Memberikan solusi pada sektor riil menjadi salah satu tujuan yang banyak diidam-idamkan oleh startup digital. Terbukti, bahwa dengan memudahkan masyarakat dalam menjalani kegiatan ekonomi, sebuah produk digital masif diminati. Beberapa sektor sudah mulai ramai dimasuki, di antaranya sektor transportasi, pendidikan, perdagangan dan perjalanan. Namun masih banyak sektor lain yang belum banyak tersentuh, dengan berbagai permasalahannya masing-masing.

Pertumbuhan sektor pertanian masih rendah

Menurut data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS), per kuartal pertama tahun 2016 pertumbuhan pertanian di Indonesia hanya 1,85 persen. Mengalami penurunan dari tahun sebelumnya 4,03 persen. Selain isu perubahan iklim yang disebabkan musim El-Nino di Indonesia, menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS permasalahan kredit petani turut mendasari isu lemahnya perkembangan industri ini.

Investasi di sektor pertanian tak signifikan bertumbuh, padahal dari perhitungan ekonomi nasional, porsi industri pertanian masih sekitar 13,56 persen. Luasnya lahan subur dan sebaran flora yang sangat bervariasi menjadikan sebuah tamparan besar jika sektor ini tak mampu dioptimalkan.

Dalam acara Rembuk Petani Nusantara 2016 juga dipaparkan salah satu permasalahan di industri pertanian nasional, yakni terkait regenerasi. Sekitar 62 persen petani yang ada saat ini berusia di atas 55 tahun. Sementara petani muda hanya 12 persen. Kemiskinan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan petani. Sebuah keniscayaan di negara subur namun petaninya berada dalam ambang kemiskinan. Lalu apa yang salah?

Dari analisis yang disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, permasalahan paling mendasar petani di Indonesia adalah ketersediaan modal. Sementara itu, modal menjadi bagian krusial dalam memulai usaha. Ketika modal kecil, pemuaian bibit yang dilakukan pun sedikit, sehingga hanya memproduksi hasil tani yang sedikit pula. Harga pun terdorong tinggi ketika hasil sedikit, sementara harus bersaing dengan produk impor dari luar.

Ide yang bisa diimplementasikan terkait masalah tersebut (dengan bentuk aplikasi ke arah edukasi):

  1. Layanan manajemen pertanian terpadu.
  2. Analisis persebaran lahan dan periode pembibitan.
  3. Layanan fintech permodalan khusus sektor pertanian secara umum.
  4. Aplikasi konsultasi pertanian komprehensif.

Beberapa startup di bidang pertanian yang sudah ada dan bisa memberikan inspirasi: 8villages (forum interaktif), Ci-Agriculture (analisis pertanian), Eragano (panduan bercocok tanam), iGrow (menghubungkan dengan pemodal), Karsa (informasi petani), Kecipir (marketplace), LimaKilo (marketplace), Pantau Harga (informasi petani), TaniHub (marketplace).

Sebagai negara maritim, potensi laut belum dimaksimalkan

Dengan panjang pantai mencapai 95.181 km dan luas wilayah laut mencapai 5,4 juta km2, potensi maritim Indonesia tak bisa diragukan lagi. Besaran potensi hasil laut dan perikanan Indonesia mencapai 3000 triliun Rupiah per tahun, akan tetapi yang sudah dimanfaatkan hanya sekitar 225 triliun Rupiah atau sekitar 7,5 persen saja.

Menurut David Setia Maradong, S.E., Analis Perekonomian pada Asisten Deputi Bidang Kelautan dan Perikanan, Deputi Bidang Kemaritiman Sekretariat Kabinet, pengembangan usaha perikanan Indonesia memiliki prospek yang sangat tinggi. Potensi ekonomi sumber daya kelautan dan perikanan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai $ 82 miliar per tahun.

Dalam roadmap pembangunan kelautan dan perikanan 2015-2019 yang dirilis KADIN, salah satu poin permasalahan yang ada di Indonesia ialah terkait peningkatan kapasitas SDM kelautan dan perikanan, peningkatan iptek kelautan dan perikanan serta diseminasi teknologi, dan peningkatan tata kelola pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Selain itu pengelolaan hasil panen ikan juga masih perlu dikaji, jika tujuan utamanya untuk menyejahterakan para pelaku di industri maritim tersebut.

Ide yang bisa diimplementasikan terkait masalah tersebut (dengan bentuk aplikasi ke arah edukasi):

  1. Aplikasi tentang tata kelola industri perikanan.
  2. Sistem analisis maritim terpadu.
  3. Layanan pengelolaan hasil tangkap/panen ikan terpadu.

Beberapa startup di bidang perikanan yang sudah ada dan bisa memberikan inspirasi: Blumbangreksa (IoT – pemantau kondisi air), eFishery (IoT – pakan ternak otomatis) dan Aruna (layanan manajemen industri perikanan).

Hal yang melandasi keyakinan di sektor tersebut di atas

Angka-angka yang telah disebutkan pada dua sektor di atas setidaknya menjadi jalan pembuka, bahwa potensi sudah pasti ada. Permasalahan yang ada di lapangan bahkan lebih klasik, tentang mengubah paradigma dan pola produksi yang telah menjadi tradisi. Hal serupa sebenarnya juga yang dialami saat transisi industri transportasi dan perdagangan dari konvensional menuju digital. Mungkin tak sebanyak itu (transportasi) jika dibandingkan dari sisi pengguna, akan tetapi dari dampak yang dihasilkan mampu melebihinya.

Kolaborasi dengan berbagai pihak berkepentingan menjadi langkah strategis yang harus digalakkan. Melalui beberapa program, pemerintah pun sudah mencanangkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan inovator digital guna memajukan sektor tersebut. Mereka menyadari bahwa implementasinya harus benar-benar dimulai dari dasar dan merupakan sebuah proyek yang berimbas secara jangka panjang.