Gaya hidup hijau dan ramah lingkungan menjadi sebuah gerakan sendiri yang hingga saat ini masih gencar dilakukan dimana-mana. Mulai dari individu, perusahaan, instansi semua berlomba-lomba mencanangkan gaya hidup yang ramah lingkungan. Singkatnya, gaya hidup hijau menjadi tren yang ramai-ramai diikuti. Tak hanya menjadi tren tetapi juga menjadi daya jual yang digunakan untuk memasarkan produknya.

Sebenarnya seperti apa produk yang dikatakan ramah lingkungan? Kriterianya adalah sebagi berikut: Jumlah emisi karbon yang dihasilkan dalam proses produksi berdasarkan penggunaan sumber energi listrik; penggunaan substansi dalam komponennya (apakah masih menggunakan substansi beracun atau tidak);  kemampuan daur ulang produk itu, serta program daur ulang yang disediakan perusahaan terhadap produk-produk yang sudah melewati masa pakainya; dan kemasan (plastik, kertas, dan lain-lain).

Gerakan penghematan kertas mengilhami terbentuknya Datangya yang diluncurkan secara resmi pada tanggal 1 Maret 2012. Layanan yang sebenarnya sudah ada sejak September 2011 dalam versi beta ini adalah situs pembuatan undangan pernikahan online. Datangya didirikan oleh tim R&D Nusanet yang mempunyai ide awal untuk membuat sebuah undangan menarik secara online yang dapat mendukung gerakan mengurangi penggunaan kertas. Datangya merupakan bagian layanan Nusanet. Untuk beberapa layanan Datangya seperti domain pribadi, pihaknya bekerjasama dengan Idcolo.

Datangya dirancang sebagai sebuah sistem yang dapat membuat user mudah untuk membuat undangan dan bisa selesai dalam waktu hitungan menit. Pengguna Datangya saat ini telah mencapai lebih dari 1600 orang sejak  diluncurkan tahun 2012.

“Pertumbuhan user Datangya, tahun lalu hanya sekitar 300 pengguna. Tahun ini sekitar sekitar 1300 dan masih terus bertambah,” ujar Ade Iskandar, Project Manager Datangya.  Ade sehari-hari merupakan team leader Datangya yang terdiri dari tujuh  orang.

Layanan Datangya terdiri dari versi gratis dan versi berbayar. Dua versi ini secara fungsi tidak memiliki perbedaan. Hal yang berbeda adalah kualitas tampilan laman situs yang dihasilkannya. Statistik internal Datangya menyebutkan tiga dari sepuluh pengguna layanan ini memilih versi berbayar.

“Strategi untuk menarik banyak pengguna adalah pelayanan yang prima, tulus dan bagus. Kita tidak membedakan antara user yang gratis dan user yang berbayar. Selain itu kita juga memberikan garansi ‘Batal nikah Uang kembali’ jadi pengguna tidak perlu khawatir  apabila pernikahannya ternyata batal atau diundur,” tegas Ade.

Meskipun kompetitor yang menyasar pasar serupa sudah banyak, Ade memastikan bahwa hingga saat ini ia tidak fokus pada kompetitor tetapi kepada produk dan layanan Datangya sendiri, seperti kemudahan pengguna dalam membuat undangan dengan cepat dan mudah dan siap sebar dalam hitungan menit.

Pengguna Datangya bisa memilih untuk tetap dapat menuliskan siapa yang dia undang di undangan online tersebut atau membatasi siapa saja yang bisa melihat undangannya.

“Harapan Kami produk ini dapat diterima dengan baik di Indonesia  Satu hal lagi, Datangya  ingin menjadi salah satu pelopor perubahan gaya hidup dalam mengundang kerabat dengan tidak lagi menggunakan kertas alias go green,” pungkasnya.

[Ilustrasi Foto: Shutterstock]

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.