Categories

Tips

Lima Hal yang Perlu Diperhatikan Pendiri Pemula Jika Ingin Mendapatkan Pendanaan Awal

Berdasarkan pengalaman yang diceritakan oleh Co-Founder dan CEO Zapier Wade Foster

Adjie Priambada - 12 June 2015

Ketika Anda menjadi penggiat startup pertama kali, semuanya akan terasa baru bagi Anda, termasuk saat berusaha mencari pendanaan awal. Hal tersebut juga pernah dialami oleh Co-Founder Zapier Wade Foster dan ketika ia berhasil mendapatkan pendanaan awal banyak yang memintanya untuk berbagi pengalaman. Wade mencoba membagikan beberapa tips bagi pendiri pemula sepertinya untuk peroleh pendanaan awal berdasarkan pengalaman dan saran orang yang lebih berpengalaman darinya.

Wade adalah seorang Co-founder dan CEO layanan yang memberikan kemudahan untuk sinkronisasi data antara web apps. Di masa-masa awal membangun startupnya, Wade juga sempat merasakan “kehilangan arah” saat ingin mendapatkan pendanaan awal. Ia mendapatkan pengalaman memperoleh pendanaan awal pertamanya dengan Zapier pada September 2012 dengan jumlah mencapai $1,2 juta.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan pendiri startup pemula saat ingin mendapatkan pendanaan awal menurut Wade berdasarkan pengalaman juga pembelajaran yang diperolehnya dari orang-orang yang lebih ahli:

Meyakinkan investor

Wade mengatakan, “Cara terbaik untuk meyakinkan investor menanamkan uangnya sebenarnya adalah menjadi investable. Biasanya ini dimulai dengan memiliki produk dengan sejumlah traksi, tapi terkadang beberapa orang investable, bahkan jika mereka tidak memiliki produk. Meski demikian, biasanya mereka bukan pendiri pemula.”

Masalahnya adalah, bagi kebanyakan pendiri pemula segala sesuatunya baru, temasuk traksi. Menurut Wade, pendiri pemula mungkin tidak mengenali traksinya meskipun mereka punya. Kendala ini bisa saja menjadi rumit karena jika si pendiri tidak yakin dengan traksi yang dimilikinya, itu bisa berujung pada malu saat pitching di depan investor.

“Bagaimana mungkin Anda bisa menjadi percaya diri saat pitching di hadapan investor yang telah memiliki pembayaran epik dari nama-nama terbesar dalam teknologi (jika tidak percaya diri dengan traksi yang dimiliki)? Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk merasa nyaman dengan kesuksesan Anda sendiri, seberapa kecilpun kemungkinannya pada saat itu,” ujar Wade.

Memahami traksi

Lalu seperti apa traksi kelihatannya?

Menurut Wade, pada dasarnya traksi akan berbeda untuk setiap produk. Kuncinya di sini dapat dilihat dari produk yang telah diluncurkan dengan pertumbuhan yang solid di bulan-bulan pertamanya. Jika berkelanjutan, bukan tak mungkin cerita dari bisnis yang dibangun akan memiliki potensi IPO yang cukup tinggi.

Wade mengatakan, “Kunci utama dari traksi adalah produk yang telah diluncurkan, beberapa bulan pertumbuhan solid (5-7% pertumbuhan mingguan cukup bagus untuk awalan). Pertumbuhan bisa jadi pengguna, pendapatan, atau apapun itu yang berharga bagi perusahaan Anda. Permainan jangka pendeknya adalah melanjutkan pertumbuhan tersebut dan untuk jangka panjang bicara tentang menumbuhkan bisnis hingga menjadi perusahaan dengan potensi IPO.”

Bertahan hingga siap untuk memperoleh pendanaan

Jika pendiri pemula belum siap untuk mendapatkan investor, artinya ia harus dapat menemukan jalan lain untuk bertahan. Jalan terbaik sebenarnya adalah dengan memiliki konsumen yang mau membayar untuk startup miliknya. Namun jika belum memiliki traksi, menurut Wade ada empat hal yang bisa dilakukan untuk membuat bisnis tetap berjalan.

