1. Startup

Kompasiana Akan Luncurkan Aplikasi Blogging Mobile

Kompasiana, platform blog yang dimiliki oleh grup Kompas Gramedia, merupakan sebuah platform yang memberikan wadah bagi siapa saja untuk berbagi informasi di ranah media sosial. Saat ini di dunia menjadi salah satu yang terbesar dengan rangking Alexa bertengger di peringkat 30 hingga 33 dalam bulan ini saja. Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang kelima, Kompasiana akan meluncurkan layanan mobile blogging untuk para anggotanya seiring dengan pergeseran perilaku pengguna dan pembaca.

Di Indonesia, Kompasiana telah menjadi social blog yang terbesar di Indonesia. Dengan pengguna  terdaftar sebanyak 210.000,  3000 pengguna aktif dan 1000 tulisan per hari. Dengan akses yang diberikan kepada masyarakat umum, Kompasiana bukanlah media berita resmi layaknya Kompas.com karena seluruh post yang hadir di situs tersebut sama sekali tidak melalui proses redaksional maupun jurnalistik yang dilakukan pada umumnya oleh berbagai macam situs berita. Hal ini sayangnya tidak diperhatikan oleh banyak pembaca Kompasiana.

Sukses Kompasiana ini tidak diraih dengan mudah, perlu upaya dan perjuangan panjang. Sejak berdiri pada 22 Oktober 2008, Kompasiana tidak langsung tumbuh menjadi besar. “Saat itu Blogdetik adalah pemimpin. Butuh dua tahun bagi kami untuk mengejarnya,” kenang Pepih Nugraha, manajer Kompasiana.

Pepih mengatakan bahwa sebuah blog dengan user generated content bila diurus dengan serius akan menghasilkan dan menguntungkan. “Model bisnisnya juga harus jelas dan uang tidak hanya dihasilkan melalui iklan dan banner. Program-program offline juga dapat menjadi pemasukan.”

Kompasiana membuka diakses sejak Mei 2008 dan sudah mulai menampilkan tulisan. “Awalnya hanya diperuntukkan [bagi] wartawan. Namun wartawan Kompas waktunya juga tak banyak, jadi kemudian dibuka untuk warga.”

Tujuan awalnya, Kompas ingin mendorong warga untuk bisa menjadi wartawan warga (citizen reporter) yang melaporkan kejadian sekitarnya. Warga bisa berperan aktif untuk memberikan informasi yang diinginkan, serta menjadi saluran yang menembus keterbatasan media tradisional.

“Warga bisa melaporkan kejadian sekitarnya, misalnya kecelakaan yang terjadi atau kejahatan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Misalnya untuk surat pembaca di media cetak seperti Kompas saja terbatas, nah Kompasiana memberikan wadah untuk warga mengeluarkan pendapatnya,” jelas Pepih.

Pada akhirnya, pemberitaan dari warga tidak banyak. Tetapi Pepih tidak melihat ini sebagai ketidak siapan Indonesia terhadap citizen journalism melainkan hal tersebut tak bisa dipaksakan. Selain gabungan antara kegiatan maya dengan event yang bersinergi. Blog dengan user generated content juga harus terus berinovasi.

Itulah yang dilakukan Kompasiana yang akan meluncurkan mobile blogging. Kompasiana vesi mobile. “Tanggal 23 November bersamaan dengan perayaan ulangtahun yang ke-5, akan diluncurkan mobile Kompasiana. Menjawab tantangan dari semakin meningkatnya aktifitas online yang dilakukan melalui ponsel.” lanjut Pepih. Saat ini memang ada aplikasi Kompasiana di Google Play namun aplikasi tersebut bukanlah aplikasi resmi dari Kompas Gramedia dan hanya dapat digunakan untuk membaca konten Kompasiana.

Lebih lanjut Pepih mengatakan, "Awalnya semua mengakses Kompasiana melalui desktop atau laptop. Tapi semua telah bergeser dan beranjak melalui mobile. Tampilan Kompasiana akan disesuaikan dalam tampilan yang cocok untuk diakses melalui ponsel. Dan memungkinan pengguna Kompasiana untuk posting, upload foto, langsung melalui ponsel mereka." Seperti apa pastinya aplikasi Kompasiana tersebut dan akan tersedia di platform apa, Pepih belum memberikan detilnya.

[ilustrasi foto dari Shutterstock]

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again