StartupDScovery

Investasi Saham, Pengertian, Jenis, Cara, Keuntungan dan Risiko

Saham menjadi investasi yang dapat kamu pilih di masa sekarang. Namun, sebelum itu kamu harus mengetahui pengertian, jenis, kelebihan, dan risiko saham.

Siapa yang tidak mengenal saham? Sebuah investasi yang beberapa tahun terakhir di Indonesia sedang naik daun. Investasi digunakan masyarakat untuk mengembangkan sebuah aset. Pengembangan aset bisa mempengaruhi kehidupan kamu menjadi lebih sejahtera nantinya.

Di antara jenis investasi yang ada di indonesia, investasi saham masih menjadi yang populer. Namun, untuk melakukan investasi saham kamu tidak bisa sembarangan, apalagi jika ingin mengembangkan aset melalui saham dengan jumlah yang besar.

Ada beberapa hal yang harus ketahui tentang investasi saham terlebih dahulu, seperti pengertian, jenis, contoh, dan juga keuntuntungan atau kerugian yang diakibatkan oleh investasi saham.

Apa Itu Investasi Saham?

Mengutip dari Investopedia, investasi adalah cara kamu menyisihkan sebagian harta atau uang di salah satu pasar keuangan dengan waktu tertentu dan menuainya di kemudian waktu. Tentunya investasi saham yang sehat akan membuat uang kamu menjadi memiliki keuntungan.

Lalu, apa itu saham? Investasi Saham adalah sebuah instrumen pasar keuangan yang berupa tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan investasi saham ini juga kamu memiliki klaim atas aset, pendapatan perusahaan, dan juga memiliki hak untuk hadir di Rapat Umum pemegang Saham (RUPS).

Tujuan saham juga biasanya digunakan untuk mencari penghasilan atau investasi jangka panjang. Kemudian, investasi saham ini juga perusahaan lah yang akan mengelola aset atau modal yang kamu setorkan, dan biasanya investasi saham digunakan untuk tujuan tertentu di masa yang akan datang.

Jenis-jenis Investasi Saham yang Harus Kamu Ketahui

Setelah mengetahui apa itu investasi saham, langkah selanjutnya adalah kamu harus mengetahui jenis-jenis investasi saham yang beredar di pasar uang. Dilansir dari OCBC Nisp ada beberapa jenis saham yang dibedakan dari kepemilikan, kinerja perdagangan, dan cara pengalihannya.

1. Common Stock

Saham biasa atau common stock adalah jenis saham berdasarkan kepemilikan, saham biasa dapat melakukan klaim kepemilikan dengan menyesuaikan kerugian dan keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan. Contoh saham biasa atau common stock adalah saham waran.

Dengan saham biasa, pemegang saham memiliki kewajiban terbatas. Contoh, apabila sebuah perusahaan penyedia saham bankrut, maka pemilik saham hanya akan mendapatkan prioritas paling terakhir dalam pembagian keuntungan perusahaan.

2. Saham Preferen

Investasi saham selanjutnya adalah investasi saham preferen atau preferred stock yang merupakan gabungan dari obligasi dengan investasi saham biasa, karena itu bunga yang dihasilkan dari investasi saham preferen akan bersifat tetap. Biasanya saham preferen juga dapat kamu temui di bursa efek Indonesia dengan kode 4 huruf atau ada tambahan huruf ‘P’ di belakangnya.

3. Saham Atas Unjuk

Investasi saham atas unjuk ini juga biasanya disebut sebagai bearer stocks, investasi saham ini juga biasanya tidak memiliki nama kepemilikan secara tertulis. Alasannya agar mudah dipindahtangankan tanpa melalui badan hukum.

4. Saham atas nama

Sesuai dengan namanya, investasi saham saham atas nama memiliki bukti tertulis dalam kepemilikannya. Untuk memindahkan atau mengalihkan tentunya harus melalui badan hukum.

5. Income Stock

Investasi income stock adalah saham yang biasanya membayar laba atau dividen lebih besar daripada periode sebelumnya. Hal ini membuat income stock pendapatannya selalu meningkat di setiap periode.

