Categories

Interview

Educa Studio Ubah Nama CERI Jadi Riri Sekaligus Langsung Rilis 20 Judul Cerita Dongeng

Hesti Pratiwi - 16 October 2014

Masihkah Anda ingat dengan CERI (Cerita Rakyat Indonesia) besutan Educa Studio yang membawa ranah dongeng tradisional ke area yang lebih interaktif dan digital friendly? Startup asal Salatiga, Jawa Tengah yang fokus pada pengembangan konten edukasi pada platform mobile ini rupanya telah merubah nama CERI menjadi Riri (Cerita Anak Interaktif) pada tanggal 1 September 2014 lalu. Tak hanya berganti nama, Riri juga sekaligus merilis 20 dongeng anak yang bisa diunduh secara gratis.

Pihak Educa Studio mengklaim, penggantian nama CERI bermula dari nama CERI yang sebelumnya sudah terdapat dalam App Store dan merupakan produk pengembang lain yakni Qajoo Studio asal Yogyakarta. Brand CERI sendiri menurut konfirmasi dari pihak Qajoo telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Perubahan nama tersebut langsung dibarengi dengan dirilisnya 20 Seri dari Riri pada platform Android Google Play. 20 seri Riri tersebut dipublikasikan secara 100 persen gratis. Lengkapnya, terdapat 13 cerita rakyat yang populer di masyarakat Indonesia seperti; Kelinci dan Kura-Kura, Bawang Merah Bawang Putih, Timun Mas, Danau Toba, Malin Kundang, Lutung Kasarung, dan berbagai cerita lainnya.

Meski namanya telah berubah, menurut Andi Taru, CEO Educa Studio mengatakan tak ada perubahan konsep yang sejak awal diusungnya, seluruhnya masih sama. “RIRI masih merupakan serial buku cerita anak interaktif yang mengusung tema cerita-cerita rakyat asli dari Indonesia serta dongeng dari seluruh dunia. Semua cerita rakyat dan dongeng ini dikemas secara interaktif, disuguhkan dalam nuansa khas Indonesia," ungkap Andi.

Andi menambahkan, audience yang disasar pun tidaklah berbeda. “Buku cerita anak ini dapat dinikmati oleh anak-anak yang belum lancar membaca melalui narasi dan animasi otomatis. Untuk anak-anak yang sudah lancar membaca dapat menggunakan mode Baca Sendiri. Selain Buku Cerita Anak Interaktif, setiap seri disediakan permainan edukatif untuk anak yang mendidik seperti bermain warna, bermain angka, berhitung, bermain ketangkasan, bermain teka-teki dan masih banyak lagi yang lainnya," tambahnya.

Educa Studio memang mempunyai misi untuk membawa cerita-cerita rakyat Indonesia, legenda dan dongeng nusantara ke dalam bentuk digital, sekaligus bisa melestarikannya lewat media teknologi terkini. Untuk memuluskan misinya tersebut, penyebaran konten secara gratis dilakukannya demi diminati oleh segmen pasarnya. Selain itu, Educa Studio juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mencari ide-ide baru untuk menambah variasi permainan yang ada pada Riri. Sejauh ini sudah ada 20 variasi game yang tersedia di dalam 20 seri Riri.

“Kami juga berencana untuk merilis semua seri Riri ke platform lain seperti iOS dan Windows Phone. Serta menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Semoga saja mimpi kami tersebut bisa segera terlaksana," harap Andi.

Terakhir, perihal pencapaian produknya tersebut sejak pertama kali diluncurkan, Andi mengklaim Riri tengah bertumbuh secara pesat dengan jumlah unduhan yang telah mencapai angka ratusan ribu. "Cukup baik. Yang sedang menjadi favorit sekarang adalah RIRI Cindelaras. Jumlah download mencapai 20 ribu dengan active user 10 ribu. Sedangkan untuk jumlah total keseluruhan download saat ini mencapai 100 ribu,” pungkasnya.

[Ilustrasi foto: Shutterstock]

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter