Alasan kenapa usaha pengembangan diri gagal

Ini Alasan Kenapa Usaha Pengembangan Diri Anda Gagal

Jika proses pengembangan diri bukan prioritas, jangan heran Anda banyak mengalami kekecewaan dalam hidup
Menginvestasikan waktu untuk mengembangkan diri, sama dengan mengembangkan bisnis / Pixabay
Menginvestasikan waktu untuk mengembangkan diri, sama dengan mengembangkan bisnis / Pixabay

 “If you work hard on your job you can make a living, but if you work on yourself you can make a fortune.” — Jim Rohn, Entrepreneur dan Business Philosopher kenamaan Amerika Serikat.

Qoute ini mengingatkan kepada kicauan seorang dosen filsafat yang kurang lebih begini, “Filsafat bukan ilmu untuk memikirkan kehidupan, namun ilmu untuk menghidupkan pikiran.”

Saya berpikir bahwa filsafat bisnis juga bukan ilmu untuk memikirkan bisnis, melainkan ilmu untuk menghidupkan bisnis.

Entrepreneur, pada tahapan tertentu, paham sekali bahwa kalimat Rohn bukan sekadar pepesan kosong. Cara untuk meningkatkan karier, bisnis, hingga kualitas hidup Anda terletak kepada waktu yang disisihkan untuk mengembangkan diri.

Seperti sifat investasi lainnya, ia tidak seperti menggigit cabe rawit yang langsung terasa pedasnya. Tetapi lebih kepada dampak berkesinambungan di masa depan. Anda merasa dengan kesibukan dan rutinitas yang padat pengembangan diri bukanlah prioritas.

Tak heran jika hingga detik ini, secara pribadi Anda belum berkembang. Kenali beberapa penyebab gagalnya upaya pengembangan diri di bawah ini, dan buang jauh-jauh dari kehidupan Anda.

Tidak ingin belajar menjadi pendengar yang efektif

Mendengarkan adalah sebuah keterampilan penting untuk orang yang ingin mengembangkan kemampuan pribadi. Banyak orang berhenti menjadi pendengar yang baik, dan hanya mau mendengar hal-hal sebatas isu-isu yang mereka anggap penting. Keterampilan mendengarkan yang baik, mencakup kemampuan untuk mendengarkan masalah apa pun dan mencoba berempati.

Tidak bersikap terbuka terhadap  ide-ide orang lain

Tidak sedikit orang yang otomatis punya tanggapan awal negatif untuk saran atau ide baru, apalagi jika itu datang dari rekan di posisi lebih rendah atau setingkat. Atau dari orang yang Anda anggap tidak atau kurang berpengalaman dibandingkan Anda.

Orang-orang ini mungkin percaya ide-ide mereka sendiri lebih baik, atau mungkin tersinggung mendapat kenyataan bahwa rekan sekerja begitu sombongnya untuk menawarkan umpan balik. Apapun dasarnya, bereaksi negatif terhadap umpan balik sangat membatasi proses pengembangan diri.

Tidak jujur ​​terhadap diri sendiri

Ketika Anda terbuka, orang juga akan lebih terbuka dalam memberikan umpan balik. Maka, Anda biasanya lebih rentan untuk menghadapi fakta tidak menyenangkan tentang diri sendiri. Tetapi meski menyebalkan, hal ini sangat penting jika Anda ingin berkembang.

Ketika orang tidak benar-benar jujur, mereka cenderung tidak jujur ​​dengan diri sendiri juga. Menipu diri sendiri adalah proses menyangkal atau merasionalisasi fakta yang sulit diterima. Pengembangan diri hanya terjadi ketika orang bisa menghadapi kenyataan bahwa mereka membutuhkan keterampilan atau pengetahuan baru.

Tidak menyediakan waktu untu membantu mengembangkan orang lain

Pengembangan diri itu menular. Ketika pemimpin menyisihkan waktu untuk kegiatan pengembangan diri, artinya ia mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka percaya kepada praktik mengembangkan orang lain juga.

Tidak mengambil inisiatif

Memperoleh pengetahuan baru, belajar keterampilan baru, atau mengubah kebiasaan membutuhkan inisiatif. Inisiatif berarti memperluas diri melampaui yang diharapkan atau ditentukan berdasarkan peran Anda. Sering, kita mengasumsikan bahwa bakat besar berasal dari keberuntungan atau kemampuan bawaan. Sebenarnya bakat besar merupakan hasil yang diperoleh dari proses belajar dan praktik.

Dalam pekerjaan sehari-hari, kesibukan yang tinggi kerap menyeret kita semua ke dalam mode reaktif. Harus berurusan dengan ratusan email, ekspektasi, persaingan yang makin ketat, masalah yang datang  tak terduga, membuat Anda terjebak dalam pekerjaan tanpa sempat meluangkan waktu untuk pengembangan diri.

Namun, sebenarnya bisa saja perusahaan atau organisasi akan setuju dan memfasilitasi jika Anda bilang ingin menyisakan sepotong kecil waktu dan energi untuk pengembangan pribadi. Meningkatkan diri berarti meningkatkan organisasi tempat Anda bekerja dan pada akhirnya akan membuat hidup Anda lebih baik juga.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Tips
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…