Categories

Berita

Diaspora Luncurkan Kode Program

Wiku Baskoro - 17 September 2010

Diaspora melepas kode program mereka tanggal 15 September kemarin, tepat seperti yang mereka janjikan beberapa waktu yang lalu. Diaspora dikembangkan oleh empat mahasiswa New York University sebagai platform jejaring sosial terdistribusi dan banyak disebutkan sebagai saingan Facebook, terutama dari hal yang berkaitan dengan privasi.

Dari pengumuman resmi mereka, Diaspora mengatakan bahwa bagi para pengembang kode program mereka tersedia di Github, lalu tersedia juga mailling list untuk ruang diskusi bagi para pengembang serta roadmap dan wishlist untuk perkembangan Diaspora kedepannya.

Versi pre-alpha ini juga menampilan tampilan dasar dari Diaspora, dengan UI yang tampak bersih dan simple, ada beberapa fasilitas yang telah disediakan oleh Diaspora seperti fitur 'aspects' dimana pengguna bisa membagikan pesan, status serta foto secara privat dengan relasi yang diinginkan hampir secara realtime. Kemudian menemukan teman di internet dimana pun Diaspora seed di tempatkan, fasilitas pengaturan teman menggunakan 'aspects', serta fasilitas untuk mengunggah dan membuat album foto.

Versi alpha akan direncanakan rilis bulan Oktober dengan beberapa perkembangan yang akan dilakukan seperti integrasi Facebook, rilis secara internasional serta Data Portability.

Diaspora mencuri perhatian publik salah satunya dikarenakan berhasil menggalang dana untuk pengembangan layanan mereka dengan sangat sukses, tepat ketika isu privasi di Facebook sedang mendapatkan sorotan banyak pihak, dan karena itu mereka dianggap memberikan alternatif layanan untuk jejaring sosial.

Namun, pertumbuhan Facebook masih sulit dibendung, isu privasi juga semakin mereda dengan berbagai perkembangan yang dilakukan Facebook, 500 juta pengguna dan terus bertambah bukanlah saingan yang mudah ditaklukkan, terutama jika Diaspora akan berfokus pada pengguna umum, yang hanya ingin jejaring sosial yang mudah digunakan dan banyak orang lain yang memakainya.

Sebagai sebuah platformopen source, Diaspora juga menghadapi tantangan dari berbagai pengembang dengan pendapat mereka masing-masing, seperti yang dituliskan Mashable, pendapat pengembang sangat bervariasi, ada yang berpendapat bahwa Diaspora kurang 'menggigit', ada pula yang tetap menempatkan ekspektasi yang cukup tinggi untuk perkembangan Diaspora selanjutnya.

Tahap pre-alpha berarti tahap awal, platform yang ada juga masih tidak stabil dan masih terdapat banyak bug, tetapi tetap menarik untuk melihat alternatif tawaran fasilitas yang akan diberikan oleh Diaspora, terutama ketika mereka telah merilis layanan untuk pengguna umum dimana kita bisa melihat adaptasi mereka atas layanan Diaspora, salah satu artikel di PCWorld menuliskan bahwa dengan pengguna Facebook yang sangat banyak, bukan berarti semua pengguna merasa puas, Diaspora harus bisa melihat kekurangan yang tidak dimiliki Facebook, mengembangkannya dan benar-benar memberi alternatif pada pengguna, bisa tentang masalah privasi atau fasilitas unggulan lainnya.

Bagaimana dengan pendapat Anda, apakah dari Anda ada yang ikut mengembangkan Diaspora dari rilis kode program yang mereka luncurkan?

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter