Dark
Light

Joseph Saelee, Remaja 16 Tahun Jadi Juara Turnamen Tetris Tingkat Dunia

1 min read
October 23, 2018
Jonas Neubauer, Joseph Saelee, dan Harry Hong

Nama Tetris mungkin tidak terdengar prestisius di dunia esports, tapi sebenarnya game tersebut memiliki kompetisi tingkat dunia yang rutin diadakan sejak lama. Mengusung nama Classic Tetris World Championship (CTWC), turnamen yang berjalan mulai tahun 2010 itu bahkan setia pada akar Tetris asli. Game yang dilombakan adalah Tetris versi NES, dengan layar televisi CRT, serta controller NES yang tidak boleh dimodifikasi.

Ada satu nama yang sangat populer di dunia CTWC, yaitu Jonas Neubauer. Sehari-hari berprofesi sebagai bartender, Neubauer hingga kini telah menjadi juara dunia Tetris sebanyak tujuh kali. Ia hanya pernah kalah dua kali, yaitu pada tahun 2014, dan sekarang, tahun 2018.

Joseph Saelee vs Jonas Neubauer
Joseph Saelee melawan Jonas Neubauer di final CTWC 2018 | Sumber: Nintendo Life

Penantang yang mengalahkan Neubauer di tahun 2014 adalah Harry Hong, seorang pemain yang juga langganan meraih peringkat di CTWC. Tapi di tahun 2018 ini Neubauer tumbang di tangan seorang pendatang baru yang masih sangat belia. Dia adalah Joseph Saelee, remaja 16 tahun yang dikenal di Twitch dengan nickname JdMfX_.

Kemenangan Saelee melawan Neubauer cukup tak terduga, bahkan Saelee sendiri pun tak menyangka dia bisa menjadi juara. “Saya datang ke turnamen ini hanya untuk lolos kualifikasi, hanya untuk bertemu orang-orang hebat ini, dan kemudian saya menang, itu sangat luar biasa, saya tak tahu harus berkata apa,” ujar Saelee selepas turnamen, dilansir dari Kotaku.

Jonas Neubauer dan Joseph Saelee
Jonas Neubauer (kiri) dan Joseph Saelee (kanan), juara dunia Tetris | Sumber: CTWC

Walau merupakan wajah baru di CTWC, sebetulnya kiprah Saelee di dunia Tetris sudah cukup mengesankan. Ia tercatat sebagai pemain termuda yang berhasil mencapai skor maksimum (999.999) di Tetris versi NES. Tidak hanya itu, Saelee bahkan berlatih hingga bisa meraih skor maksimum itu dengan satu tangan saja. Video-video pencapaian Saelee dapat Anda temukan di channel Twitch miliknya.

Kemenangan Saelee di CTWC 2018 kali ini juga terjadi berkat sebuah teknik tak lazim yang disebut “hyper-tapping”. Ini adalah teknik di mana seorang pemain menekan tombol arah berkali-kali dalam interval tertentu, alih-alih menahan tombol tersebut untuk menjatuhkan blok.

https://twitter.com/ArdaOcalTV/status/1054135995401101312

Hyper-tapping sangat sulit dilakukan, bahkan dikatakan bahwa teknik ini mengharuskan pemain untuk menekan tombol sepuluh kali dalam satu detik. Tapi bila berhasil, pemain bisa menjatuhkan blok lebih cepat dari biasanya. Walau sulit dan melelahkan, Saelee berhasil membuktikan bahwa hasilnya sebanding.

Joseph Saelee pulang dari CTWC 2018 dengan membawa pulang piala dan uang hadiah sebesar US$1.000. Sementara itu Neubauer sebagai juara yang trofinya direbut malah tampak gembira melihat ada anak muda yang bisa melakukan hal seperti Saelee. “Saya merasa terhormat bisa menyerahkan tongkat estafet ke para pemain Tetris generasi baru,” ujarnya.

Anda dapat menyaksikan pertandingan final CTWC 2018 lewat video di bawah.

https://www.youtube.com/watch?v=qHMLwgE4ZG8

Sumber: Kotaku, Nintendo Life

Telkomsel Big Data
Previous Story

Telkomsel Luncurkan MSIGHT, Layanan “Telco Big Data” untuk Bisnis

Teddy Oetomo mengatakan startup unicorn di Indonesia sudah mulai menganggap posisi CSO sebagai hal penting
Next Story

Teddy Oetomo tentang Posisi CSO, Strategi M&A, dan Potensi IPO Bukalapak

Latest from Blog

Don't Miss

Film Tetris Apple TV

Film Tetris akan Segera Rilis di Apple TV

Siapa yang tidak mengenal Tetris? Sebuah game klasik sederhana namun dapat menjadi

10 Game dengan Penghasilan dan Angka Penjualan Terbesar Sepanjang Sejarah

Popularitas game datang dan pergi. Biasanya, popularitas sebuah game akan