Gagasan cloud gaming, yaitu metode penyajian permainan video via streaming, telah diajukan hampir dua dekade silam. Dengannya, secara teori kita bisa menikmati game kapanpun, di perangkat apapun. Tentu saja tantangan terbesar cloud gaming ialah keterbatasan koneksi internet, dan inilah yang membuat OnLive bertekuk lutut dan menjual asetnya ke Sony.

Saat ini, kualitas jaringan internet telah meningkat jauh, tapi beberapa penyedia layanan gaming on-demand memang masih berhati-hati dalam menyuguhkannya. Sebagai contohnya: PlayStation Now dan GeForce Now baru bisa diakses di wilayah tertentu saja. Menariknya, baik Sony dan Nvidia akan mendapatkan kompetisi tak terduga dari Electronic Arts. Sang publisher game raksasa ini diketahui telah mengambil satu langkah yang berpeluang memperkuat infrastruktur cloud gaming mereka.

VentureBeat melaporkan bahwa EA baru-baru ini mengakusisi platform cloud-streaming GameFly. GameFly sendiri adalah layanan rental game online berlangganan yang menyediakan permainan-permaian console dan handheld. Mereka sudah cukup lama berbisnis di bidang ini, dimulai 16 tahun lalu, sejak era console generasi keenam seperti GameCube, Xbox dan PlayStation 2.

Pengambil-alihan tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh, hanya terhadap aset GameFly yang memfasilitasi layanan ala Netflix-nya gaming. Teknologi ini kabarnya dikerjakan oleh tim berbasis Israel. Sayangnya, baik pihak Electronic Arts maupun GameFly belum mengungkapkan detail ataupun nilai dari akuisisi itu.

Cloud gaming adalah sebuah ranah menarik yang dapat membantu kami memberikan pemain kesempatan untuk menikmati permainan video dari beragam perangkat di mana pun mereka berada,” kata Ken Mosssaid selaku CTO EA via VentureBeat. “Kami sangat bersemangat untuk mengadopsi kepiawaian tim pengembang GameFly di bawah bendera EA dalam upaya membuat terobosan serta mengekspansi cara kita menikmati game.”

Selain memublikasikan permainan secara tradisional, EA juga sudah mengoperasikan layanan gaming berbasis langganan sejak empat tahun silam. Servis tersebut hadir sebagai EA Access di console Microsoft Xbox One dan Origin Access di Windows. Sang publisher sempat mengajukannya ke Sony Interactive Entertainment, namun sang console maker Jepang itu menolaknya.

Dengan menggarap layanan cloud gaming, EA berkesempatan untuk menjangkau konsumen secara lebih luas lagi, khususnya mereka yang tidak mau membeli console ataupun gaming PC. Memang masih ada kekhawatiran soal jaringan internet, tapi era 5G sebentar lagi akan tiba dan di masa itu, layanan streaming game berpeluang akan jadi kian merakyat.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.