Pertama, sisihkan dana untuk membiayai proyek sementara waktu. Kedua, bersiaplah kerja secara penuh, malam dan weekend  untuk membuat semuanya berjalan. Ketiga, konsultasikan atau lakukan freelance untuk melunasi biaya dan berikan sisa waktu yang dimiliki untuk bekerja pada startup yang dibangun. Keempat, potong biaya tanpa ampun karena Anda tak perlu berada di kota besar untuk membuat startup Anda dikenali, tak perlu ragu untuk tinggal di tempat yang tak begitu mahal biaya hidupnya.

“Menjaga startup tetap hidup di masa-masa awal adalah seperti memiliki sikap tidak mati layaknya kecoa,” tegas Wade.

Manfaatkan inkubator atau akselerator untuk menjembatani gap

Inkubator atau akselerator adalah pilihan yang layak bagi pendiri pemula untuk membantu mereka bergerak dari startup yang menjalani bootstrapped untuk mendapatkan seed round. Menurut Wade, rute untuk masuk ke inkubator atau akselerator sedikit lebih transparan dan demokratis daripadi mendapatkan pendanaan biasa. Maka dari itu, pemula mungkin mendapatkan keberuntungan yang lebih dari sini, meski tak ada jaminan pasti akan sukses dengan inkubator atau akselerator tersebut.

Wade mengatakan, “Bagi kami, ini kenyataannya. Kami pernah mencoba mengumpulkan dana dengan bootstrapped di Missouri, saya rasa kami berjuang (dengan keadaan bootstrapped). Sebagai tambahan, Y Combinator (inkubator yg diikuti Zapier) menghabiskan minggu terakhir batch kami dengan mengajarkan kami bagaimana cara fundraise. Tanpa pengetahuan tersebut kami mungkin akan membuat banyak kesalahan amatir saat mencoba mengumpulkan dana.”

Menemukan investor

Investor, khususnya VC, berada di bisnis investasi dan mereka adalah scouting yang hebat. Jadi sudah sewajarnya jika mereka menemukan startup Anda, terlebih bila startup Anda masuk dalam radar investasi mereka. Namun jika Anda tak mendengar kabar dari mereka, meskipun sudah siap untuk memperoleh pendanaan, Anda juga tak perlu khawatir karena ada beberapa tempat di mana Anda dapat menemukan mereka menurut Wade.

Wade menjelaskan bahwa tempat pertama untuk mencari investor adalah melalui pelanggan Anda sendiri karena kemungkinan besar banyak dari mereka yang memiliki dana untuk diinvestasikan atau memiliki perusahaan investasi. Tempat kedua adalah melalui AngelList yang saat ini menjadi topik pembicaraan. Terakhir yaitu melalui networking yang Anda miliki. Meski ini butuh waktu, namun Wide yakin bahwa cara ini sebenarnya lebih mudah dibanding yang lain untuk mendapatkan investor yang terakreditasi.

Jika harus diringkas, poin-poin utama yang ingin disoroti oleh Wide dalam proses fundraising ini yaitu, mengidentifikasi masalah, meluncurkan solusi, tumbuh untuk mendapatkan beberapa traksi, mencari tahu berapa banyak uang yang akan Anda butuhkan, dapatkan intro untuk investor, mengharapkan beberapa “No’s” – dan mungkin banyak, tutup (kesepakatan) secepat yang Anda bisa, dan kembali bekerja.

“Hal terakhir yang saya sarankan adalah bahwa ketika Anda pergi untuk mengumpulkan dana, tunjuk setidaknya satu co-founder untuk mencurahkan perhatian penuh untuk penggalangan dana. Jika setelah satu bulan penuh waktu penggalangan dana dia belum mampu mengumpulkan uang, pertimbangkan apakah Anda telah mencapai market fit atau belum. Hal terbaik yang dilakukan adalah kembali bekerja pada produk dan mencoba mengumpulkan dana lagi dalam beberapa bulan ke depan,” tandas Wade.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter