Sejak membawa gamer bertempur di Perang Dunia 2 15 tahun silam, franchise Call of Duty pelan-pelan terbagi ke beberapa seri yang dikerjakan oleh tim berbeda: Infinity Ward menangani seri utama dan Modern Warfare, Treyarch fokus pada Black Ops, lalu Sledgehammer berkesempatan menggarap ‘story arc‘ baru, yakni Advanced Warfare serta WWII.

Meski bukan game Call of Duty terbaik, WWII yang dirilis tahun lalu memberikan pemasukan senilai US$ 1 miliar (per bulan Desember) buat Activision, dan berhasil menghimpun 20,7 juta pemain di seluruh platform game. Fans juga boleh berbahagia karena publisher dikabarkan punya rencana untuk memastikan tahun 2018 tidak berlalu tanpa kehadiran permainan Call of Duty baru.

Berdasarkan informasi dari sejumlah narasumber berbeda, Eurogamer melaporkan bahwa Activison akan meluncurkan Call of Duty: Black Ops 4 di tahun ini. Seperti sebelum-sebelumnya, game dikerjakan oleh tim Treyarch. Berbeda dari seri-seri lain di franchise Call of Duty, tiga game Black Ops menghidangkan pemain ‘rasa’ yang berbeda. Permainan pertama di-setting di periode Perang Vietnam dan Perang Dingin, namun diarahkan ke tema sci-fi di game-game selanjutnya.

Untuk Black Ops 4, Treyarch kabarnya mencoba mengembalikan seri ini ke era modern, dan dibuat lebih realistis. Kemungkinan besar, langkah ini diambil akibat dari respons negatif gamer terhadap arahan futuristis dan yang diambil Infinite Warfare. Banyak orang juga menerka, latar belakang Perang Dunia kedua di Call of Duty: WWII merupakan respons Activision terhadap populernya Battlefield 1.


Eksistensi dari Call of Duty: Black Ops 4 pertama kali muncul dalam tweet seorang ‘insider industri gaming‘ bernama Marcus Sellars di awal minggu ini. Ia menyampaikan bahwa Black Ops 4 akan tersedia di PC, PlayStation 4, Xbox One, dan Switch. Khusus versi Nintendo Switch, game didukung fitur HD Rumble, kendali motion, dan DLC; port-nya sendiri ‘dikerjakan oleh perusahaan yang familer dengan game-game Call of Duty’.

Jika laporan ini akurat, maka Black Ops 4 akan menjadi permainan COD pertama yang mendarat di platform Nintendo sejak Call of Duty: Ghost di tahun 2013.

Activision menolak untuk memberikan komentar saat Eurogamer mintai keterangan. Kita bisa berasumsi, kebenaran dari berita ini akan terungkap tidak lama lagi karena biasanya sang publisher memanfaatkan E3 buat memamerkan permainan barunya, dan akan mengumumkannya sebelum event itu tiba.

Dan melihat tradisi Activision sejauh ini, seperti apapun game baru Call of Duty itu nanti, ia akan diluncurkan mendekati akhir tahun, tepatnya di bulan November.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.