6. Growth Stock

Growth stock adalah investasi saham yang memiliki pertumbuhan saham yang tinggi. Namun, biasanya tidak semua perusahaan tinggi yang memiliki growth stock

Growth stock dibagi menjadi dua yaitu Well-Know, growth stock yang berasal dari perusahaan cukup tinggi. Sedangkan, lesser-Known biasanya berasal dari growth stock yang perusahaan kurang populer.

7. Blue Chip Stocks

Investasi saham ini biasanya dikeluarkan oleh perusahaan tinggi atau memiliki penghasilan yang stabil dan juga konsisten dalam membayar bagi hasil. Jenis investasi saham ini juga sering diincar oleh investor.

8. Counter Cyclical Stock

Salah satu investasi saham yang tidak akan berpengaruh atas ekonomi yang naik turun adalah counter cyclical stocks. Sehingga kondisinya akan selalu stabil, tetapi keuntungan counter cyclical stock disesuaikan dengan perusahaan yang mengeluarkan saham.

9. Saham Spekulatif

Jenis investasi saham yang terakhir adalah saham spekulatif yang memberikan laba secara tidak konsisten, tetapi memiliki keuntungan yang tinggi.

Kelebihan Investasi Saham

Memang disebutkan investasi saham ini akan sangat berpengaruh untuk keuangan yang sejahtera nantinya. Menurut Indonesia Stock Exchange, ada tiga keuntungan saham yang dapat diperoleh dari investor atau juga kamu yang membeli saham.

1. Capital Gain

Kelebihan investasi saham yang pertama adalah capital gain yaitu selisih antara harga jual dan harga beli. Capital gain juga biasnaya berasal dari aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

2. Dividen

Investasi saham juga memiliki kelebihan dalam berupa dividen, yaitu pembagian keuntungan oleh perusahaan yang tentunya juga dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri. Pemberian dividen ini harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS.

Dividen yang diberikan oleh perusahaan biasanya diberikan dalam bentuk tunai atau juga dividen saham. Tentunya jika dalam bentuk tunai maka berbentuk jumlah rupiah. Sedangkan, dividen saham akan berbentuk saham yang nantinya akan ditambahkan ke saham yang dimiliki oleh pemodal.

3. Bisa dilakukan dimanapun

Melakukan investasi saham bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Pembelian saham juga lebih banyak dilakukan secara online dimulai dari penjualan hingga pembeliannya. Sehingga tidak akan mengganggu aktivitas kamu.

Risiko Saham

Selain kelebihan, investasi saham juga memiliki risiko yang harus kamu hindari:

1. Capital Loss

Berbeda dengan capital gain, capital loss adalah kondisi di mana investor menjual sahamnya lebih rendah dibandingkan dengan harga beli sebelumnya.

2. Risiko Likuiditas

Pemegang saham bisa mendapatkan prioritas terakhir setelah jika perusahaan yang sahamnya dimiliki itu dinyatakan bankrut oleh pengadilan. Seandainya perusahaan tersebut masih memiliki sisa kekayaan juga dapat dibagi secara keseluruhan ke seluruh pemegang saham. Namun, klaim ini harus dilakukan ketika perusahaan sudah perusahaan melakukan kewajibannya.

Sehingga, kamu harus terus mengikuti perkembangan perusahaan dari saham yang kamu miliki. Perlu diingat juga bila saham yang yang beredar di pasar sekunder akan selalu mengalami kenaikan dan penurunan.

Apa Perbedaan Investasi Saham dan Trading Saham?

Mungkin kamu sering mendengar investasi saham dan trading saham yaitu yang pertama jangka waktu trading saham akan lebih singkat dibandingkan investasi saham, trading saham juga lebih memiliki tujuan untuk menghasilkan keuntungan dari jumlah beli saham. Sedangkan, investasi saham lebih menekankan keuntungan jangka panjang.

Yang terakhir, trader yang melakukan trading saham tidak akan mendapatkan kelebihan dari investasi saham seperti dividen, bonus, dan pemecahan saham. 

Perlu diingat juga untuk melakukan investasi saham, kamu harus menyetorkan aset modal yang memang bukan dari uang dana darurat atau memberikan semua modal yang kamu miliki, karena investasi saham ini akan memiliki aktivitas yang naik turun.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again