Industri e-commerce di Indonesia telah menjamur. Tak sedikit pemain baru yang hadir mencari celah di pasar niche. Kali ini, startup asal Bandung DFORM mencoba peruntungan di industri e-commerce lewat ranah properti melalui marketplace DEUFS yang membidik relung pasar khusus desain rumah dan arsitektur.

DFORM merupakan studio kreatif yang didirikan pada bulan Agustus 2014 oleh Mande Austriono (Managing Director), Anindito Bayu (Operational Director), dan Almaviva Landjanun (Community Director) di Bandung yang fokus pada segmen arsitektur. Marketplace DEUFS adalah salah satu proyek yang sedang dikembangkan oleh studio kreatif DFORM. Selain DEUFS, ada tiga proyek lagi yang sedang dikembangkan, yakni ATYPES, DFhousing, dan DFRM Studio.

DEUFS diposisikan DFORM sebagai proyek marketplace untuk memperjualbelikan lisensi desain arsitektur rumah. Sebagai proyek yang masih baru, DEUFS masih belum terdaftar sebagai sebuah perusahaan. Menurut keterangan Almaviva, berdasarkan survei dan analisis yang telah dilakukan, DEUFS juga masih belum memiliki kompetitor di segmen yang sama, baik di ranah lokal maupun internasional.

“Hal ini (belum adanya kompetitor) disebabkan oleh pandangan masyarakat terhadap arsitektur yang hanya sebatas jasa, belum berupa produk yang diperjualbelikan. Di era kemajuan teknologi dimana akses online menjadi cara jitu untuk mempersingkat segala hal, DEUFS diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memilih dan membeli desain rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Almaviva.

Cara kerja DEUFS sebagai sebuah marketplace

Shutterstock

Saat ini ada empat tipe rumah berdasarkan luas yang disediakan oleh DEUFS dalam platformnya, yaitu tipe 36, 45, 60, dan 72.  Empat tipe bangunan tersebut dipilih berdasarkan hasil riset internal DEUFS yang menyebutkan bahwa kepedulian terhadap proses desain arsitektur dari sebagian masyarakat Indonesia yang mempunyai budget di tipe tersebut masih cenderung rendah.

a. Mekanisme jual beli

Untuk membeli desain rumah di DEUFS, pembeli cukup mengakses situs deufs.com, memilih desain arsitektur yang diinginkan berdasarkan luasan bangunan, lalu mengisi form order. Setelah konfirmasi pembayaran diterima, DEUFS akan mengirimkan gambar kerja arsitektur melalui email dengan format PDF.

Almaviva menjelaskan, “Secara singkat, user atau calon pembeli dapat memilih salah satu dari berbagai desain yang tersedia di situs DEUFS dengan cara mengisi form yang tersedia pada tiap desain. Terdapat 2 jenis lisensi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan user. Setelah user mengisi form dan pembayaran telah dikonfirmasi oleh tim DEUFS, gambar kerja arsitektur akan dikirimkan kepada user melalui email dalam format PDF.”

Perlu dingat, DEUFS hanya menyediakan lisensi bagi para pembeli untuk menggunakan desain arsitektur yang ada tanpa mengambil hak kepemilikian dari desain tersebut. Seluruh desain yang terdapat di DEUFS sepenuhnya milik masing-masih arsitek yang membuatnya. Kondisi ini dapat menguntungkan arsitek, karena mereka dapat menjual satu desain ke banyak pengguna.

b. Akuisisi pengguna

DEUFS baru diluncurkan pada akhir bulan Juli kemarin dan saat ini masih berada dalam tahap soft-launching (beta). Sebagai sebuah produk baru dari DFORM, salah satu fokus utama mereka untuk tumbuh adalah mendapatkan pengguna. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan membuat empat proyek yang sedang berjalan berkaitan satu dengan yang lainnya.

Almaviva menjelaskan, “Strategi terbesar kami dalam mengakuisisi user adalah menempatkan Deufs sebagai desain yang wajib dibeli pada proyek DFhousing. Selain itu, kami menempatkan semua desain yang ditampilkan dalam ‘featured post‘ pada media ATYPES. Strategi kami memang sengaja menciptakan keempat project ini sebagai ‘core‘ bisnis DFORM yang saling berkaitan satu sama lain.”

Dari sisi arsitek, menurut Almaviva, sejauh ini arsitek atau perancang yang terdaftar masih sebatas DFRM Studio. DFORM baru akan mengundang beberapa studio arsitek pilihan untuk tergabung di DEUFS. Nantinya, pihak DEUFS hanya akan mengambil commission fee dari nilai lisesnsi yang diperjualbelikan oleh para arsitek di platform mereka.

Rencana dan fokus di sisa tahun 2015

Shutterstock

Dengan posisinya yang masih berada dalam tahap soft-launching, memang masih banyak yang perlu dibenahi oleh DEUFS agar dapat membuktikan kredibilitasnya di tanah air. Saat ini, dari empat tipe desain yang disediakan, baru dua tipe yang bisa diakses, yakni tipe 36 dan 72. Almaviva pun mengungkapkan bahwa salah satu rencana mereka di sisa tahun ini adalah terus menambah database desain arsitektur sehingga masyarakat dapat mempunyai lebih banyak pilihan.

Almaviva mengatakan, “Strategi marketing juga masih menjadi prioritas kami, melihat bahwa bentukan marketplace ini belum banyak dikenal di masyarakat Indonesia khususnya, dunia umumnya.”

“Sebagai marketplace pertama, kami belum mempunyai strategi khusus di luar bahwa kami harus tetap berfokus pada pemilihan kualitas desain yang di submit ke dalam situs DEUFS. Sesungguhkan kami akan lebih tertantang apabila ada kompetitor sejenis agar ekosistem dapat terbangun dan persaingan dapat lebih tercipta,” tambah Almaviva.

Sebagai tambahan, saat ini DEUFS baru dapat diakses melalui desktop dan situs mobile. Untuk konten, ke depannya pihak DEUFS juga akan membuka peluang kepada arsitek dan perancang lainnya, tidak hanya melalui invitation, untuk mengirimkan desain yang dibuat dengan sistem kurasi.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.