DScovery

3 Contoh Penerapan Ideate dalam Design Thinking untuk Bisnis

Simak contoh eksplorasi ide untuk menghasilkan solusi kreatif terhadap masalah yang ada dari beberapa perusahaan berikut.

Apa yang kamu ketahui tentang design thinking? Design thinking adalah pendekatan untuk memecahkan masalah demi kepuasan pengguna. Pelajari selengkapnya mengenai arti, tahapan, dan contoh penerapannya di sini.

Selain itu, contoh-contoh penerapan design thinking di Indonesia dari sisi industri bisnis juga sudah dibahas. Sekarang, kamu perlu melihat beberapa contoh dalam salah satu proses design thinking. Design thinking sendiri umum dilakukan dalam 5 tahapan: empathize, define, ideate, prototype, test.

Ideate merupakan salah satu tahapan penting dalam design thinking. Di sini, kamu dituntut untuk memberikan solusi untuk penyelesaian masalah serta pengemasan solusi menjadi sesuatu yang baru dan kreatif. Analisismu di tahapan sebelumnya tak akan berarti jika kamu tak bisa memberi ide baru dan segar.

Maka dari itu, simak terus inspirasi pengolahan ide kreatif pada tahapan ideate di bawah ini agar sisi kreatifmu terpantik!

Contoh Ideate Design Thinking Bidang Telekomunikasi

Kasus berasal dari MJV, perusahaan konsultan dan inovasi global yang menangani sebuah klien, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia, sebut saja X. Operator X memiliki kekurangan dalam lead-time atau waktu aktivasi kartu SIM.

Lead-time operator X dianggap paling lambat dalam pasar. MJV lantas mengaplikasikan design thinking untuk mengatasi masalah kliennya tersebut. Pertama, yaitu mengamati dan memahami kendala yang dialami pengguna.

Ternyata, MJV menemukan, terdapat pengguna yang mengembalikan kartu SIM perusahaan X ke toko. Selain itu, terdapat pula pengguna yang gagal aktivasi karena proses yang lama dan ribet, lalu meminta ganti kartu SIM, baik dari operator yang sama maupun berbeda (tahap empathize).

Dari sini, dikatakan bahwa pengguna mengalami kesulitan setiap kali melakukan aktivasi menggunakan kartu SIM operator X (tahap define). Maka, problem statement yang bisa ditulis adalah pengguna membutuhkan proses aktivasi yang lebih efisien agar pengguna tetap loyal menggunakan operator X.

MJV kemudian memperbaiki teknologi yang digunakan operator X dalam proses aktivasi dari SMS ke USSD (tahap ideate). Keuntungan menggunakan USSD yaitu dapat memuat lebih banyak huruf sehingga pesan instruksinya lebih detail.

MJV juga mengurangi langkah aktivasi seperti keharusan menelepon customer service, SMS iklan, dan tenggat waktu gagal aktivasi. Hasilnya, waktu aktivasi lebih cepat 80 persen atau dari 10 menit menjadi 2 menit. Perusahaan X menjadi operator terdepan dalam urusan aktivasi kartu SIM.

Contoh Ideate Design Thinking Industri Transportasi

Di bagian ini, contoh yang akan digunakan adalah Grab. Sebelum didirikan, para founder Grab resah bahwa banyak penumpang taksi di Malaysia yang mengalami kejadian yang tak diinginkan, terutama perempuan yang pulang larut malam (empathize).

Dari situ, muncul pertanyaan, “Bagaimana menjamin keselamatan perempuan Malaysia selama menggunakan transportasi alternatif?” Apabila diubah ke dalam pernyataan, maka akan menjadi problem statement: perempuan Malaysia membutuhkan transportasi alternatif yang aman. (define).

Para founder Grab lantas merumuskan sebuah platform yang dapat diakses pengguna untuk memesan sopir taksi yang sah, terverifikasi, dan dapat dilacak secara real-time (ideate). Mulanya, Grab memang mengedepankan minimum viable product (MVP), tetapi akhirnya dapat mengembangkan jasa lainnya.

Contoh Ideate Design Thinking Industri Kecantikan

Sebuah merek kecantikan ternama, Olay, pernah mengalami penurunan penjualan karena dianggap tak mengikuti kebutuhan skincare pada saat itu. Kemudian, Olay yang dimiliki P&G melakukan pendekatan design thinking untuk mengatasi masalah tersebut.

P&G lalu mengetahui bahwa target konsumen mereka yang berusia kisaran 50 tahun sudah beralih ke produk-produk kompetitor. Mereka lantas memutar arah untuk menargetkan konsumen baru, yaitu di usia sekitar 30 tahun. P&G menemukan, sudah banyak perempuan di usia 30 tahun yang sadar akan kerutan.

Para perempuan itu cenderung menggunakan skincare berlebih agar terlihat sehat dan awet muda dan rela membayar mahal (empathize). Maka, jika dinyatakan (define) dengan problem statement, perempuan usia 30 tahun membutuhkan skincare untuk membuat awet muda meski harus membayar mahal.

Dari sini, P&G melirik produk apa yang belum sempat dibuat kompetitor, seperti warna kulit tidak merata dan kulit kering. Kemudian, Olay mengeluarkan produk anti-aging baru yaitu "Olay Total Effects" dan "Olay Regenerist" sebagai produk premium (ideate). Pengeluaran produk baru tersebut membuat penjualan Olay meningkat tajam hingga dua digit.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter