Developer Max Payne Akan Luncurkan Game Baru di 2019

Developer Max Payne Akan Luncurkan Game Baru di Tahun 2019

Selain itu, Remedy juga tengah membantu Smilegate mengerjakan mode single-player di game CrossFire 2.
Quantum Break.
Quantum Break.

Tak seperti developer lain, Remedy tidak melepas banyak kreasi digital semenjak studio ini berdiri 22 tahun lalu. Namun tiap kreasi mereka merupakan game-game berformula paling unik: Max Payne dengan gaya neo-noir-nya, Alan Wake yang mempersilakan pemain menggunakan cahaya buat mengalahkan musuh, hingga Quantum Break yang mengajak Anda memanipulasi waktu.

Setelah merilis Quantum Break dua tahun silam, studio game asal Finlandia itu saat ini tengah fokus pada proyek barunya. Dan berdasarkan laporan finansial di tahun 2017 yang dipublikasikan belum lama ini, Remedy Entertainment ternyata sedang disibukkan oleh dua proyek yang betul-betul berbeda. Dan keduanya tidak berhubungan dengan franchise mereka terdahulu.

Proyek pertama Remedy memiliki codename P7 (atau Project 7), digarap secara kolaboratif bersama 505 Games – publisher Itali yang memegang judul-judul seperti Sniper Elite III, Terraria, Assetto Corsa hingga Rocket League. Hampir tidak ada info mengenai P7, termasuk seperti apa game itu nanti. Remedy hanya menjelaskan bahwa kedua perusahaan melakukan kerja sama sejak masa pre-produksi, dan progresnya sesuai dengan rencana mereka.

Developer kabarnya baru menyelesaikan tahap persiapan awal P7 di akhir 2017 kemarin. Dan meski tidak ada detail apapun soal game tersebut, Remedy punya target untuk merilisnya di tahun 2019.

Proyek kedua mereka mungkin sudah Anda dengar sebelumnya. Remedy sedang membantu developer Korea Selatan, Smilegate, buat meramu mode single-player di CrossFire 2, yaitu sekuel game first-person shooter taktis ala Counter-Strike yang dilepas di 2007. Di tahun ini, proses pengerjaannya akan terus berlanjut. Smilegate sendiri bertanggung jawab untuk menentukan arah pengembangan serta komersialisasi.

Beralih lagi ke P7, game anyar ini dibangun dengan menggunakan versi lebih baru dari engine Northlight. Beberapa aspek jadi perhatian utama Remedy dalam upgrade engine tersebut: segi multiplayer, kecerdasan buatan, serta animasi. Pengerjaannya dilakukan oleh tim berisi 149 orang – studio memperoleh tambahan 14 orang dari tahun lalu, mayoritas dari mereka ditugaskan  buat mendukung sisi teknologi.

Northlight adalah engine yang juga digunakan sebagai pondasi dari Quantum Break, dispesialisasikan agar objek-objek permainan bisa bereaksi seperti benda asli di dunia nyata, memungkinkan developer menyajikan gamer ‘skenario-skenario mustahil’.

Cukup sulit menebak latar belakang game Remedy anyar itu nanti. Mereka telah mengadopsi sejumlah tema berbeda seperti neo-noir, horor, hingga fiksi ilmiah. Saya sendiri berharap agar developer mulai mencoba menerapkan elemen open world, tanpa mengorbankan aspek narasi/cerita khas Remedy.

Via WCCFTech.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Game
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…