Gagasan terbang di atas air sudah lama ada. Air-cushion vehicle, atau alat transportasi yang kita kenal sebagai hovercraft, memanfaatkan tekanan angin di bawah sehingga ia bisa melayang di hampir seluruh jenis permukaan – tanah, air, es, hingga lumpur. Metode lain yang lebih praktis dan personal adalah dengan menggunakan perangkat jet pack hydroflight Flyboard.

Namun karena tingkat kesulitan penggunaan yang tinggi, Flyboard bukanlah untuk semua orang. Alternatif menarik lain kini ditawarkan oleh Lift Foils. Perusahaan asal Puerto Rico itu memperkenalkan eFoil, perangkat angkut personal perpaduan antara papan selancar dengan Flyboard. Penyajiannya mirip surfboard, ditenagai mesin elektrik. Namun bukannya mengambang, eFoil bisa melayang di atas air.

eFoil 4

eFoil mempunyai dua bagian: papan tempat pengendaranya berdiri dan bagian hydrofoil – terdiri dari lengan, komponen mirip sayap dan baling-baling. Secara keseluruhan, eFoil memiliki bobot 13,6-kilogram. Saat ditaruh di atas air, hanya bagian papannya saja yang mengambang, membuatnya terlihat seperti surfboard pendek. Baru setelah mulai bergerak, ia pelan-pelan akan ‘lepas landas’.

eFoil 3

Saat sedang melaju, eFoil tampak seperti papan selancar terbang, meski ia tak benar-benar melayang. Bagian sayap dan baling-baling akan tetap berada di bawah permukaan air. Rotor ditenagai oleh motor elektrik yang bekerja sangat hening, sehingga seolah-olah perangkat ini tidak memiliki mesin. eFoil mampu melesat di kecepatan maksimal 40-kilometer per jam, dengan durasi pemakaian hingga satu jam.

eFoil 1

Baterai build-in di sana merupakan komponen andalan tim Lift Foils. Mereka mengembangkannya bersama teknisi ahli di Amerika agar baterai lithium dapat bekerja normal walaupun digunakan di lingkungan berbahaya bagi komponen elektronik (telah memperoleh sertifikasi IP67). eFoil juga dilengkapi battery management system, dipadu beragam fitur demi melindunginya dari arus listrik listrik berlebihan, korsleting atau overheating.

eFoil 2

Sistem kendalinya disuguhkan lewat unit hand controller wireless. Cara kerjanya sangat sederhana: tombol pemicu berfungsi untuk mempercepat laju, lalu sewaktu dilepas, secara otomatis eFoil akan melambat dan mati. Controller tersambung via Bluetooh, dan produsen telah melengkapinya dengan sejumlah fitur keamanan: eFoil segera jadi nonaktif ketika controller tecemplung ke dalam air atau keluar dari jarak deteksi (maksimal 3-meter dari eFoil).

Lift Foils berencana untuk memulai proses produksi eFoil di bulan September 2017. Gerbang pre-order saat ini sudah dibuka, dan jika Anda ingin memilikinya, siapkan saja uang sebesar US$ 12.000.

Sumber: Lift Foils.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.