mendatang.

“Selain pendanaan baru, kami juga akan mengumumkan kerja sama dengan beberapa bank daerah dan nasional untuk penyaluran pinjaman di awal 2020,” tambah Wenas.

Empat inisiatif baru Amartha

Setelah mengecap pertumbuhan berkali lipat dalam beberapa tahun terakhir, Amartha berupaya untuk melahirkan sejumlah inisiatif baru untuk pengembangan bisnis selanjutnya.

Ada empat strategi yang tengah disiapkan Amartha. Wenas mengatakan keempat strategi tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat.

Pertama, Amartha akan menyiapkan fitur yang akan membantu para peminjam untuk mengoptimalkan investasinya. Dalam hal ini, Amartha akan berkolaborasi dengan pihak ketiga, seperti asset management, untuk membantu pengelolaan dana lebih cepat.

“Selama ini sejumlah investor harus menunggu investasinya diambil. Daripada uangnya menganggur, lebih baik ditaruh dulu ke reksa dana. Kami kerja sama dengan asset management, jadi tidak masalah dengan OJK karena tidak kelola langsung,” tuturnya.

Kedua, Amartha akan menyiapkan aplikasi untuk peminjam (borrower) untuk mengatur pengeluaran mereka. Wenas meyakini bahwa layanan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan pemilik usaha mikro, tak cuma bisnis yang dikelolanya saja.

“Contoh use case-nya, mereka bisa beli kebutuhan sehari-hari secara borongan lewat aplikasi ini sehingga lebih murah. Pembelian ini akan digerakkan oleh semacam Ketua Majelis. Tentu kami akan bicara dengan prinsipal dan ritel untuk menyediakan barang sesuai kebutuhan di pedesaan,” jelasnya.

Ketiga, Amartha akan menghadirkan fitur donasi otomatis yang diperuntukkan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat pedesaan. Menurut Wenas, fitur ini tidak seperti platform donasi di pasaran karena berbasis kebutuhan wilayah/desa para peminjam.

Donasi ini akan dikonversi langsung dalam bentuk program atau beasiswa. Misalnya, program sanitasi dan air bersih. Donasi ini akan hadir dalam bentuk pengadaan WC umum.

Terakhir, startup yang berawal dari koperasi ini mengembangkan sejumlah fitur aplikasi untuk memudahkan para petugas Amartha di lapangan menjalankan kegiatan dengan Majelis Amartha, seperti image recognition dan fingerprint.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…