Startup Kesehatan Halodoc Kini Layani Paket Kesehatan untuk Korporat

Startup Kesehatan Halodoc Kini Layani Paket Kesehatan untuk Korporat

Fokus peningkatan kualitas dokter dan kemitraan dengan perusahaan asuransi
Direct Business Division Head Asuransi Adira Eka Widiastuti dan VP Marketing Communication Halodoc Felicia Kawilarang / DailySocial
Direct Business Division Head Asuransi Adira Eka Widiastuti dan VP Marketing Communication Halodoc Felicia Kawilarang / DailySocial

Startup kesehatan Halodoc menambah layanan paket kesehatan untuk korporat dengan menggunakan jasa dokter yang sudah bermitra dengan perusahaan. Juga tersedia layanan pengiriman obat untuk setiap resep dengan bantuan jasa Go-Send. Layanan ini belum dihadirkan secara resmi oleh pihak Halodoc, namun sudah dipasarkan di kalangan korporat.

VP Marketing Communication Halodoc Felicia Kawilarang menjelaskan, secara potensi layanan ini menjadi solusi untuk tim HR dalam menghadirkan servis kepada karyawan. Mereka tidak perlu keluar kantor setiap kali butuh konsultasi dokter atau membeli obat dari resep dokter. Cukup membuka aplikasi Halodoc dari ruang kerja mereka.

“Secara industri, healthtech itu masih baru di Indonesia, sehingga banyak sekali yang bisa kita lakukan. Orang HR korporat juga tertarik tentang produk ini, sebab paket healthcare yang kami tawarkan itu murah, mudah, dan unsur convenience-nya juga ada,” katanya, pekan lalu (15/3).

Pengembangan produk ini adalah bagian dari ekspansi perusahaan pasca memperoleh pendanaan seri B pada awal tahun ini. Sekaligus memperluas jangkauannya di Indonesia dan meningkatkan produktivitas para dokter yang sudah bermitra dengan perusahaan

Felicia menyebut selama tiga tahun terakhir, Halodoc lebih banyak memfokuskan pada memperbanyak kuantitas dokter. Langkah berikutnya, adalah meningkatkan kualitas dokter dengan pelatihan-pelatihan agar mereka bisa melayani dengan lebih baik. Pun demikian, secara kuantitas jumlah dokter yang bergabung sudah meliputi seluruh Indonesia.

“Saat awal kita berdiri, banyak konsumen yang bilang dokternya enggak ramah, balasnya singkat. Itu sebenarnya bisa dilatih mungkin banyak yang belum terbiasa jawab konsultasi via chat. Untuk itu kami mau latih dokter agar bisa memiliki kemampuan customer service. Sebab dokter-dokter itu kan jadi wajahnya Halodoc.”

Terhitung Halodoc memiliki 20 ribu dokter terdaftar di seluruh Indonesia. Namun, yang aktif melayani konsumen lewat aplikasi hanya 500 orang. Filter ini bertujuan agar dokter dapat lebih maksimal memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan para konsumen.

“Kita mau keep angka tersebut, lebih manage komunitas [dokter] dan yang masuk ke aplikasi itu mau kita filter. Jadi harus lewati proses interview, tes psikolog, dan sebagainya.”

Kemitraan dengan Asuransi Adira

Halodoc menambah kemitraan dengan perusahaan asuransi, kali ini bermitra dengan Asuransi Adira untuk produk asuransi kesehatan Medicilin. Pelanggan Medicilin dapat berkonsultasi dokter melalui panggilan telepon, chat, atau video call. Apabila ada pembelian obat dapat dilakukan pula secara online melalui mitra apotek Halodoc.

Menariknya, setelah pelanggan menggunakan fasilitas tersebut secara otomatis memotong biaya klaim yang di-cover oleh Medicilin. Pelanggan cukup membayar biaya kelebihan apabila ada obat-obatan yang tidak di-cover asuransi. Kemitraan ini seperti ini sebelumnya sudah lakukan dengan FWD Life pada tahun lalu.

“Jadi pelanggan sudah tidak perlu bayar biaya up front, lalu di-reimburse oleh asuransi beberapa hari kemudian. Back end-nya Halodoc dan Adira sudah terhubung, jadi kita sudah tahu biaya dokter dan obat yang bisa di-cover.”

Kemitraan seperti ini, sambungnya, menguntungkan pihak asuransi karena mereka bisa menekan nilai klaim per kejadian sebesar 50%-70%. Dari sisi pelanggan asuransi pun, mereka tidak perlu antre berlama-lama setiap kali butuh bantuan medis. Mereka cukup memanfaatkan aplikasi Halodoc dan terhubung dengan dokter.

“Dengan layanan baru ini, kami ingin memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses dan sesuai dengan gaya hidup pelanggan saat ini. Mereka juga bisa lakukan penghematan limit plafon Medicilin,” tambah Direct Business Division Head Asuransi Adira Eka Widiastuti.

Berhubung asuransi adalah industri yang ketat dengan aturan, proses integrasi sistem back end-nya kemungkinan butuh waktu, tergantung perusahaan asuransi itu sendiri. Dengan Adira, butuh waktu sampai dua tahun sampai akhirnya siap untuk publik.

Felicia menyebut tahun ini perusahaan juga akan perbanyak kemitraan dengan asuransi lainnya. Selain FWD Life dan Asuransi Adira, Halodoc telah bermitra dengan AXA Mandiri, Bumiputera, Cigna, dan Allianz. Aplikasi Halodoc kini telah diunduh lebih dari satu juta kali.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…