Februari lalu, Indiegogo mengungkap sebuah inisiatif untuk mengatasi masalah yang kerap menjadi image buruk crowdfunding: proyek yang batal terealisasi meski sudah mencapai target pendanaan. Sekarang, giliran Kickstarter yang datang dengan ide serupa.

Platform tempat kelahiran Pebble, Oculus dan masih banyak lagi produk-produk inovatif lainnya tersebut mengumumkan sebuah program baru bernama Hardware Studio. Program ini sederhananya dirancang untuk mempersiapkan para kreator dalam menghadapi permasalahan yang kerap muncul saat mengeksekusi proyek mereka masing-masing, khususnya untuk kategori teknologi.

Kalau Indiegogo menggandeng Arrow Electronics dan Riverwood Solutions dalam inisiatifnya, Kickstarter rupanya juga punya dua mitra yang tak kalah berpengalaman, yakni Avnet dan Dragon Innovation. Keduanya pada dasarnya merupakan distributor komponen berskala global yang sudah paham betul tentang problem-problem yang biasa muncul dalam tahap manufacturing.

Kickstarter memecah Hardware Studio menjadi dua bagian: Toolkit dan Connection. Toolkit pada dasarnya merupakan kumpulan resource yang bisa dijadikan referensi oleh para kreator secara cuma-cuma, yang mencakup webinar, tutorial, serta sejumlah online tool macam Product Planner besutan Dragon Innovation.

Connection di sisi lain bakal menempatkan Avnet dan Dragon Innovations sebagai konsultan, dimana mereka akan memberikan bimbingan kepada para kreator sehingga pada akhirnya suatu proyek crowdfunding tak hanya mencapai target pendanaan saja, tapi juga menemui titik terang di tahap manufacturing dan siap didistribusikan ke para backer. Khusus untuk program ini, kreator diwajibkan mendaftar terlebih dulu.

Kickstarter Hardware Studio rencananya bakal diresmikan pada bulan September mendatang. Anda boleh bilang Kickstarter kalah cepat dari Indiegogo dalam mengambil peran sebagai fasilitator seperti ini, tapi toh lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Sumber: Kickstarter.