Distribusi Omni Channel Media Digital yang Efektif

Distribusi Omni Channel Media Digital yang Efektif

Melihat cara, pengukuran, dan pemilihan channel distribusi media secara digital
Pentingnya melakukan distribusi konten dengan omni channel / Pixabay
Pentingnya melakukan distribusi konten dengan omni channel / Pixabay

Saat ini distribusi konten dengan metode omni dan multi channel sudah banyak digunakan oleh media untuk bisa memperluas kesempatan pengguna menikmati konten bukan hanya dari ‘rumah’ atau situs resmi. Lantas seperti apa perkembangan multi channel hingga kini? Seperti apa measurement ideal yang diterapkan? Apakah menggunakan cara ini bisa “membunuh” situs resmi yang merupakan source dari konten tersebut? Pembahasan tersebut dikupas secara tuntas dalam sesi diskusi yang diadakan Indonesia Digital Association dan Kurio.

“Dengan diadakannya diskusi ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada content creator dan publisher untuk kemudian melakukan distribusi yang tepat dengan memanfaatkan multi channel atau omni channel, seperti yang telah banyak dilakukan oleh media saat ini,” kata Ketua Umum Indonesian Digital Association Edi Taslim.

Turut hadir dalam acara sesi diskusi tersebut CEO Kurio David Wayne Ika dan wartawan BBC Indonesia Rebecca Henschke. Sebagai media internasional yang dikenal cukup masif melakukan distribusi konten ke media lainnya hingga media sosial, BBC Indonesia turut berbagi tips dan pengalaman tentang cara yang tepat melakukan distribusi yang tepat dan tentunya sukses.

“Kita dari BBC Indonesia tentunya tidak ingin terlena memanfaatkan ragam distribusi channel konten yang ada, karena pada akhirnya kita ingin tetap situs utama adalah yang paling banyak dikunjungi bukan beragam channel yang kami gunakan,” kata Rebecca.

Omni channel dan “the next big thing”

Kebiasaan dari pengguna untuk menikmati konten merupakan alasan utama hingga akhirnya distribusi multi channel hingga omni channel banyak mengalami perubahan. Model smartphone yang semakin canggih juga membuat para developer hingga content creator harus beradaptasi membuat teknologi yang baru dan mudah.

“Dulu semua tampilan web direkomendasikan untuk web responsive untuk memudahkan pengguna membaca konten di berbagai perangkat, dengan makin banyaknya penggunaan video saat ini juga kemudian dituntut untuk bisa tampil lebih video responsive agar dengan mudah dinikmati di desktop, aplikasi hingga browser,” kata David.

Hal lain yang juga digarisbawahi David adalah kehadiran konten secara real time ternyata cukup ampuh untuk menarik perhatian pengguna yang ternyata cukup memiliki rasa ingin tahu terkait dengan informasi atau berita yang disukai.

“Kehadiran media sosial sudah merubah gaya pengguna saat menikmati konten yang ada, terutama untuk milenial yang bisa dipastikan tidak lagi membaca koran atau menonton televisi, dan lebih memilih Snapchat atau Facebook untuk melihat newsfeed yang ada,” kata David.

Menjadi krusial bagi media untuk memilih platform yang tepat sebelum proses distribusi dilakukan. Media sosial mana yang paling sesuai dengan konten dan analytics seperti apa yang ingin digunakan untuk mengukur kesuksesan konten yang dibagikan. Pada akhirnya tiga kunci kesuksesan dalam melakukan strategi omni channel terkait dengan model distribusi adalah reach, reputation dan revenue.

Kurio memprediksi teknologi yang bakal meramaikan proses distribusi konten dengan mengadopsi teknologi, di antaranya adalah kebangkitan Artificial Intelligence (AI), audio dan podcast, data science dan bots, dan data implementation yang digunakan di newsroom.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Feature
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…